Stok Beras Mencapai 5,4 Juta Ton, Dirut Bulog Minta Pengusaha Penggilingan Jaga Kualitas
Muhamad Syarif Abdussalam August 02, 2026 07:44 PM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Para pengusaha penggilingan padi dituntut menjaga kualitas beras sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan nasional.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani, saat berdialog dengan para pengusaha penggilingan padi se-Bandung Raya di Kabupaten Sumedang, Sabtu (1/8/2026).

Pertemuan tersebut digelar untuk memperkuat sinergi antara Bulog dan mitra penggilingan dalam menjaga kualitas beras nasional.

Ahmad mengatakan, saat ini stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 5,4 juta ton, sehingga kualitas menjadi perhatian utama selain pengadaan.

Keberhasilan pengelolaan CBP, kata dia, tidak hanya ditentukan oleh besarnya volume beras yang diserap, tetapi juga konsistensi menjaga mutu sejak proses penggilingan, penyimpanan, hingga distribusi kepada masyarakat.

"Saya mengajak seluruh mitra penggilingan untuk terus meningkatkan standar pengolahan, menjaga konsistensi mutu, dan memperkuat kolaborasi dengan Bulog agar masyarakat menerima beras dengan kualitas terbaik," ujar Ahmad Rizal dalam keterangannya, Minggu (2/8/2026).

Menurutnya, dengan stok beras yang mencapai 5,4 juta ton, fokus Bulog kini tidak hanya pada penyerapan hasil panen, tetapi juga memastikan mutu beras tetap terjaga selama penyimpanan hingga didistribusikan kepada masyarakat.

Dalam kunjungan kerja di Jawa Barat, Ahmad Rizal juga meninjau dua mitra penggilingan Kabupaten Sumedang. Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung proses produksi, mulai dari penerimaan gabah, proses penggilingan, hingga hasil akhir beras yang diproduksi.

Selain itu, Ahmad menginspeksi Gudang Filial Kordon guna memastikan kesiapan infrastruktur penyimpanan Cadangan Beras Pemerintah.

Pengecekan dilakukan terhadap kualitas fisik beras, kebersihan gudang, sistem penyimpanan, sirkulasi stok, hingga kesiapan sarana pendukung agar mutu beras tetap terjaga.

"Kami memastikan sistem pengamanan gudang berjalan optimal. Pengamanan gudang-gudang Bulog diperkuat melalui sinergi dengan personel TNI dan Polri guna menjaga keamanan stok Cadangan Beras Pemerintah sehingga proses penyimpanan dan distribusi dapat berlangsung secara aman, tertib, dan lancar," katanya.

Kolaborasi antara pemerintah, Bulog, pelaku usaha penggilingan, serta dukungan aparat keamanan menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.

Ahmad berharap komunikasi dan kerja sama dengan para pengusaha penggilingan padi terus diperkuat agar peningkatan kualitas beras nasional dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Melalui dialog tersebut, Bulog menegaskan komitmennya membangun kemitraan yang produktif dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kualitas beras nasional, memperkuat pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah, serta mendukung swasembada dan ketahanan pangan Indonesia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.