DAMAR, BABEL NEWS - Puluhan siswa-siswi Saka Kalpataru dan pelajar sekolah duduk di Pantai Kuale Tambak, Desa Sukamandi, Kecamatan Damar, Belitung Timur, Jumat (31/7). Para siswa ini diajak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Belitung Timur menanam 3.500 bibit pohon dalam rangkaian aksi lingkungan Peringatan Hari Mangrove Sedunia tingkat Kabupaten Belitung Timur tahun 2026.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup DLH Belitung Timur, Zulfikar Arrlianda menjelaskan, aksi penanaman ini merupakan puncak dari rangkaian gerakan konservasi yang telah berjalan sejak beberapa bulan lalu.
Zulfikar membeberkan, total bibit bakau yang disiapkan dalam gerakan ini mencapai 3.500 bibit, yang disokong oleh dua komunitas lokal yakni Komunitas Akar Bakau dan Serikat Nelayan Lestari (SEKAR).
Dari total 3.500 bibit tersebut, sebanyak 3.300 bibit sudah ditanam secara sejak akhir Mei hingga Juli 2026. Sementara sisa 200 bibit terakhir diselesaikan bersama-sama pada aksi penanaman puncak hari ini.
"Peringatan Hari Mangrove Sedunia ini sebenarnya jatuh pada 26 Juli lalu, namun sengaja kita geser ke hari ini untuk mengoptimalkan keterlibatan anak-anak sekolah yang baru selesai masa orientasi," ujar Zulfikar, Jumat (31/7).
Zulfikar mengatakan, strategi DLH Belitung Timur adalah memaksimalkan peran komunitas lokal dan stakeholder lingkungan guna menekan biaya operasional dan berfokus pada aksi penanaman langsung. Langkah ini penting mengingat kondisi pesisir yang kian tergerus gelombang pasang, fenomena El Nino, dan perubahan cuaca ekstrem dalam empat tahun terakhir.
"Strategi kita adalah pemanfaatan komunitas dan memperbanyak penanaman dengan stakeholder. Jadi seremonial di lapangan ini bukan yang utama, tetapi aksi penanaman nyatanya yang kita utamakan," katanya.
Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten menegaskan, gerakan rehabilitasi kawasan pesisir ini merupakan investasi lingkungan yang sangat penting bagi masa depan daerah. Ia mengimbau masyarakat agar aktivitas tidak sampai merusak ekosistem alam yang ada.
"Untuk anak cucu kita, lingkungan ini harus kita jaga bersama. Kita boleh cari makan, tapi jangan merusak lingkungan. Itu yang paling penting," ungkap Kamarudin Muten.
Kamarudin Muten juga menginstruksikan DLH beserta jajaran terkait untuk terus bekerja secara berkelanjutan menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan pulau-pulau kecil di Belitung Timur dari dampak penambangan liar.
Ia bahkan meminta masyarakat untuk tidak takut melaporkan apabila melihat adanya aktivitas tambang yang merusak kawasan pesisir di luar aturan. "Kalau ada penambang nakal yang sudah di luar koridor, masyarakat wajib mengingatkan dan menegur. Laporkan ke bupati lewat WhatsApp atau surat, pasti akan kita tindak," katanya. (z1)