Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan
TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meningkatkan upaya mitigasi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang selama musim kemarau.
Salah satu langkah yang dilakukan ialah penyiraman rutin area TPA setiap pekan sebagai antisipasi agar kebakaran tidak terjadi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel Bani Khosyatullah mengatakan, langkah tersebut dilakukan menyusul kebakaran yang sempat melanda TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Banten telah mengingatkan seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di tempat pembuangan sampah.
Baca juga: Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Apakah Bisa Dilihat di Indonesia? Ini Penjelasannya
"Provinsi mengimbau agar kabupaten dan kota jangan terlena. Tidak menutup kemungkinan kejadian seperti itu bisa terjadi di daerah lain," kata Bani kepada TribunBanten.com, dikutip Minggu (2/8/2026).
"Karena itu kami melakukan mitigasi dan antisipasi agar tidak terjadi kebakaran," sambungnya.
Sebagai tidak lanjut atas arahan tersebut lanjut Bani, DLH Tangsel bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) menyusun langkah mitigasi, salah satunya dengan melakukan penyiraman rutin di kawasan TPA Cipeucang setiap hari Rabu.
"Setelah rapat dengan BPBD dan Damkar, disepakati setiap hari Rabu dilakukan penyiraman TPA. Sebelum pelaksanaan kami juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak mengira sedang terjadi kebakaran," katanya.
Selain penyiraman berkala, DLH Tangsel juga mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah maupun ranting di lokasi pembuangan liar.
Imbauan tersebut diberikan mengingat musim kemarau meningkatkan risiko munculnya titik api.
Sementara itu, Kepala UPT Pengelolaan Sampah TPA Cipeucang Desna Gera Andika mengatakan, pihaknya juga melakukan penyemprotan rutin menggunakan drone setiap pagi dan sore hari.
Menurutnya, drone digunakan untuk menyemprotkan cairan penghilang bau serta air guna menjaga kelembapan permukaan sampah dan mengurangi potensi kebakaran.
"Drone melakukan penyemprotan rutin pagi dan sore. Penyemprotan pertama menggunakan cairan penghilang bau, kemudian penyemprotan berikutnya menggunakan air biasa," ujar Desna.
Selain memanfaatkan drone, UPT TPA Cipeucang juga mengerahkan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter untuk menyiram area TPA setiap siang selama musim kemarau.
Karena kapasitas mobil tangki dinilai belum cukup menjangkau seluruh area, pihaknya berkolaborasi dengan Damkar Kota Tangsel yang mengerahkan satu unit mobil pemadam berkapasitas sekitar 10.000 liter untuk melakukan penyiraman rutin setiap hari Rabu.
"Kami berkolaborasi dengan Damkar melakukan penyemprotan rutin seminggu sekali agar seluruh area landfill terbasahi. Kalau pinggiran landfill disiram setiap hari menggunakan mobil tangki UPT," jelasnya.
Di samping itu, pengelola TPA juga terus melakukan penutupan area landfill menggunakan tanah merah sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko kebakaran sekaligus menata kawasan TPA Cipeucang.