Aksi Tawuran Remaja di Bengkulu Digagalkan Polisi, Orang Tua Dipanggil Tengah Malam
Hendrik Budiman August 02, 2026 05:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Upaya pencegahan aksi kenakalan remaja kembali dilakukan Polda Bengkulu melalui patroli malam di sejumlah titik rawan.

Dalam kegiatan tersebut, petugas mengamankan sejumlah remaja yang diduga hendak terlibat tawuran  pada Sabtu malam (1/8/2026) hingga Minggu (2/8/2026) dini hari

Dalam patroli tersebut, petugas bahkan memanggil orang tua para remaja yang diduga hendak terlibat bentrokan agar mereka dapat langsung dijemput dan dipulangkan ke rumah masing-masing.

Langkah cepat personel di lapangan membuat situasi tetap kondusif dan mencegah bentrokan yang berpotensi membahayakan keselamatan para remaja maupun masyarakat sekitar. 

Selain mengantisipasi tawuran, patroli juga difokuskan untuk mencegah tindak kriminalitas jalanan, balap liar, hingga aktivitas geng motor yang kerap meresahkan warga.

Direktorat Samapta Polda Bengkulu melalui Subdirektorat Gasum menggelar Patroli Perintis Presisi mulai pukul 22.00 WIB sebagai bagian dari upaya preventif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polda Bengkulu.

Patroli tersebut merupakan kegiatan rutin yang ditingkatkan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan, mulai dari tindak pidana 3C, yakni pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), hingga aksi tawuran dan balap liar yang umumnya terjadi pada malam hingga dini hari.

Puluhan Titik Rawan Disisir

Sejak malam hari, personel patroli bergerak menyusuri sejumlah ruas jalan dan kawasan yang selama ini dinilai rawan gangguan kamtibmas.

Rute patroli meliputi Jalan Bhayangkara, Jalan Hibrida, Jalan Raden Fattah, Air Sebakul, Jalan Halmahera, Jembatan Air Sebakul, Simpang Empat Nakau, Simpang Empat Tugu Hiu, Sukamerindu.

Simpang Empat Kopri, Jalan Irian, Sawah Lebar, Pasar Minggu, Kampung Bali, Kota Tua, Jalan Pariwisata, Pasir Putih, Jalan Ciliwung Raya, Jalan Cimanuk, Balai Buntar, Jalan Adam Malik hingga kembali ke Markas Polda Bengkulu.

Sebanyak 13 personel diterjunkan dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari sembilan personel Patroli Perintis Presisi dan empat personel Patroli Kota.

Untuk menunjang mobilitas di lapangan, personel dilengkapi enam unit sepeda motor patroli KLX 250, satu unit mobil patroli Isuzu D-Max, serta perlengkapan operasional lainnya.

Dengan pola patroli bergerak, petugas dapat menjangkau berbagai titik secara bergantian sekaligus memantau situasi yang berkembang di lapangan selama malam berlangsung.

Saat patroli berlangsung, personel menemukan sejumlah remaja yang diduga akan melakukan aksi tawuran di kawasan Sawah Lebar.

Melihat adanya potensi bentrokan, petugas langsung mengambil langkah persuasif agar situasi tidak berkembang menjadi keributan yang dapat membahayakan banyak pihak.

Alih-alih melakukan tindakan represif, personel memilih menghubungi keluarga masing-masing remaja agar datang ke lokasi.

Setelah orang tua tiba, para remaja kemudian diserahkan kepada keluarganya dan diantarkan kembali ke rumah masing-masing dalam keadaan aman.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pembinaan sekaligus mencegah para remaja kembali berkumpul untuk melakukan aksi tawuran.

Keputusan memanggil keluarga juga menjadi upaya melibatkan orang tua dalam pengawasan terhadap anak-anak mereka agar tidak terjerumus dalam tindakan yang melanggar hukum.

Selain menggagalkan potensi tawuran di Sawah Lebar, petugas juga menemukan sekelompok remaja yang sedang berkumpul di kawasan Tanjung Agung.

Personel kemudian melakukan pemeriksaan terhadap identitas maupun barang bawaan para remaja untuk memastikan tidak ada yang membawa senjata tajam ataupun benda berbahaya lainnya.

Usai pemeriksaan, petugas memberikan imbauan secara humanis agar mereka segera membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing guna menghindari potensi gangguan keamanan.

Pendekatan persuasif tersebut menjadi bagian dari strategi Patroli Perintis Presisi yang mengedepankan pencegahan sebelum terjadi tindak pidana maupun gangguan kamtibmas.

Kasubdit Gasum Dit Samapta Polda Bengkulu, Kompol Tatar Insan SH, mengatakan Patroli Perintis Presisi akan terus diintensifkan sebagai bentuk kehadiran Polri dalam menjaga keamanan masyarakat, terutama pada malam hingga dini hari.

"Patroli Perintis Presisi merupakan upaya preventif untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas maupun gangguan kamtibmas. Kehadiran anggota di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman, mencegah aksi tawuran, balap liar, serta kejahatan jalanan lainnya, sekaligus membangun kedekatan dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri," ujar Kompol Tatar Insan.

Menurutnya, keberhasilan menggagalkan potensi tawuran menjadi bukti bahwa patroli preventif memiliki peran penting dalam menjaga situasi keamanan tetap kondusif.

Karena itu, Direktorat Samapta Polda Bengkulu akan terus meningkatkan intensitas patroli, khususnya pada jam-jam rawan yang berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan maupun kelompok remaja untuk melakukan aksi yang mengganggu ketertiban umum.

Masyarakat Diminta Aktif Melapor

Selain mengoptimalkan patroli, Polda Bengkulu juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keamanan lingkungan.

Kompol Tatar mengimbau warga agar segera melaporkan apabila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas, seperti tawuran, balap liar, tindak kriminalitas, maupun aktivitas mencurigakan lainnya.

Masyarakat dapat memanfaatkan layanan Call Center 110 untuk menyampaikan laporan sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas.

"Dengan adanya informasi dari masyarakat, kami dapat bergerak lebih cepat untuk mencegah gangguan kamtibmas sebelum berkembang menjadi peristiwa yang lebih besar. Kami berharap sinergi antara Polri dan masyarakat terus terjalin demi menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Bengkulu," kata Tatar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.