SkyAvenue 2026 Sukses Digelar di Istora Senayan, Libatkan 500 Siswa hingga Pecahkan Rekor MURI
Wahyu Aji August 02, 2026 11:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Festival musik terbesar persembahan SMA Labschool Kebayoran, SkyAvenue 2026, sukses digelar di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (1/8/2026).

Acara tersebut berlangsung meriah dengan menghadirkan sederet musisi ternama yang menghibur ribuan penonton.

Sejumlah penyanyi dan grup musik seperti RAN, Raisa, Kahitna, DIA x Naykilla, Dewa 19 feat Arlissa, hingga Marcello Tahitoe (Ello) tampil memukau di atas panggung. Ribuan penonton yang memadati lokasi acara tampak antusias bernyanyi bersama sepanjang pertunjukan.

Kesuksesan SkyAvenue 2026 menjadi bukti bahwa kreativitas, kolaborasi, dan kepedulian terhadap lingkungan mampu melahirkan sebuah festival berskala besar yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membawa pesan positif kepada masyarakat.

Di balik suksesnya penyelenggaraan acara, terdapat peran Nadhif Safei Daulay yang menjabat sebagai Ketua Panitia sekaligus Penanggung Jawab SkyAvenue 2026.

Di bawah koordinasinya, festival seni tahunan yang digagas siswa SMA Labschool Kebayoran itu berhasil mencatat berbagai pencapaian.

Mulai dari penjualan sebanyak 7.000 tiket yang ludes terjual hingga meraih Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui instalasi utama berbahan kain bekas.

Nadhif mengungkapkan, persiapan SkyAvenue 2026 dilakukan selama kurang lebih 10 bulan. Seluruh proses perencanaan hingga pelaksanaan melibatkan lebih dari 500 siswa SMA Labschool Kebayoran yang tergabung dalam kepanitiaan tanpa menggunakan jasa event organizer (EO).

Mengusung tema Ascension of the Eterniverse, SkyAvenue 2026 menghadirkan konsep empat realm, yakni hutan, laut, kota, dan es.

Melalui tema tersebut, panitia ingin mengangkat isu lingkungan serta mengajak masyarakat lebih peduli terhadap ancaman pemanasan global.

"Tema yang diangkat Ascension of the Eterniverse yang menggabungkan realm (hutan, laut, kota, dan es), di mana di setiap realm tersebut kami ingin meng-highlight masalah isu lingkungan yang terjadi di dunia nyata sebagai bentuk komitmen kami terhadap permasalahan pemanasan global," ujar Nadhif.

Pesan tersebut diwujudkan melalui berbagai elemen dekorasi hasil kolaborasi para siswa.

Selain mempercantik area festival, dekorasi juga menjadi media edukasi bagi para pengunjung mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Sebagai bentuk komitmen terhadap isu keberlanjutan, panitia turut menggandeng Setali Indonesia dalam program donasi kain.

Kolaborasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah tekstil melalui konsep daur ulang.

"Kolaborasi tersebut dilakukan guna meningkatkan awareness masyarakat umum yang datang ke SkyAvenue 2026 akan isu lingkungan yang terjadi dan juga sebagai reminder bahwa kita bisa melakukan sesuatu, salah satunya adalah recycle kain bekas dan menjadikannya monumen dekorasi yang indah," paparnya.

Komitmen terhadap isu keberlanjutan tersebut membuahkan hasil membanggakan.

SkyAvenue 2026 berhasil mencatatkan Rekor MURI melalui instalasi utama berupa replika pohon terbesar yang dibuat dari bahan kain bekas.

Karya tersebut menjadi simbol kepedulian siswa terhadap konsep sustainability sekaligus menunjukkan bahwa limbah tekstil dapat diolah menjadi karya seni bernilai tinggi.

Selain mengusung isu lingkungan, Nadhif menegaskan bahwa SkyAvenue 2026 dibangun di atas tiga nilai utama, yakni keberlanjutan, kemandirian, dan kesuksesan.

Baca juga: SMA Labschool Kebayoran Jaksel Juara 2 Kontes Nextgen Business di Vietnam

"Pertama adalah keberlanjutan, yang diwujudkan melalui pengangkatan isu lingkungan dalam konsep dekorasi. Kedua, kemandirian, karena seluruh proses penyelenggaraan dikerjakan sendiri oleh siswa SMA Labschool Kebayoran tanpa melibatkan EO. Ketiga, kesuksesan, yang tercermin dari penjualan 7.000 tiket yang habis terjual serta tingginya antusiasme masyarakat terhadap acara tersebut," tutup Nadhif.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.