Patung Yusuf Arimatea Buatan Perajin Jogja Bawa Mukjizat usai Diterima Paus Leo XIV
Cornel Dimas Satrio August 02, 2026 08:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM - Mukjizat nyata dirasakan Niko Harahap Tanubrata, pemilik Brata Gallery Yogyakarta, seusai patung Yusuf Arimatea buatan galerinya diterima langsung oleh Pemimpin Gereja Katolik Roma, Paus Leo XIV.

"Jika papa masih hidup, ia pasti sangat terharu karena patung buatan Brata Gallery diterima langsung oleh Paus Leo XIV. Sebenarnya ini keinginan papa lama, patungnya diterima Paus. Namun keinginan itu dipahami sulit untuk diwujudkan. Dan, (patung) St. Yusuf Arimatea ini merupakan pemenuhan keinginan papa, Meski tidak mengharapkan apa-apa menyusul patung diterima Paus Leo XIV, faktanya setelah itu, ada peristiwa luar biasa terjadi….." ungkap Niko saat berbagi kisah pada awal Mei 2026 silam.

Yusuf Arimatea adalah tokoh di balik pemakaman secara terhormat bagi Yesus Kristus yang wafat di kayu salib. Ia adalah orang berpengaruh, pengusaha kaya raya, anggota Majelis Besar Mahkamah Yahudi Sanhedrin dan sekaligus murid rahasia Yesus. Ia mempersembahkan pemakaman keluarga yang baru dibangunnya sebagai tempat pemakaman Yesus. Hari peringatan St Yusuf Arimatea jatuh tiap 31 Agustus.

01082026 patung Yusuf Arimatea 03
DITERIMA : Patung Yusuf Arimatea diterima Paus Leo XIV dalam audiensi, Rabu (25/03/2026). Dari kiri – ke kanan : Ketua Komisi Komsos KWI Mgr Agustinus Tri Budi Utomo, Sekretaris Komsos KWI Rm Petrus Agoeng Noegroho Sri Widodo, Stanislaus Jumar Sudiyana (berpeci), Asni Ovier Dengen Paluin (Ikat kepala), AM Putut Prabantoro, Mayong Suryo Laksono (belakang), Bonifacius Mahendra Wahanaputra (berkacamata), Paus Leo XIV dan Rm. Markus Solo Kewuta SVD.

Baca juga: Jelang Paskah, Paus Leo XIV Dapat Kejutan Istimewa Patung Unik Kreasi Indonesia

Didampingi Rosalinda Widjajanto, stafnya yang bertanggung jawab langsung atas pembuatan patung Yusuf Arimatea, Niko mengaku baru pertama kali membuat patung tokoh suci tersebut selama Brata Gallery berdiri.

Peristiwa itu dianggapnya sebagai misteri. Patung itu didesain dan dipesan oleh AM Putut Prabantoro, Founder Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI).

Selepas patung Yusuf Arimatea diterima Paus Leo XIV, dirinya mendapat order istimewa dari seseorang dari Bandung. Niko diminta  membuat patung serial jalan salib dengan jumlah stasi 14, seperti pada umumnya.

Istimewanya, masing-masing stasi hanya terdiri dua tokoh dengan tinggi 180 cm. Meski demikian, anehnya, si pemesan menyetujui ketika Niko mengusulkan tambahan satu tokoh lagi pada stasi ketigabelas, yang dalam tradisi Jalan Salib adalah adegan pieta, Bunda Maria memangku jenasah Yesus (pieta). Artinya, dalam stasi ketigabelas itu ada tiga tokoh.

Niko menambahkan bahwa orang tersebut membuat patung jalan salib untuk rumah pribadi.

"Dia mau beda, tidak ada Pontius Pilatus. Dan dia sudah membayar DP. Mungkin ini jalan Tuhan," ucap Niko, yang memanfaatkan AI saat mencari sosok yang pas untuk patungnya.

Terkejut Patung Dibawa ke Vatikan

Dalam audiensi pada 25 Maret 2026, delapan orang membawa patung Yusuf Arimatea dari Indonesia dan dipersembahkan kepada Paus Leo XIV. Mereka adalah, AM. Putut Prabantoro, Mayong Suryo Laksono, Asni Ovier Dengen Paluin, Stanislaus Jumar Sudiyana, dan Bonfilio Mahendra Wahanaputera, yang kelimanya adalah delegasi PWKI. Sementara dua lainnya dari delegasi Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) yakni Mgr Agustinus "Didik" Tri Budi Utomo (Ketua Komisi Komunikasi Sosial / Komsos) dan Rm Petrus Noegroho Agoeng Sri Widodo (Sekretaris Komisi Komsos). Yang terakhir adalah Rm Markus Solo Kewuta SVD, satu-satunya pejabat Vatikan asal Indonesia, yang menjadi pendamping rombongan.

Menurut cerita Niko, pada bulan Agustus 2025 ia menerima pesanan dari Putut Prabantoro untuk membuat patung Yusuf Arimatea.

"Waktu itu saya gak ngebayangin. Tahunya hanya dibawa ke Vatikan. Kalau akhirnya bisa diterima Paus, ya berkah luar biasa untuk saya. Kaget karena tidak mengira patung itu diterima Paus Leo. Saya tahunya cuma mau dibawa ke Vatikan, dan saya pikir, mungkin untuk museum. Saya happy banget, patung bisa masuk ke Vatikan dan diterima langsung Paus Leo," ujar Niko. 

