TRIBUN-MEDAN. com, MEDAN- Partai Gerindra optimistis tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan kembali meningkat seiring semakin matangnya implementasi berbagai program pemerintah.
Hal itu disampaikan juru bicara Gerindra yang juga Sekretaris Gerindra Sumut, Sugiat Santoso. Pernyataan itu menanggapi hasil survei yang memperlihatkan adanya penurunan tingkat kepuasan terhadap Presiden Prabowo.
"Kami sangat optimistis, seiring dengan makin matangnya eksekusi program strategis pemerintah dan manfaatnya mulai dirasakan langsung di dapur-dapur rumah tangga rakyat, angka kepuasan publik dan survei akan dengan sendirinya merangkak naik kembali," ujar Sugiat kepada tribun, Minggu (2/8/2026).
Sugiat mengatakan, dinamika hasil survei adalah hal wajar dalam sistem demokrasi.
Oleh karena itu, Gerindra memandang survei sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja, bukan sebagai penentu arah kebijakan pemerintah.
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI itu juga menegaskan Gerindra tidak panik menyikapi turunnya angka kepuasan publik.
Sebab, hasil survei justru menjadi pengingat bagi pemerintah agar mempercepat pelaksanaan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
"Partai Gerindra sama sekali tidak panik dengan penurunan atau dinamika angka survei. Justru angka-angka ini kami baca secara jernih sebagai alarm pengingat dan aspirasi jujur dari masyarakat yang harus direspons dengan percepatan kinerja, bukan dengan kegelisahan politik," jelas Sugiat.
Sugiat menekankan, perhatian pemerintah saat ini tetap diarahkan pada penyelesaian berbagai persoalan mendasar.
Di antaranya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas pendidikan, hingga memperluas akses layanan kesehatan.
Selain itu, pemerintah juga masih terus melanjutkan program strategis nasional, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan ketahanan pangan, serta penataan ekonomi dan birokrasi.
"Kadang, kebijakan yang tepat untuk masa depan bangsa butuh proses dan tidak langsung populer seketika, namun harus berani diambil demi kemaslahatan rakyat," tutur Sugiat.
Sugiat menilai naik atau turunnya suatu hasil survei tidak dapat dilepaskan dari proses penataan kebijakan yang sedang berlangsung.
Menurut dia, pemerintah saat ini masih membangun fondasi agar program-program prioritas dapat berjalan secara berkelanjutan.
"Ketika pemerintah sedang melakukan pembenahan mendasar, seperti penataan anggaran, stabilisasi harga, dan persiapan program skala nasional, reaksi publik memang bisa sangat dinamis," ucapnya.
"Sekarang adalah waktunya bekerja keras, bukan bertanding wacana," pungkasnya.
Tingkat kepuasan publik pada kinerja Presiden Prabowo Subianto kini menyentuh angka 51,1 persen, persentasenya menurun 30,1 persen dalam sembilan bulan terakhir.
Pada November 2025 angka kepuasan Prabowo sentuh angka 81,2 persen.
Angka tersebut berdasarkan hasil survei terbaru yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 5-19 Juli 2026 bertajuk, Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden.
(cr17/tribun-medan.com)