TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Waktunya para ketua RT dan RW di Kota Makassar unjuk kinerja.
Keberhasilan menggerakkan warga memilah dan mengelola sampah dari sumber kini menjadi salah satu tolok ukur penilaian pemerintah.
Wilayah yang sukses menerapkan program tersebut berpeluang memperoleh hadiah hingga Rp100 juta.
Program pemilahan dan pengelolaan sampah dari sumber kini menjadi tantangan baru bagi RT/RW, lurah, hingga camat.
Pemerintah Kota Makassar ingin memastikan perubahan pola pengelolaan sampah dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar Helmy Budiman mengatakan, pemilahan sampah kini bukan lagi sekadar imbauan.
Seluruh wilayah diwajibkan menerapkan kebijakan tersebut sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah yang baru.
"Kesimpulannya sebenarnya pemilahan itu menjadi wajib dilakukan di tingkat RT/RW. Itu wajib. Itu mutlak dilakukan," tegas Helmy diwawancara Tribun Timur, Minggu (2/8/2026).
Menurutnya, keberhasilan setiap RT dan RW dalam mengedukasi serta menggerakkan warganya akan menjadi salah satu aspek yang dinilai pemerintah.
Semakin baik penerapan pemilahan dan pengolahan sampah, semakin besar peluang wilayah tersebut menjadi yang terbaik.
Untuk mendorong semangat itu, Pemkot Makassar akan menggelar perlombaan pengelolaan sampah antarkawasan.
Penilaian tidak hanya melibatkan RT dan RW, tetapi juga lurah dan camat sebagai penanggung jawab wilayah.
"Kita akan perlombakan juga. Pak Wali sudah sampaikan kemarin, 10 terbaik atau 20 terbaik nanti kita lihat kondisi APBD, nanti kita kasih hadiah juga, reward uang senilai Rp100 juta. RT/RW, lurah, dengan camat," ujarnya.
Penghargaan tersebut rencananya diumumkan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kota Makassar.
Momentum itu diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh wilayah untuk mempercepat penerapan kebijakan pemilahan sampah.
"Iya, HUT Kota nanti akan diumumkan. Makanya mau didorong kembali di Perubahan ini karena sebenarnya di Perubahan sudah pernah kita masukkan. Cuma biayanya, hadiahnya tidak sebesar yang Pak Wali sudah sampaikan, baru di kisaran Rp10 juta," katanya.
Ia menjelaskan, peningkatan nilai hadiah menunjukkan keseriusan Wali Kota Makassar dalam mengubah budaya masyarakat terhadap pengelolaan sampah. P
Pemerintah ingin menghadirkan kompetisi yang sehat sekaligus mendorong keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.
Selain penghargaan, pemerintah juga menyiapkan berbagai bentuk dukungan, mulai dari penyediaan sarana dan prasarana hingga pendampingan kepada masyarakat.
Di sisi lain, evaluasi juga akan dilakukan terhadap wilayah yang belum menjalankan kebijakan sesuai ketentuan.
Menurutnya, kombinasi antara edukasi, dukungan fasilitas, penghargaan, dan sanksi diharapkan mampu mempercepat perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah dari sumber.
"Artinya Pak Wali ini sudah menaruh harapan yang besar supaya masyarakat mau berubah. Akan ada reward, akan ada punishment, akan ada sarpras yang kita siapkan. Mudah-mudahan ini bisa menjadi tonggak sejarah baru pengelolaan persampahan," pungkasnya.