TRIBUN-TIMUR.COM - Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, HM Jusuf Kalla (84) dan lima menteri Kabinet Merah Putih dijadwalkan hadiri Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) XXXV di Hotel Claro Makassar, Senin-Selasa (3-4/8/2026).
Forum bertema Ketahanan Ekonomi Nasional: Peran Pengusaha Indonesia di Tengah Fragmentasi Global itu menjadi forum konsolidasi pengusaha sekaligus ruang dialog strategis dengan pemerintah.
Ketua Apindo Sulsel, Suhardi, menyatakan sejumlah menteri Prabowo Subianto telah mengonfirmasi kehadiran.
Salah satunya Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat. “Pak Jumhur juga semua sudah confirm datang,” kata Suhardi, Minggu (2/8/2026).
Selain JK, pembukaan Rakerkonas dijadwalkan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
Baca juga: Rakornas APINDO Jadi Peluang Emas Promosi UMKM Sidrap
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, serta Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.
Dari unsur organisasi hadir Ketua Umum Apindo Shinta W Kamdani, Ketua Dewan Pertimbangan Apindo Sofjan Wanandi, dan Ketua DPP Apindo Sulsel, Suhardi.
Suhardi menyatakan kehadiran perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pangan masih menunggu kepastian.
Apindo masih menanti apakah Zulkifli Hasan hadir langsung atau diwakili Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Rangkaian kegiatan diawali kuliah umum bersama mahasiswa Universitas Hasanuddin pada Senin (3/8/2026) pukul 09.00-10.00 Wita di Ruang Senat Lantai 2 Gedung Rektorat Unhas, Tamalanrea, Makassar.
Kuliah umum menghadirkan Ketua Umum Apindo Shinta W Kamdani sebagai pembicara.
Chief Executive Officer (CEO) Sintesa Group itu mengangkat tema Membangun Generasi Entrepreneur dan Pencipta Lapangan Kerja di Tengah Ketidakpastian Ekonomi.
Agenda tersebut menjadi pembuka Rakerkonas sekaligus ruang diskusi antara kalangan akademisi dan dunia usaha mengenai tantangan ekonomi nasional maupun global.
Pada hari yang sama, Apindo menggelar Business Investment Expo di Ballroom Sandeq A-B Hotel Claro Makassar mulai pukul 13.00 Wita.
Pembukaan expo dijadwalkan dihadiri Jusuf Kalla, Shinta W Kamdani, dan Suhardi.
Business Investment Expo menjadi ajang promosi peluang investasi dari berbagai daerah sekaligus mempertemukan investor dengan pelaku usaha.
Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan Business Investment Forum pukul 14.00-16.30 Wita.
Forum tersebut membahas prospek investasi, pengembangan industri, serta peluang kolaborasi bisnis.
Puncak kegiatan berlangsung Selasa (4/8/2026) melalui pembukaan resmi Rakerkonas Apindo di Hotel Claro Makassar.
Rakerkonas merupakan forum tahunan Apindo yang mempertemukan pengurus nasional hingga daerah untuk menyusun program kerja.
Selanjutnya mengevaluasi pelaksanaan organisasi, serta merumuskan kebijakan strategis menghadapi dinamika dunia usaha.
Melalui forum tersebut, Apindo juga mendorong sinkronisasi kebijakan pemerintah dengan kebutuhan pelaku usaha guna memperkuat investasi, meningkatkan daya saing industri, menjaga ketahanan ekonomi nasional, serta memperluas penciptaan lapangan kerja.
Berdasarkan rundown kegiatan, peserta juga akan mengikuti dialog bersama para menteri, sidang komisi Rakerkonas, hingga berbagai forum bisnis yang mempertemukan pemerintah, investor, dan pelaku usaha.
Rangkaian kegiatan turut dihadiri sekira 12 perwakilan diplomatik dari berbagai negara, termasuk Duta Besar Belanda dan Duta Besar Singapura, serta sejumlah konsul jenderal dan perwakilan kedutaan.
Selain itu, organisasi mitra seperti Kamar Dagang dan Industri juga dijadwalkan hadir bersama para pelaku usaha nasional dan daerah.
Suhardi mengungkapkan peserta yang telah mengonfirmasi kehadiran mencapai lebih dari 700 orang dari berbagai daerah di Indonesia.
Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena peserta dari kalangan pengusaha lokal masih dalam tahap konfirmasi.
Persiapan pelaksanaan Rakerkonas sendiri telah mencapai sekitar 90 persen.
Menurut Suhardi, seluruh kebutuhan utama, mulai dari hotel, lokasi expo, hingga fasilitas kegiatan telah siap.
Namun, susunan acara masih dapat berubah mengikuti kepastian kehadiran sejumlah pejabat negara.
“Yang menyebabkan belum 100 persen karena tingkat kehadiran mereka belum ada yang tiba-tiba batal, ada yang tiba-tiba masuk. Ketika itu terjadi, rundown acara pun berubah. Rundown acara kami juga pembukaan ini sudah tiga kali berubah,” ujarnya.