Kini Ada Kampung Siaga Bencana di Sekampung Udik Lampung Timur
Daniel Tri Hardanto August 02, 2026 08:19 PM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TIMUR – Kesadaran bahwa bencana bisa datang tanpa diduga mendorong warga Desa Gunung Agung, Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur untuk tak lagi sekadar pasrah menunggu bantuan. 

Baca juga: Atasi Banjir, Komisi VIII DPR RI Siap Perjuangkan Bantuan Alat Penanggulangan Bencana

Kini warga setempat dibekali keterampilan mitigasi dan penanganan darurat mandiri melalui pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB).

Pengukuhan relawan KSB dan uji simulasi standard operating procedure (SOP) ini dipimpin langsung oleh Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah di lapangan SDN 1 Desa Gunung Agung, Minggu (2/8/2026).

Bupati mengatakan, melalui pelatihan KSB, masyarakat dari berbagai latar belakang dilatih untuk memahami peran spesifik dalam situasi kritis. 

Pembagian tugas dibuat jelas, mulai dari tim evakuasi, pengelola dapur umum, hingga petugas logistik lumbung sosial.

Ela menyampaikan bahwa keterlibatan aktif warga adalah kunci utama untuk menekan dampak buruk bencana sebelum bantuan medis atau tim SAR tingkat kabupaten tiba di lokasi.

"Dengan program KSB ini, saya berharap tumbuh kemandirian masyarakat. Warga menjadi garda terdepan yang sigap saling menjaga, mampu menolong diri sendiri, dan membantu sesama sebelum tim penolong datang," ujar Ela.
 
Keberadaan KSB tidak hanya membekali warga dengan pengetahuan teknis mitigasi, tetapi juga menghidupkan kembali semangat gotong royong dan kepedulian antar tetangga. 

Dalam situasi darurat, rasa kebersamaan ini menjadi modal mendasar agar tidak terjadi kepanikan massal.

Bupati menekankan agar struktur relawan yang telah dibentuk terus merawat kesiapsiagaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya saat ada latihan formal.

"Kesiapsiagaan adalah investasi keselamatan bagi masa depan. Lindungi keluarga dan lingkungan kita dengan budaya siaga," imbaunya.

Bupati melanjutkan, para relawan KSB dibekali kemampuan menanggapi situasi darurat khususnya kebencanaan. 

Kesiapan relawan juga didukung dengan kompetensi dalam menyiapkan sejumlah tempat yang harus ada dalam situasi kebencanaan, seperti pos titik kumpul evakuasi, pos dapur umum, dan posko lumbung sosial dan gardu sosial.

Bupati menilai, sejumlah posko tersebut harus ada dalam situasi bencana agar warga punya tempat  berkumpul secara aman saat ancaman terjadi, warga dapat memasok kebutuhan pangan darurat, dan penyimpanan dan penyaluran bantuan logistik.

"Melalui pengukuhan ini, Desa Gunung Agung menjadi percontohan bagaimana masyarakat desa dapat bertransformasi menjadi komunitas yang mandiri, tangguh, dan siap saling melindungi saat bencana melanda," tutupnya.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.