Usia 25 Tahun, Narayana Pimpin Hanura Klungkung, Target Satu Kursi di Setiap Kecamatan pada Pileg
Putu Dewi Adi Damayanthi August 02, 2026 07:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Partai Hanura Klungkung kini dipimpin oleh figur muda yakni, Gede Narayana Putra Mahardhika. 

Di usianya yang baru menginjak 25 tahun, ia tercatat sebagai Ketua DPC Hanura termuda di Bali yang dilantik pada Minggu 2 Agustus 2026 di Denpasar, Bali.

Pemuda kelahiran 24 Oktober 2001 ini menamatkan pendidikan Sarjana Hukumnya di Universitas Katolik Parahyangan Bandung.

Ia yang berasal dari Kamasan Klungkung, semasa kuliah mengaku aktif di KMHDI Jawa Barat.

Baca juga: Lantik Pengurus DPD dan DPC, Hanura Bali Pasang Target 36 Kursi DPRD dan 1 DPR RI di 2029

Bagi Gede Narayana, keputusan untuk memimpin partai di usia muda didasari oleh keinginannya untuk berkontribusi langsung bagi daerahnya.

"Sebenarnya saya bergabung di Hanura memang dari niat diri saya sendiri. Karena saya melihat perjalanan saya di kampus memang suka berpolitik. Jadi saya pikir, mungkin ini saatnya saya terjun langsung di dunia politik yang sebenarnya," ujar putra dari politisi senior Partai Hanura, Putu Sri Handayani yang pernah tiga periode menjadi Anggota DPRD Klungkung ini.

Di bawah kepemimpinannya, Hanura Klungkung mematok target realistis minimal 1 kursi di setiap kecamatan di DPRD Klungkung.

Di mana saat ini, partai tersebut telah mengamankan 3 kursi di DPRD Kabupaten Klungkung yang tersebar di Kecamatan Klungkung, Banjarangkan, dan Nusa Penida. 

Untuk mencapai target tersebut, prioritas jangka pendek yang diusung adalah memperkuat konsolidasi internal serta menggalakkan perekrutan kader-kader muda potensial. 

Pendekatan yang dilakukan pun mengedepankan komunikasi personal dan bertahap dari tingkat akar rumput.

Saat ditanya apakah ada keinginan untuk maju dalam Pileg 2029, ia mengaku fokus pada pembenahan organisasi dan pemahaman peta politik ketimbang terburu-buru maju dalam pencalonan legislatif.

"Untuk sementara ini saya belum (berencana nyaleg). Karena saya melihat saya ingin belajar dulu. Pembicaraan mengenai pencalonan itu masih jauh. Menurut saya, saya lebih berpikir untuk belajar bagaimana sistematika politik yang ada di Klungkung dulu," tuturnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.