Jejak Sinyal HP Satpam Waduk Jatiluhur Tewas Terborgol, Bawa Uang Linmas, Borgol Diduga Milik Pelaku
Rusaidah August 02, 2026 10:38 PM

 

BANGKAPOS.COM – Kematian satpam di kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat menguak fakta baru.

Satpam diketahui bernama Sumarna (42) yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan tangan terborgol setelah sebelumnya meninggalkan pos tempatnya bekerja.

Polisi kini masih mendalami sejumlah kemungkinan yang menjadi pemicu pembunuhan tersebut.

Satu di antara dugaan yang tengah diselidiki adalah persoalan uang milik anggota Linmas yang berada dalam penguasaan korban.

Baca juga: Sosok Faturhadi, Anak Petani Bangka Tolak UGM dan Beasiswa Australia, Pilih AAL Demi Bela Negara

Sumarna diketahui menjabat sebagai Komandan Peleton (Danton) Linmas dan dipercaya menyimpan uang sebesar Rp1,05 juta.

Uang tersebut merupakan Dana Bagi Hasil Pajak (DBHP) yang diperuntukkan sebagai pengganti uang Siltap untuk pembayaran BPJS Ketenagakerjaan anggota Linmas.

Namun hingga Sumarna ditemukan tewas, uang tersebut disebut belum dibagikan kepada anggota Linmas.

Kondisi itu kemudian menjadi salah satu hipotesa yang didalami penyidik untuk mengungkap motif pembunuhan.

Polisi juga menemukan fakta bahwa borgol yang digunakan untuk mengikat tangan korban diduga bukan milik Sumarna.

Borgol milik korban disebut masih melekat pada perlengkapan satpam miliknya saat ditemukan.

Dugaan Aksi Pembunuhan Lebih Satu Orang

Tak hanya itu, polisi menduga aksi pembunuhan tersebut dilakukan lebih dari satu orang.

Hasil autopsi sementara juga menunjukkan korban mengalami sejumlah luka, sementara tidak ditemukan lumpur atau pasir di tenggorokannya sehingga korban diduga telah meninggal sebelum tubuhnya ditenggelamkan.

Baca juga: Nasib Terbaru Mahasiswi Undana yang Viral Histeris Depresi 12 Kali Batal Sidang Skripsi

Seperti diketahui, motif utang piutang menjadi dugaan dalam kasus satpam tewas terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.

SATPAM JATILUHUR - Sumarna (42), petugas satpam, ditemukan meninggal dunia di perairan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, pada Jumat (24/7/2026). Korban ditemukan masih mengenakan seragam dinas lengkap dengan kedua tangan dalam kondisi terborgol, sehingga memunculkan dugaan adanya tindak pidana.
SATPAM JATILUHUR - Sumarna (42), petugas satpam, ditemukan meninggal dunia di perairan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, pada Jumat (24/7/2026). Korban ditemukan masih mengenakan seragam dinas lengkap dengan kedua tangan dalam kondisi terborgol, sehingga memunculkan dugaan adanya tindak pidana. (TribunJabar.id/Deanza/Kolase TribunTrends)

Diduga Sumarna memiliki masalah keuangan hingga membuatkan tewas terbunuh.

Dugaan motif ekonomi pertama kali muncul dari cerita kepala desa pada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Kades bercerita bahwa Sumarna menjabat sebagai Komandan Peleton (Danton) Linmas.

Ia dipercaya menyimpan Dana Bagi Hasil Pajak (DBHP)  yang diperuntukan sebagai pengganti uang Siltap untuk pembayaran BPJS Ketenagakerjaan anggota Linmas.

"Saya umumkan bahwa uang itu sudah dibayarkan. Uang pengganti BPJS Ketenagakerjaan itu sudah dibayarkan, tapi dititipkan ke kepalanya (Sumarna)," kata Kades ke Dedi Mulyadi.

Namun sampai ketika Sumarna ditemukan tewas terborgol, rupanya uang tersebut belum dibagikan ke anggota Linmas.

