TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Pengeroyokan kepada wasit saat laga semifinal Danlanud Cup 2026 berbuntut panjang.
Wasit Ridho Bekti yang menjadi korban pengeroyokan suporter memilih menempuh jalur hukum atas peristiwa yang dialami.
Ridho melaporkan pengeroyokan yang dialami ke polisi.
Diketahui, Ridho dikeroyok suporter yang tiba-tiba masuk ke lapangan lantaran tak puas dengan keputusannya.
Saat kejadian, Ridho memimpin laga semifinal yang mempertemukan Andalas FC dengan Gama Adipasir.
Baca juga: Buntut Wasit Dikeroyok, Askab PSSI Purbalingga Tarik Semua Perangkat Pertandingan dari Danlanud Cup
Pertandingan tersebut berlangsung di Lapangan Garuda Manunggal Lanud Wirasaba, Kabupaten Purbalingga, Kamis (30/7/2026).
Ridho berharap, laporan ini menjadi awal tidak ada lagi kekerasan di dunia olahraga.
"(Harapannya) di sepak bola tidak ada lagi kekerasan."
"Kalau ada kesalahan, miskomunikasi dari wasit, tidak perlu terjadi tindak kekerasan karena tindak kekerasan dalam olahraga itu tidak dibenarkan, apapun caranya," kata Ridho, Sabtu (1/8/2026), dikutip dari Kompas TV.
Ridho pun berharap keadilan atas apa yang dialami.
"Berharap, proses hukum tetap berjalan sebagaimana mestinya, keadilan harus tetap ditegakkan."
"Tidak ada tempat untuk perilaku yang mengarah pada kekerasan," katanya.
Akibat pengeroyokan itu, Ridho mengalami memar pada pelipis, sakit di bagian belakang, juga jari yang harus diperban.
Sementara itu, seusai insiden pengeroyokan wasit, PSSI Purbalingga menghentikan sementara kompetisi.
Mereka juga menarik seluruh perangkat pertandingan yang bertugas sebagai bentuk protes atas lemahnya perlindungan kepada perangkat pertandingan.
Baca juga: Tanah sudah Dihibahkan, Mega Proyek Sekolah Terintegrasi Purbalingga Segera Terwujud
PSSI Purbalingga juga menyesalkan kericuhan dan pengeroyokan wasit dalam laga antar kampung.
"Sangat prihatin dengan kejadian tersebut karena ini ada hubungannya dengan multiplayer efek, adanya permainan tentunya ada suporter."
"Update per hari ini, kami mendapat instruksi dari ketum (PSSI Purbalingga), sementara (kompetisi) dihentikan."
"Tapi untuk koordinasi lanjutan (dengan panitia), kami belum memperoleh informasi," kata Wakil Ketua PSSI Purbalingga Dedi Ambar Santoso. (*)