SURYA.co.id, SURABAYA – Operasi penyelamatan korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, melibatkan sedikitnya sembilan kapal dan satu perahu nelayan.
Hingga Minggu (2/8/2026) pukul 21.00 WIB, Basarnas mencatat sebanyak 231 penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sementara lima orang dinyatakan meninggal dunia.
Dengan demikian, total korban yang telah berhasil dievakuasi mencapai 236 orang.
Baca juga: Menhub Evaluasi Operator KMP Mutiara Sentosa II Usai Kebakaran di Perairan Sumenep
Seluruh proses penyelamatan dilakukan oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi saat kebakaran terjadi, sebelum tim SAR tiba di lokasi.
Berdasarkan data Kantor SAR Surabaya, KM Meratus Pematang Siantar menjadi kapal yang mengevakuasi korban terbanyak, yakni 111 penumpang selamat serta dua korban meninggal dunia.
Kapal tersebut kemudian berlayar menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
TB Hasnur 26 menyelamatkan 65 penumpang dan mengevakuasi satu korban meninggal dunia.
Selanjutnya, Transco Arafura mengevakuasi 17 penumpang yang kemudian dipindahkan ke KM Ferindo untuk dibawa ke Pelabuhan Lombok.
Meratus Project 3 mengevakuasi 13 penumpang selamat dan satu korban meninggal dunia.
Sementara Selaras Mas membawa 13 penumpang selamat menuju Pelabuhan Tanjung Perak.
Kapal Prakarsa Mas menyelamatkan enam orang sebelum dipindahkan ke Selaras Mas.
SC Aila XVII mengevakuasi sembilan penumpang yang kemudian dialihkan ke KN SAR Permadi menuju Posko Pelabuhan Kalianget.
Di sisi lain, British Mentor menyelamatkan dua penumpang, sedangkan Icon Daniel mengevakuasi satu korban meninggal dunia.
Satu penumpang lainnya berhasil diselamatkan oleh perahu nelayan dari wilayah Ambunten.
"Update pukul 21.00 WIB, jumlah korban yang berhasil dievakuasi sebanyak 231 orang selamat dan lima orang meninggal dunia. Total korban yang telah terevakuasi mencapai 236 orang," ujar Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, dalam keterangan tertulis.
Operasi SAR bermula setelah Kantor SAR Surabaya menerima laporan dari Syahbandar Tanjung Perak pada pukul 08.24 WIB mengenai kapal yang terbakar di perairan utara Madura.
Satu menit kemudian, operator kapal PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) turut melaporkan bahwa KMP Mutiara Sentosa II yang melayani rute Surabaya–Makassar mengalami kebakaran.
Informasi awal dari nahkoda menyebut api muncul sekitar pukul 06.00–07.00 WIB saat kapal berada di perairan utara Madura. Namun, setelah laporan pertama dikirimkan, komunikasi dengan nahkoda terputus.
Basarnas bersama Syahbandar, Pos SAR Sumenep, dan Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget kemudian melakukan koordinasi untuk menentukan posisi kapal.
Sekitar pukul 09.45 WIB, KMP Mutiara Sentosa II terdeteksi berada sekitar 19 mil laut di utara Pulau Buruan, Sapudi. Saat itu kondisi kapal dilaporkan hampir seluruhnya dilalap api, sementara para penumpang berkumpul di haluan dan anjungan menunggu pertolongan.
Meratus Project 3 tidak dapat merapat karena mengangkut muatan mudah terbakar. Tugas evakuasi kemudian diambil alih oleh TB Hasnur 26 yang mulai mengevakuasi penumpang pada pukul 09.59 WIB.
Sekitar pukul 10.20 WIB, sebagian penumpang memilih melompat ke laut untuk menghindari kobaran api. Mereka kemudian dievakuasi oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi, termasuk TB Hasnur 26, Meratus Pematang Siantar, Prakarsa Mas, British Mentor, dan Transco Arafura.
Sementara itu, KN SAR 249 Permadi diberangkatkan menuju lokasi dengan estimasi waktu tempuh sekitar enam jam untuk memperkuat operasi pencarian dan penyelamatan.
Hingga laporan terakhir pada pukul 11.00 WIB, puluhan penumpang masih berada di atas kapal sehingga operasi SAR terus dilanjutkan hingga seluruh korban berhasil dievakuasi.