TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Tahun ajaran baru di waktu mendatang diprediksi menjadi tahun yang sibuk bagi sekolah swasta dan madrasah di Kabupaten Kendal.
Pasalnya, daya tampung SMP Negeri jauh lebih kecil dibanding jumlah lulusan SD.
Baca juga: Bupati Tika Kukuhkan Pramuka Garuda Kendal, Kader Diminta Jaga Sikap dan Akhlak Mulia
Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq memaparkan, dari sekitar 27 ribu lulusan SD di Kendal tahun 2026, hanya sekitar 9 ribu siswa yang bisa masuk SMP negeri.
Meski begitu, Mahfud menambahkan saat ini peluang untuk mendirikan sekolah baru belum dapat dilakukan secara langsung.
Alasannya, harus melalui berbagai tahapan serta koordinasi dengan dinas terkait sesuai aturan yang berlaku.
“Selebihnya melanjutkan ke sekolah swasta maupun madrasah,” kata Mahfud, Minggu (2/8/2026).
Menurut Mahfud, banyaknya lulusan SD yang tidak tertampung di SMP Negeri bisa menjadi peluang bagi sekolah swasta maupun madrasah untuk meningkatkan kualitas dan daya saing pendidikan.
Kondisi tersebut membuat keberadaan sekolah swasta dan madrasah menjadi bagian penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pendidikan masyarakat.
Sehingga lulusan SD tersebut memiliki kesempatan yang sama melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
"Saya pernah ikut mendirikan MTs dan menjadi kepala madrasah sekitar satu setengah tahun. Dari pengalaman itu, saya memahami tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan berbasis masyarakat,” sambungnya.
Mahfud mencontohkan adanya LP Ma’arif NU Kendal yang kini telah menjadi bagian dalam penyelenggaraan pendidikan di daerah.
Saat ini, perkembangan lembaga pendidikan Ma’arif pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) dinilai telah berjalan baik.
Dia berharap, langkah serupa juga bisa diterapkan di jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) untuk terus meningkatkan kualitas mutu pendidikannya.
"Ini kesempatan bagi sekolah swasta, termasuk lembaga pendidikan di bawah LP Ma’arif NU, untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing," terangnya.
Adapun Ketua LP Ma’arif NU Kendal, Khaeron mengatakan saat ini terdapat 142 satuan pendidikan yang berada di bawah LP Ma’arif NU Kendal.
Rinciannya, 77 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 11 SMP, 31 Madrasah Tsanawiyah (MTs), 10 Madrasah Aliyah (MA), 8 SMK, dan 5 SMA.
Kheron juga merespons cepat peluang menarik siswa ke sekolah swasta maupun madrasah ketika kuota untuk SMP Negeri telah penuh.
Baca juga: Fani Ketagihan Datang ke Kalikesek Kendal: Wisata Murah Meriah Untung Miliaran Rupiah dalam Setahun
Satu di antara terobosan yang tengah digarap ialah penguatan digitalisasi tata kelola pendidikan melalui Sistem Informasi Ma’arif NU Kendal (Simanuk).
Dia berharap, kehadiran sekolah swasta maupun madrasah bisa membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
"Jadi Simanuk ini digunakan untuk mengintegrasikan data sekolah, peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan, serta mendukung berbagai program organisasi,” tandasnya. (ags)