Terpilih Sebagai Ketua KONI Probolinggo, Reno Handoyo Dapat Target Tembus 10 Besar Porprov Jatim
Luky Setiyawan August 02, 2026 11:57 PM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Probolinggo - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Probolinggo memasang target menembus 10 besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur. 

Hal itu jadi target usai Ketua KONI Kabupaten Probolinggo resmi diduduki Reno Handoyo usai terpilih aklamasi mengganti Zainul Hasan melalui Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab).

Target membawa Kabupaten Probolinggo menembus 10 besar dalam ajang Porprov Jawa Timur menjadi pekerjaan rumah pertama yang harus dijawab Ketua KONI Kabupaten Probolinggo terpilih, Reno Handoyo.

Target itu diterima Reno Handoyo usai Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris menginginkan olahraga tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah melalui konsep sport tourism.

Baca juga: Ibu-Ibu Diduga Jadi Sasaran Begal di Banyuanyar Probolinggo, Sempat Diseret ke Selokan

"Kita terima dong tantangan itu. Dengan kerukunan bersama teman-teman, kita akan bekerja keras. Kita akan memotivasi semua atlet, semua pelatih, seluruh pengurus cabang olahraga," kata Reno, Minggu (2/8/2026).

"Kami akan datang ke base camp masing-masing untuk memberi semangat dan memastikan mereka mendapatkan dukungan," imbuhnya.

Persoalan utama yang dihadapi banyak cabang olahraga (Cabor) hingga kini masih berkutat pada keterbatasan sarana latihan dan pembinaan atlet. Karena itu, KONI tidak akan hanya mengandalkan anggaran pemerintah.

Sebagai anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, lanjut Reno, akan membangun kemitraan dengan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). 

"Skema yang disiapkan adalah menghadirkan "bapak asuh" bagi setiap cabang olahraga sehingga pembinaan atlet memiliki dukungan yang lebih berkelanjutan," ungkap Reno.

"Ke depan kami akan merangkul CSR yang ada di Kabupaten Probolinggo dan mengajak para investor dan perusahaan agar setiap cabang olahraga memiliki bapak asuh. Dengan begitu, pembinaan atlet tidak hanya bergantung pada anggaran pemerintah," tambhanya.

Sementara Bupati Probolinggo gus dr. Mohammad Haris menilai target masuk 10 besar Porprov bukan sekadar ambisi. Target tinggi diperlukan untuk membangun semangat dan mengubah pola pembinaan olahraga di Kabupaten Probolinggo.

"Boleh dong target kita tinggi agar jadi penyemangat untuk berusaha. Bismillah, semoga 10 besar bisa menjadi target bagi kita," tutur Gus Haris.

Namun, Gus Haris mengingatkan, ukuran keberhasilan KONI tidak berhenti pada perolehan medali. Namun setiap agenda olahraga mampu memberi dampak ekonomi sekaligus memperkenalkan potensi wisata Kabupaten Probolinggo.

"Kita tidak hanya bicara prestasi. Kita punya konsep sport tourism, di mana cabang olahraga dikombinasikan dengan destinasi wisata. Harapannya, setiap ada event olahraga, dampaknya terasa bagi perekonomian masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi wisata Kabupaten Probolinggo," pungkasnya.

(Ahsan Faradisi/TribunjatimTimur.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.