Kronologi 707 Orang Keracunan MBG di Semarang, Berbuntut SPPG Karangturi Ditutup Sementara oleh BGN
Mahdiyah August 02, 2026 11:34 PM

Grid.ID - Berikut ini kronologi 707 orang keracunan MBG atau Makan Bergizi Gratis di Semarang. Hal ini mengakibatkan SPPG yang berlokasi di Karangturi ditutup oleh BGN.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menjelaskan bahwa SPPG Karangturi, Semarang ditutup sementara. Hal ini merupakan buntut dari kronologi 707 orangkeracunan MBG.

Ia juga menjelaskan bahwa penutupan ini sambil menunggu hasil investigasi. Diketahui, sebanyak 707 orang mengalami keracunan MBG yang dimasak dan didistribusikan oleh SPPG Karangturi.

"Jadi dapurnya di-suspend (sambil) menunggu (hasil) investigasi. Jadi kemudian SPPG-nya juga kita beri surat peringatan," jelas Sudaryono.

"Jadi di-suspend ini kan ada mitra, ada yayasan, ada SPPG, ada yang di situ kita beri sanksi termasuk Korcam dan ke atas ini kami beri peringatan," ujar dia.

Kasus keracunan ini benarkan oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang. Ia menjelaskan bahwa korban mengalami gejala seperti pusing, mual, muntah, hingga diare.

Mengenai hasil pemeriksaan sampel, pihaknya membutuhkan 5 hingga 7 hari kerja. Dirinya menduga keracunan ini akibat bahan yang diolah.

"Kita butuh waktu paling tidak ya 7 hari, 5 hari kerja begitu untuk sampai dengan hasilnya," jelasnya.

"Kemudian kita bisa lihat hasil lab-nya. Tapi sejauh ini investigasi kita sejauh ini adalah dari bahan-bahan itu dan diduga memasaknya jauh lebih awal," sambung dia.

Sedangkan, untuk mencegah kejadian serupa, BGN akan menyiapkan sistem untuk memantau pengerjaan bahan makanan. PIhaknya mengaku akan segera mempercepat sistem ini agar segera digunakan oleh SPPG.

"Kita sudah siapkan sistemnya. Ini sekarang lagi kita paksa semua dapur, ada Korcam dan lain-lain, lagi kita paksa, kita kerja pakai sistem. Jadi kapan kol mulai dicacah, kapan dimasak itu semua kita lock. Dan kita lagi siapkan ini (sistemnya)" jelasnya.

Lalu, bagaimana kronologi 707 orang keracunan MBG ini? Dikutip dari KOMPAS.com pada Minggu (2/8/2026), kejadian ini terjadi di SMK N Semarang, Jawa Tengah.

Sebanyak 693 siswa dan 14 guru mengalami keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis atau MBG. Kejadian ini diketahui terjadi pada Jumat (31/7/2026) lalu.

Para korban mengalami beberapa gejala keracunan seperti pusing, mual, muntah, hingga diare. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam mengatakan bahwa penanganan keracunan ini dilakukan bersama puskesmas, rumah sakit, dan instansi lain.

"Fokus kami saat ini memastikan seluruh siswa maupun guru yang mengalami gejala memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhannya," jelasnya.

Saat kejadian, sebanyak 698 orang mendapatkan penanganan langsung di sekolah tersebut. Sedangkan, 9 orang lainnya dirujuk ke Puskesmas Halmahera, RSUD KRMT Wongsonegoro, RST Bhakti Wira Tamtama. dan Puskesmas Bangetayu.

Dinkes juga langsung mengaktifkan Tim Gerak Cepat atau TGC untuk segera melakukan penyelidikan. Pihaknya akan melakukan pemeriksaan episdemiolohi untuk menelusuri penyebab keracunan tersebut.

Sampel makanan, sisa pangan, serta spesimen dari korban dibawa ke laboratorium oleh tim. Hal ini guna mengetahui penyebab keracunan tersebut.

Pihaknya mengatakan bahwa penyebab kronologi 707 orang keracunan MBG ini belum dapat disimpulkan. Hal ini dikarenakan hasil laboratorium yang belum keluar.

"Kami belum dapat menyimpulkan penyebab kejadian sebelum seluruh proses pemeriksaan laboratorium selesai," ujarnya.

"Karena itu, kami mengimbau masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil pemeriksaan yang sedang berjalan," pungkasnya.

Hingga kini SPPG Karangturi masih belum beroperasi. Pihak Dinas Kesehatan juga masih menunggu hasil laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti keracunan tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.