Nelayan Medewi Bali Dilaporkan Hilang Saat Melaut, Pencarian Hari Kedua Belum Tunjukkan Hasil
Putu Dewi Adi Damayanthi August 02, 2026 07:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Tim SAR Gabungan kembali melakukan pencarian terhadap nelayan yang dilaporkan hilang, Minggu 2 Agustus 2026. 

Di hari kedua ini, petugas gabungan melakukan penyisiran di perairan dan juga di darat. 

Namun sayangnya hingga saat ini masih belum ada petunjuk alias korban belum ditemukan. 

Pencarian akan terus dilakukan Tim SAR, dan diharapkan nelayan bisa segera ditemukan. 

Baca juga: Kasus Dugaan Pelecehan Anak di Nusa Penida Bali, Polisi Amankan Nelayan Berusia 53 Tahun

"Untuk sementara masih nihil," kata Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan SAR Jembrana, Dewa Putu Hendri Gunawan saat dikonfirmasi, Minggu 2 Agustus 2026 sore. 

Dia menyebutkan, pencarian hari ke-2 ini melibatkan berbagai sektor dan melakukan penyisiran di perairan dan juga darat. 

Untuk pencarian di perairan menyisir di wilayah Medewi hingga Yehsumbul. 

Sementara penyisiran darat dilakukan di kawasan Pantai Pulukan, Kecamatan Pekutatan. 

"Kami tetap berupaya maksimal untuk melakukan pencarian. Semoga segera ditemukan," harapnya.

Terpisah, Kasat Polairud Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta menyebutkan hal senada. 

Selain melakukan penyisiran di perairan dan darat, pihaknya juga rutin berkoordinasi dengan para nelayan yang aktif melaut. 

"Kami titip pesan ke nelayan, jika ada informasi sekecil apapun agar bisa segera disampaikan untuk selanjutnya ditindaklanjuti. Untuk sementara masih belum ada hasil dan kami harap bisa segera ditemukan," harapnya. 

Untuk diketahui, seorang nelayan yang diketahui bernama Asmuri (43) dilaporkan atau diduga hilang saat melaut di perairan Pantai Medewi, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Bali, Sabtu 1 Agustus 2026 dini hari.

Hal itu terungkap saat rejan sesama nelayan menemukan kapal milik korban mengapung di tengah laut dalam keadaan mesin masih menyala, namun korban tidak berada di atas kapal. 

Saat ini tim Pos Pencarian dan Pertolongan SAR Jembrana sedang melakukan pencarian. Namun hasilnya masih nihil. 

Menurut informasi yang diperoleh, peristiwa tersebut bermula saat rekan sesama nelayan sedang melaut atau mencari ikan di perairan Pantai Medewi, Kecamatan Pekutatan, Bali, sekitar pukul 01.00 WITA dini hari. 

Saat itu, seorang saksi atau rekan korban sesama nelayan menemukan kapal milik korban mengapung di tengah laut dalam keadaan mesin masih menyala, namun korban tidak berada di atas kapal. 

Mengetahui kejadian tersebut, rekan-rekan nelayan berupaya melakukan pencarian di sekitar lokasi, namun korban belum berhasil ditemukan. 

Usai informasi tersebut, korban Asmuri beralamat di Banjar Persinggahan, Desa Medewi yang diduga hilang disebutkan berangkat melaut untuk mencari ikan di perairan Pantai Medewi menggunakan kapal miliknya sekitar pukul 23.00 WITA, Jumat 31 Juli 2026 kemarin.

Sehingga tetangga korban melaporkan kejadian tersebut ke aparat terkait untuk melakukan pencarian. 

Petugas dari Polsek Pekutatan juga langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan, berkoordinasi dengan nelayan setempat, serta melaksanakan upaya pencarian terhadap korban. 

Saat itu korban masih dalam proses pencarian oleh petugas bersama masyarakat nelayan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.