"Saya seperti diingatkan satu ayat kira-kira bunyinya begini: apa yang tidak pernah terlintas di hati kita, justru itu akan diberikan kepada kita," tambah Linda, yang beragama Kristen Protestan. 

01082026 patung Yusuf Arimatea 01
PATUNG BUATAN INDONESIA - Patung Yusuf Arimatea yang pertama kali dibuat di Indonesia, hasil garapan Brata Gallery Yogyakarta dan dipersembahkan untuk Paus Leo XIV.

Visi Batin

Niko mengungkapkan pembuatan patung Yusuf Arimatea mempunyai tantangan tersendiri. Selama ini ia telah membuat ratusan bahkan ribuan patung namun yang itu-itu saja. Seputar Yesus, Bunda Maria, Santo Yusuf, bayi Yesus, Tiga Raja, dan sosok-sosok dalam Kitab Suci yang umum. 

"Waktu itu bulan Agustus pak Putut cuma omong, coba cari patung Yusuf Arimatea. Tapi gak ada referensi. Terus dia menggambarkan patung itu, saya bikin sketnya juga secara asal. Pak Putut kemudian menjelaskan ekspresinya, saya waktu itu juga bingung. Krn itu saya usul langsung eksekusi saja, diterapkan dalam tanah liat. Terus proses, trial dan error. Saya panggil pak Putut begini pak hasilnya. Pak Putut mengritisi dan saya ubah lagi. Sekitar 5-6 kali lah perubahannya," jelas Niko.

Menurutnya, kesulitan muncul karena pertama, tidak ada refensi patung yang sudah jadi, sehingga ini membutuhkan visi batin yang tajam. Kedua, melibatkan tiga pihak.

"Pak Wid (Lambertus Widiantoro, kakak Putut –red) yang mendapat penampakan, pak Putut yang diminta untuk membuat dan sekaligus menerjemahkan, dan saya yang mengeksekusi. Biasanya klien langsung ke saya. Saya ribuan kali membuat patung. Namun Yusuf Arimatea ya baru pertama kali ini. Dan, kami gak paham siapa dia itu. Biasanya kami cuma bikin santo santa, Maria, Yusuf, atau Yesus, kebanyakan seperti itu," ungkapnya.  

Hal yang sama dialami Linda, sebagai penggambar. Ia tak begitu mengenal sosok Yusuf Arimatea meskipun tokoh tersebut disebut dalam Kitab Suci.

"Niko bilang tolong digambarkan berdasarkan sket dari Pak Putut. Ternyata sosok Yusuf Arimatea ini keren dan perannya sangat besar. Yang bikin saya terharu itu, sosok semulia itu hatinya kok dia tidak mau diangkat," ujar Linda 

Putut Prabantoro mengaku dirinya diminta untuk membawa patung Yusuf Arimatea dan menyerahkannya ke Paus. Itu terjadi pada bulan Juli 2025, setelah kakaknya Lambertus Widiantoro mendapat vision. Segera ia mencari patung Yusuf Arimatea dan menghubungi banyak pematung di berbagai kota di Indonesia 

"Semuanya minta model atau contoh patung. Saya juga meminta bantuan Rm Antonius Suherman Pr dari Keuskupan Tanjungkarang dan juga Sr Fransiska CP di Roma. Semuanya nihil, tidak ada patung," kata Putut.

Setelah kembali dari Vatikan pada Agustus 2025, ia kemudian menghubungi Niko dengan pesan Oktober patung harus selesai karena akan dibawa ke Vatikan pada November 2025.

"Namun rencana inipun gagal," ucapnya.

Namun Tuhan menghendaki lain. Pada akhirnya di tengah berkecamuknya perang Timur Tengah, patung Yusuf Arimatea itu dibawa ke Vatikan dan diserahkan langsung kepada Paus Leo pada Rabu, 25 Maret 2026.

"Penentuan tanggalnyapun ditentukan Mgr Didik, meski Mgr Didik baru tahu kalau ada patung sesaat sebelum berangkat ke Roma pada 23 Maret 2026. PWKI dan KWI berangkat ke Vatikan  sebenarnya dalam rangka penandatanganan penggunaan bahasa Indonesia secara resmi oleh Vatikan," ujar Putut. 

Ingin ke Vatikan

Menutup perbincangan siang itu, Niko mengungkapkan hasrat terpendamnya. Menyusul patung Yusuf Arifmatea buatannya sampai Vatikan dan diterima langsung Paus Leo XIV, membuat Niko dan Linda jadi ingin bisa berkunjung ke Vatikan. 

"Saya mau banget ke Vatikan apalagi ketemu Paus. Waktu Paus Fransiskus ke Jakarta saja kami tidak dapat. Padahal patung Maria Bunda Segala Suku yang ada di dekat altar saat Misa Kudus di GBK itu buatan kami," jelasnya. 

“Mau banget lah bisa ke Vatikan apalagi jika bisa ketemu Paus Leo. Saya dan Linda tentunya juga mau," seru Niko, yang langsung diamini oleh Linda seraya tersenyum.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.