SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Garis batas administrasi Provinsi Sumatera Selatan dan Lampung tidak pernah benar-benar memisahkan keterikatan kultural dan ekonomi masyarakat perbatasan.
Salah satu contoh paling unik adalah hubungan antara Kabupaten Mesuji di Lampung dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) di Sumatera Selatan.
Nama "Mesuji" sendiri begitu melekat di kedua belah pihak. Di wilayah OKI, keberadaan kawasan seperti Kecamatan Mesuji, Mesuji Makmur, hingga Mesuji Raya menjadi bukti sejarah dan kedekatan geografis yang tak terpisahkan.
Namun, dalam ruang pembangunan modern, kedua daerah tetangga ini terus memacu potensi masing-masing.
Baca juga: Menengok 5 Daerah dengan Lulusan SMA ke Atas Tertinggi di Sumsel
Pertanyaannya jika diadu berdasarkan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 yang dimutakhirkan pada Februari 2026, daerah manakah yang tampil lebih maju?
Sebagai daerah otonom baru (DOB) hasil pemekaran Kabupaten Tulang Bawang pada tahun 2008, Kabupaten Mesuji bertransformasi cepat menjadi salah satu lumbung pangan utama di Lampung.
Bentang alamnya disokong oleh komoditas unggulan sektor pertanian dan perkebunan, seperti padi, jagung, hingga kelapa sawit yang menjadi penggerak utama roda ekonomi warga.
Sementara itu, Kabupaten OKI berdiri sebagai kabupaten terluas di Sumatera Selatan.
Didominasi oleh wilayah dataran rendah dan hamparan rawa yang membentang, OKI memiliki keunggulan komparatif di sektor perkebunan kelapa sawit, pertanian pangan, serta potensi perikanan darat dan tangkap yang melimpah.
Berdasarkan pemutakhiran data IDSD per Februari 2026, Kabupaten OKI berhasil mencatatkan skor total 3,45, unggul tipis dari Kabupaten Mesuji yang mengantongi skor total 3,28.
Keunggulan OKI tersebar di berbagai pilar utama pembentuk daya saing daerah, Sektor Inovasi
OKI mencatatkan keunggulan cukup signifikan pada pilar inovasi dengan skor 1,89, sementara Mesuji berada di angka 1,30.
Hal ini mengindikasikan iklim ekosistem inovasi dan tata kelola berbasis kebaruan di OKI berjalan lebih dinamis.
Infrastruktur dan Aksesibilitas
Sebagai daerah penyangga dan perlintasan utama koridor Sumatera, pilar infrastruktur OKI meraih skor 3,31, mengungguli Mesuji yang mencatatkan skor 2,68.
Tantangan geografis Mesuji sebagai daerah pemekaran relatif membutuhkan akselerasi pembangunan fisik yang lebih masif.
Stabilitas Ekonomi Makro & Pasar Tenaga Kerja
Pada pilar stabilitas ekonomi makro dan pasar tenaga kerja, kedua daerah bersaing sangat ketat. OKI mencatatkan skor stabilitas ekonomi 3,89 dan pasar tenaga kerja 2,34, sedangkan Mesuji menempel ketat dengan skor stabilitas ekonomi 3,88 dan pasar tenaga kerja 2,32.
Meskipun OKI unggul dalam akumulasi skor IDSD, pencapaian Mesuji sebagai daerah pemekaran muda tidak bisa dipandang sebelah mata.
Kemampuannya menjaga stabilitas ekonomi makro hampir setara dengan daerah tetangganya yang berusia jauh lebih tua.
Bagi kedua daerah, kompetisi daya saing ini bukanlah pertarungan saling menjatuhkan, melainkan momentum untuk saling melengkapi di kawasan perbatasan lintas provinsi.
Penguatan konektivitas infrastruktur dan kolaborasi iklim investasi di border area Sumsel-Lampung ini berpotensi membawa dampak ekonomi positif yang jauh lebih besar bagi masyarakat di kedua belah pihak.