Tiga Hal Ini Sebaiknya Tidak Dilakukan Setelah Makan Malam
Misran Asri August 02, 2026 11:54 PM

Berbaring terlalu cepat setelah makan malam bisa menyebabkan asam lebih mudah naik kembali ke kerongkongan dan kondisi ini dapat memicu mulas di malam hari

PROHABA.CO - Patut anda ketahui kebiasaan yang tidak boleh dilakukan setelah makan malam. Hal-hal tersebut dapat berpengaruh pada kenyamanan pencernaan serta tidur bagi sebagian orang bila dialkukan.

Meskipun tidak ada satu kebiasaan yang bisa menjamin pencernaan yang sempurna, beberapa penyesuaian dapat membantu mengurangi pemicu masalah pencernaan dan mendukung tidur malam yang lebih nyaman.

Sebagaimana dikutip dalam siaran Eating Well pada Sabtu (1/8/2026), ahli gastroenterologi menyampaikan tiga hal yang sebaiknya tidak dilakukan setelah makan malam.

1. Berbaring setelah makan malam

Berbaring terlalu cepat setelah makan malam bisa menyebabkan asam lebih mudah naik kembali ke kerongkongan dan kondisi ini dapat memicu mulas di malam hari, yang mengganggu tidur.

"Salah satu kebiasaan buruk yang harus dihindari adalah berbaring sekitar dua hingga tiga jam setelah makan," kata ahli gastroenterologi Edmundo Rodriguez-Frias, M.D, dikutip dari Antara.

Berbaring tepat setelah makan, ia menjelaskan, bisa membuat berat badan menarik bagian bawah kerongkongan dan menyebabkan masalah pencernaan seperti refluks asam atau mulas.

Baca juga: Sayur Lodeh Tempe, Pilihan Praktis dan Murah untuk Menu Makan Siang

"Tetap tegak setelah makan akan memberi waktu pada perut Anda untuk mencerna makanan dengan benar dan membantu memastikan anda tidur dengan nyaman," katanya.

Solusi praktisnya adalah menyelesaikan makan malam lebih awal dan mengisi waktu sebelum tidur dengan kegiatan yang memungkinkan posisi badan tetap tegak seperti merapikan dapur, berjalan-jalan santai, atau membaca.

2. Langsung berolahraga lari setelah makan malam

Ahli gastroenterologi Savita Srivastava, M.D.  mengatakan bahwa setelah makan tubuh berada dalam mode "istirahat dan mencerna", sehingga energi dan aliran darah dapat diarahkan ke usus untuk pencernaan dan penyerapan nutrisi yang optimal.

"Lari membuat tubuh Anda memasuki mode 'bertarung atau lari' untuk mengalihkan aliran darah ke sistem muskuloskeletal," katanya.

"Ini berarti usus kekurangan oksigen dan energi ketika sangat membutuhkannya, yang menyebabkan kram perut dan diare pelari yang mengganggu," ia menambahkan.

Baca juga: Ternyata Menu Sarapan ini Bisa Menurunkan Berat Badan

Kalau ingin berolahraga sungguh-sungguh, sebaiknya menunggu beberapa jam setelah makan kenyang sebelum berlari.

3. Minum alkohol sebelum tidur

Dokter spesialis gastroenterologi dan hepatologi Michael Bass, M.D. mengatakan bahwa minum alkohol dapat mengendurkan katup di bagian bawah kerongkongan.

"Masalahnya adalah alkohol mengendurkan katup di bagian bawah kerongkongan, katup yang seharusnya menahan asam lambung, dan itu mengganggu tidur Anda di paruh kedua malam," katanya.

"Anda akan bangun dengan kurang segar dan lebih banyak mengalami refluks," ia menambahkan.(*)

Baca juga: Resep Nasi Ayam Hainan, Cocok Jadi Menu Makan Malam Spesial

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.