Suka Ngunyah Es Batu? Tubuh Mungkin Sedang Memberi Sinyal Ini
GH News August 03, 2026 07:09 AM
Jakarta -

Sering ngemil mengunyah es batu bukan sekadar kebiasaan. Kondisi ini bisa menjadi tanda pagophagia yang berkaitan dengan kekurangan zat besi dan gangguan kesehatan.

Mengunyah es batu sering dianggap kebiasaan sepele. Banyak orang melakukannya setelah menikmati minuman dingin karena terasa segar dan renyah.

Namun, jika keinginan mengunyah es muncul setiap hari dan sulit dikendalikan, kondisinya bisa berbeda. Kebiasaan tersebut dapat menjadi petunjuk adanya masalah kesehatan yang perlu diperhatikan.

Dilansir dari WebMD, (19/2/2026), dalam dunia medis, kebiasaan ini dikenal sebagai pagophagia. Kondisi tersebut termasuk gangguan makan yang membuat seseorang memiliki dorongan kuat untuk mengunyah atau memakan es batu secara berulang.

Trik Tepat Isi Air Untuk Es BatuBeberapa orang punya kebiasaan untuk mengunyah es batu yang ternyata hal ini menjadi tanda sinyal dari tubuh. Foto: iStock

Hingga kini, penyebab pasti pagophagia masih diteliti. Namun, para ahli menemukan hubungan yang cukup kuat antara kebiasaan tersebut dengan anemia akibat kekurangan zat besi.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa keinginan mengunyah es dapat berkurang setelah kadar zat besi kembali normal. Kondisi ini membuat dokter sering menyarankan pemeriksaan darah pada pasien yang mengalami pagophagia.

Namun kekurangan zat besi bukan satu-satunya penyebab. Pagophagia juga dapat dikaitkan dengan mulut kering, kekurangan mineral tertentu, hingga beberapa gangguan kesehatan mental seperti gangguan obsesif kompulsif atau OCD.

Para peneliti menduga sensasi dingin dari es dapat membantu meningkatkan kewaspadaan pada penderita anemia. Meski demikian, mekanisme pasti mengapa hal tersebut terjadi masih belum diketahui.

Ice cube traysKebiasaan mengunyah es batu bisa menjadi tanda kekurangan zat besi atau OCD. Foto: Thinkstock

Kebiasaan mengunyah es secara terus-menerus juga dapat berdampak pada kesehatan gigi. Lapisan enamel bisa terkikis sehingga gigi menjadi lebih sensitif dan mudah rusak.

Pada sebagian orang, tekanan saat menggigit es bahkan dapat menyebabkan gigi retak. Tambalan gigi maupun kawat gigi juga berisiko mengalami kerusakan bila kebiasaan ini terus dilakukan.

Penanganan pagophagia bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika dipicu kekurangan zat besi, dokter umumnya akan memberikan suplemen serta menyarankan pola makan yang kaya akan zat besi.

Sesekali mengunyah es batu sebenarnya tidak selalu menandakan pagophagia. Namun jika kebiasaan itu berlangsung terus-menerus, sulit dihentikan, atau disertai keluhan lain, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.