TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengingatkan agar penggalangan iuran untuk memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak membebani masyarakat.
Menurut Dedy, semangat gotong royong tetap harus dijaga dalam pelaksanaan berbagai kegiatan HUT ke-81 RI.
Namun, pengumpulan bantuan dari warga harus dilakukan secara sukarela tanpa adanya unsur paksaan.
Pesan tersebut disampaikan seiring Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mulai mematangkan persiapan rangkaian perayaan HUT ke-81 RI yang akan digelar mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga tingkat kota.
RT dan Kelurahan Diimbau Tidak Memaksa Warga
Dedy mengatakan pemerintah daerah telah menggelar rapat koordinasi untuk membahas teknis pelaksanaan berbagai kegiatan HUT ke-81 RI.
Ia memastikan setiap kelurahan diberikan keleluasaan untuk menggelar perlombaan dan kegiatan dalam rangka memeriahkan peringatan kemerdekaan.
"Kemarin kita sudah rapat, ada nanti perlombaan tingkat kelurahan, kecamatan, dan juga tingkat kota. Jadi pada intinya, karena ini memang kegiatan rutin, nanti masing-masing kelurahan boleh mengadakan," ujar Dedy, dikutip TribunBengkulu dari laman Pemkot Bengkulu, Minggu (2/8/2026).
Meski demikian, Dedy memberikan catatan khusus terkait skema pendanaan kegiatan di tingkat bawah.
Menurutnya, asas gotong royong harus tetap dijaga tanpa membebani kondisi keuangan masyarakat.
Ia juga mengimbau pihak rukun tetangga (RT) maupun kelurahan agar bijak apabila ingin menggalang bantuan swadaya dari warga.
"Prinsipnya kita gotong royong, tapi tidak memberatkan. Termasuk juga kalau misalkan RT atau lurah meminta bantuan pada warga, tetap dengan bagaimana tidak merasa paksaan," tambahnya.
Perayaan Tak Perlu Digelar Mewah
Untuk diketahui, Pemerintah Kota Bengkulu mulai mematangkan persiapan menjelang perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Berbagai rangkaian kegiatan dan perlombaan hiburan direncanakan digelar secara merata mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga tingkat kota.
Rangkaian perlombaan HUT ke-81 RI di Kota Bengkulu diprediksi mulai ramai dilaksanakan memasuki minggu kedua bulan Agustus dengan melibatkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.
Namun demikian, Dedy menegaskan bahwa esensi utama peringatan HUT ke-81 RI adalah rasa syukur, kebersamaan, dan kegembiraan seluruh masyarakat.
Karena itu, menurutnya, kegiatan tidak perlu dirancang secara mewah ataupun berskala besar apabila justru berpotensi menjadi beban.
Ia menilai perlombaan sederhana yang mampu menghadirkan suasana kebersamaan lebih penting untuk menjaga tradisi perayaan Agustusan.
"Karena ini kan untuk riang-riang saja, jadi enggak usah juga harus adakan besar-besar. Ambil riangnya bae (saja), makan kerupuk misal, balap sarung, lomba anak-anak, jadi lah itu," pungkas Dedy.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini