TRIBUNNEWS.COM - Publik belakangan ini tengah menyoroti fenomena pusat perbelanjaan atau mal di kota-kota besar Indonesia yang mendadak dipasangi pagar tinggi.
Di antaranya terjadi di Pakuwon Mall, Royal Plaza, Tunjungan Plaza, dan Pakuwon City Mall di Surabaya, Jawa Timur, serta Mal Kota Kasablanka (Kokas) dan Blok M Plaza di Jakarta Selatan
Hal tersebut pun memunculkan beragam spekulasi di tengah masyarakat. Seperti soal isu kemungkinan ancaman kerusuhan, sehingga mal-mal tersebut dipasangi pagar tinggi.
Fenomena pemasangan pagar di mal-mal ini kemudian ditanggapi oleh Istana, Polri, hingga Gubernur DKI Jakarta.
Hasan Nasbi juga meminta semua pihak untuk sama-sama berdoa agar Bangsa Indonesia bisa aman.
Sementara itu Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung berpandangan bahwa pemasangan pagar-pagar tinggi di beberapa mal itu mungkin dilakukan sebagai bagian dari kekhawatiran pengelola.
Namun menurut Pramono kekhawatiran yang berlebihan itu tidak baik.
Kader PDIP itu juga tak menutup kemungkinan akan meminta pengelola untuk melepas pagar-pagar mal tersebut.
Baca juga: Pagar Mal Dikritik, Bagaimana dengan Pagar Gedung DPR Setinggi 4 Meter?
Pramono pun berjanji akan terus berkoordinasi dengan TNI Polri untuk terus menjaga Jakarta agar tetap aman dan nyaman.
"Mungkin bagian dari kekhawatiran, tetapi nanti pada saatnya pasti saya akan minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali. Karena kekhawatiran yang berlebihan juga tidak baik."
"Dan saya sebagai Gubernur Jakarta koordinasi dengan TNI, Polri, aparat penegak hukum lainnya, kami akan menjaga Jakarta."
"Mudah-mudahan Jakarta selalu aman nyaman seperti bulan Agustus tahun lalu. Tapi mudah-mudahan enggak (terjadi kerusuhan). Saya yakin enggak," jelas Pramono di Jakarta, dilansir Kompas TV.
Baca juga: James Riady: Lippo Tak Akan Pasang Pagar Tinggi di Mal, Ini Alasannya
Polri memastikan situasi dan kondisi saat ini kondusif tanpa ada hal-hal yang menonjol.
Hal ini diungkapkan Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) Polri, Komjen Fadil Imran buntut video yang viral terkait banyaknya bangunan gedung hingga pusat perbelanjaan atau mal yang memasang pagar cukup tinggi di pelbagai daerah termasuk Jakarta.
"Sampai hari ini berdasarkan data DORS ya, Daily Operating Reporting System itu tidak ada hal yang menonjol, tidak ada," kata Komjen Fadil Imran dalam keterangannya dikutip Minggu (2/8/2026).
Mantan Kapolda Metro Jaya itu meminta agar masyarakat tetap tenang dan tidak termakan isu-isu soal bakal adanya gangguan keamanan dan ketertiban.
"Jadi masyarakat jangan termakan dengan isu-isu akan terjadi gangguan Kamtibmas yang mencemaskan," ucap Fadil.
"Saya kira orang pagari rumahnya kan biasa, jangan kemudian dibangun narasi seolah-olah kalau bangun pagar akan terjadi sesuatu. Saya kira tidak seperti itu tafsir dan terjemahannya ya teman-teman sekalian," sambungnya.
Lebih lanjut, Fadil mengatakan saat ini tidak ada pengamanan khusus terkait hal itu.
Ia menyebut pengamanan berjalan seperti biasa sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Polisi ini nggak pernah ada antisipasi khusus, setiap hari kita siaga terus. Brimob siaga, Sabhara siaga, ya. Jadi nggak ada, biasa aja, semua kita siaga selalu," tuturnya.
Baca juga: Bukan Karena Isu Keamanan, Terungkap Alasan Mal-Mal Besar di Jakarta-Surabaya Pasang Pagar Tinggi
Direktur Marketing Pakuwon Group sekaligus Direktur PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), Sutandi Purnomosidi, mengatakan pagar dipasang untuk pengaturan area dan keselamatan pengunjung, bukan karena adanya kondisi khusus.
"Sebenarnya gini, awalnya kita berpikir itu (mal dipagari) karena apa? Itu kan Pakuwon Mall itu terbukanya kan lebar sekali. Satu setengah kilometer itu buka," ujarnya.
Menurut Sutandi, beberapa mal berbatasan langsung dengan jalan raya sehingga pagar diperlukan untuk membantu mengatur akses dan mengurangi risiko pengunjung menyeberang sembarangan.
Ia juga membantah anggapan bahwa pemasangan pagar dilakukan untuk mengantisipasi situasi keamanan tertentu.
"Pakuwon bukan peramal, kita tidak tahu apa yang akan terjadi," katanya.
(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/Taufik Ismail)