"Belum. Saya tahu belum itu begitu saya umumkan, mungkin teman-temannya itu mau ngambil ke pos, tapi ternyata gak ada," katanya.

Baca juga: Klasemen Akhir Piala Presiden 2026: Arema-Persija Bentrok Semifinal Juara Grup Persebaya-Persib

Jumlah uang yang disimpan Sumarna sebesar Rp 1.050.000.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochman mengatakan motif tersebut memang menjadi salah satu hipotesa yang didalami polisi.

"Kami ada empat hipotesa, salah satunya memang di situ (uang). Kita dalami beberapa interaksi yang bersangkutan dengan beberapa pihak ini yang memungkinkan itu sebagai penyebab adanya pembunuhan. Ini masih kita dalami. Tetapi salah satu dari hipotesa itu masuk," katanya.

Jejak Sinyal HP Sumarna 

17.00 WIB pulang ke rumah dan istirahat, tidur sampai 19.20 WIB.

20.00 WIB berangkat bekerja diantar oleh Siti Maryam

21.00 WIB keluar dari pos. Sempat istrinya dan anaknya juga mengunjungi pos karena jarak tempuhnya kurang lebih 100 meter.

23.00 WIB belum kembali, 

23.30 WIB Linmas mengecek ke pos 

02.00 WIB kembali ke pos dari lokasi yang berjarak 3,2 kilometer dari pos.

Borgol Bukan Milik Sumarna 

Dari hasil penyelidikan sementara, borgol yang digunakan mengikat tangan bukan milik Sumarna.

Pasalnya kata Hendra, borgol milik Sumarna masih melekat di perlengkapan satpam miliknya.

Kisah pilu keluarga Sumarna, satpam yang tewas dalam kasus dugaan pembunuhan di Waduk Jatiluhur, mengundang perhatian publik. Setelah kisahnya viral, bantuan berdatangan untuk anak dan istri korban, mulai dari Ahmad Sahroni, Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta hingga sejumlah influencer.
KELUARGA SUMARNA -- Kisah pilu keluarga Sumarna, satpam yang tewas dalam kasus dugaan pembunuhan di Waduk Jatiluhur, mengundang perhatian publik. Setelah kisahnya viral, bantuan berdatangan untuk anak dan istri korban, mulai dari Ahmad Sahroni, Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta hingga sejumlah influencer. (Dok istimewa/TribunnewsBogor.com)

"Salah satu fakta dikatakan borgol ini masih utuh yah, karena perlengkapan satpamnya tuh masih utuh," katanya.

Polisi menduga satpam tewas terborgol di Jatiluhur menggunakan borgol milik pelaku.

"Maka kita duga borgol yang digunakan pelaku ini bukan dari borgol korban, Berarti dari pelaku ini," katanya.

Fakta lain yang diduga kuat yakni jumlah pelaku.

Kombes Pol Hendra Rochman mengatakan diduga kuat pelaku tidak seorang diri.

"Dari beberapa penelusuran kita, pelakunya tidak hanya satu," katanya.

Baca juga: Analisis Pemain Kunci Indonesia Vs Vietnam Piala AFF 2026, H2H, Prediksi Skor: Waspada Trio Brasil

Hasil otopsi sementara menemukan sejumlah luka di tubuh Sumarna.

Mulai dari leher, hingga wajah.

"Hasil otopsi ini masih fakta yang ditemukan nampak dari jenazah, memang ada memar otot di bagian belakang leher, sampai leher kiri dan kanan. Memar di bibir dan hidung korban," katanya.

Selain itu tidak ditemukan lumpur di tenggorokan korban.

Artinya korban bukan tewas karena tenggelam.

"Tenggorokan korban tidak ditemukan benda seperti lumpur dan pasir. Kematiannya itu sebelum yang bersangkutan tenggelam ini kondisinya masih hidup," katanya.

(Tribun Bogor/Tribunnews.com/TribunNewsmaker.com/Surya.co.id/Bangkapos.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.