Toko Buku di Pangandaran Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Ratusan Juta Rupiah
Seli Andina Miranti August 03, 2026 10:45 AM

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Toko Buku Al Hikmah 2 di Dusun Karangsari, RT 06/RW 03, Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dilanda kebakaran pada Senin (3/8/2026) pagi. 

Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada mesin EDC (Electronic Data Capture) yang masih terhubung ke aliran listrik.

Peristiwa tersebut membuat warga sekitar panik setelah melihat kepulan asap tebal keluar dari dalam toko. 

Ketua RT setempat, Siswanto, kemudian melaporkan kejadian itu kepada petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 05.45 WIB.

Menerima laporan itu, personel pemadam kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Pangandaran langsung bergerak ke lokasi.

Baca juga: Kebakaran di Kejuden Cirebon, Ayah dan Bayinya Ditemukan Tergeletak Mengenaskan di Dalam Rumah

Dengan jarak tempuh sekitar 5 kilometer dan waktu respons sekitar tujuh menit, petugas segera melakukan pemadaman sehingga api berhasil dikendalikan dan tidak meluas ke bangunan di sekitarnya.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Pangandaran, Ade, mengatakan kebakaran diduga berasal dari lelehan jaringan listrik pada mesin EDC atau alat transaksi elektronik yang diduga lupa dicabut dari stopkontak setelah digunakan.

"Diduga terjadi lelehan pada jaringan listrik mesin EDC yang masih terhubung ke listrik sehingga memicu kebakaran," ujar Ade dihubungi Tribun Jabar melalui WhatsApp, Senin pagi.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.15 WIB. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran menghanguskan sebagian isi toko.

"Sejumlah buku mengalami kerusakan parah akibat terbakar maupun terkena kepulan asap. Selain itu, sejumlah uang tunai yang berada di dalam toko juga ikut hangus," katanya.

Berdasarkan hasil pendataan petugas, luas area yang terdampak mencapai sekitar 20 x 40 meter. 

Nilai keseluruhan aset toko diperkirakan mencapai Rp 2,3 miliar, sementara kerugian akibat kebakaran ditaksir sekitar Rp 100 juta. Berkat penanganan cepat petugas, aset senilai sekitar Rp 2,2 miliar berhasil diselamatkan.

Dalam proses penanganan kebakaran, Damkar Pangandaran mengerahkan personel dari Pos Wilayah 1 dan Pos Wilayah 2. Proses pemadaman turut dibantu unsur TNI, Polri, petugas PLN, dan masyarakat sekitar.

Ia mengimbau masyarakat agar memastikan seluruh peralatan listrik, termasuk mesin transaksi elektronik, dicabut dari sumber listrik setelah digunakan.

"Ya agar menghindari risiko korsleting yang dapat memicu kebakaran seperti kejadian sekarang ini," ucap Ade. *

Baca juga: Kebakaran Lahan Meroket di Kabupaten Bandung, Juli Sumbang 72 Kasus

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.