Detik-Detik Dramatis Pawang Rusli Taklukkan Buaya 4,5 Meter Pemangsa Pencari Kerang di Pasangkayu
Ilham Mulyawan August 02, 2026 07:47 PM

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH — Sebuah kisah heroik datang dari Rusli, seorang pawang buaya asal Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. 

Pria berpengalaman lebih dari 20 tahun menangani reptil buas ini berhasil menangkap buaya berukuran 4,5 meter yang menerkam hingga menewaskan seorang warga bernama Ramasa di Muara Dusun Tikke Muara, Desa Tikke, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu.

Peristiwa nahas menimpa Ramasa (57) terjadi pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 16.00 Wita. 

Baca juga: Jauh-Jauh dari Garut ke Mamuju Tengah Ihsan Pertaruhkan Peruntungan Jualan Bendera Merah Putih

Baca juga: Diklat Selesai 28.626 Manajer Kopdes Siap Disebar ke 1.021 Koperasi Termasuk Sulbar

Saat itu, korban sedang mencari kerang (tude) di sepanjang muara sungai bersama seorang warga bernama Sedo. 

Saksi mendengar suara gemuruh dan melihat seekor buaya mendekati korban. 

Tak lama kemudian, terdengar teriakan "Allahu Akbar" dari korban sebelum akhirnya ia menghilang ditelan buaya.

Jenazah Ramasa ditemukan sekitar empat jam kemudian dalam kondisi mengenaskan—kedua tangan hilang, kaki kanan terputus, dan kaki kiri juga hilang akibat serangan buaya.

Mendapat kabar tersebut, Rusli yang berangkat dari Topoyo menuju Pedanda bertemu dengan salah satu keluarga korban dan diminta untuk menangkap buaya yang menerkam korban. 

Rusli kemudian berkoordinasi dengan pawang lain di Kabupaten Pasangkayu melalui telepon dan bertemu dengan kepala dusun setempat untuk menyepakati strategi penangkapan.

"Saya sudah sekitar 10 hari lebih di sini," ujar Rusli kepada Tribunsulbar.

Pencarian dilakukan dengan menyusuri Sungai Tikke. 

Namun, awalnya terbilang sulit karena buaya di sungai tersebut tergolong sunyi, sementara incaran mereka adalah buaya besar hitam yang diduga memangsa korban.

Beberapa buaya berhasil ditangkap dan dibedah untuk mencari sisa-sisa tubuh korban, namun hasilnya nihil. 

Informasi dari warga setempat menyebutkan bahwa buaya pemangsa tersebut bukan buaya menetap di Tikke, melainkan memiliki beberapa wilayah kekuasaan, sehingga menyulitkan pencarian.

Bahkan di malam hari, pencarian di tempat diduga menjadi sarang buaya pun tidak membuahkan hasil. 

Di tengah keputusasaan dan arahan kepala dusun untuk menghentikan pencarian, sebuah keajaiban terjadi.

Saat siang hari, buaya tersebut tiba-tiba memunculkan diri. 

"Kemunculannya tepat di lokasi kejadian," kenang Rusli.

Pengejaran Buaya

Tim langsung melakukan pengejaran hingga berhasil mengevakuasi reptil buas itu di muara, tepat di perbatasan air tawar dan air laut.

Proses penangkapan berlangsung dramatis karena buaya berada di dalam air dan terus melakukan perlawanan. 

Puluhan warga bersama Rusli Cs berjibaku selama beberapa waktu melumpuhkan buaya tersebut. 

Setelah berhasil dikuasai, buaya itu diikat menggunakan tali dan diseret dengan perahu menuju bibir pantai.

Buaya ditangkap memiliki panjang sekitar 4,5 meter. 

Setelah diamankan, reptil tersebut dibedah pada Minggu (26/7/2026) untuk memastikan apakah merupakan buaya yang menerkam Ramasa. 

Hasil pembedahan mengungkap fakta mengejutkan, di dalam perut buaya ditemukan potongan tubuh korban yang sudah tinggal tulang belulang, memastikan bahwa buaya ditangkap adalah predator menewaskan Ramasa.(*)

Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.