UPDATE Penyebab Ledakan di Rumah Mewah Polonia, Polisi Akhirnya Temukan Titik Kebocoran Gas
Ilham Fazrir Harahap August 03, 2026 11:27 AM

 

TRIBUN-MEDAN.com - Polisi akhirnya menemukan titik kebocoran gas yang menyebabkan ledakan besar di rumah mewah di Komplek Grand Polonia, Kota Medan.

Mulai sejak awal mulai terjadinya ledakan pada Senin (20/7/2026) lalu, tim gabungan Polrestabes Medan, Bid Labfor Polda Sumut, dan Perusahaan Gas Negara (PGN) wilayah Sumut terus mengintensifkan proses pendeteksian penyebab ledakan. 

Sebagai informasi, komplek mewah di kawasan Kecamatan Medan Polonia ini dialiri oleh jaringan gas metana yang dialirkan oleh PGN. 

Baca juga: Ternyata Atlet Golf Jesslyn Bukan Diculik, Pergi ke Bangkok Bareng Keluarga, Polisi Hentikan Kasus

LEDAKAN RUMAH MEWAH - Tim gabungan kembali melakukan olah TKP lanjutan terkait insiden rumah mewah yang meledak di Komplek Grand Polonia, Kota Medan, Rabu (22/7/2026). Dari identifikasi hari ketiga ini, Bid Labfor Polda Sumut menemukan bukti adanya tiga terminal gas metana yang ada di rumah tersebut.
LEDAKAN RUMAH MEWAH - Tim gabungan kembali melakukan olah TKP lanjutan terkait insiden rumah mewah yang meledak di Komplek Grand Polonia, Kota Medan, Rabu (22/7/2026). Dari identifikasi hari ketiga ini, Bid Labfor Polda Sumut menemukan bukti adanya tiga terminal gas metana yang ada di rumah tersebut. (TRIBUN MEDAN/Muhammad Nasrul)

Pantauan www.tribun-medan.com, hingga beberapa hari pascakejadian ledakan tim gabungan masih terus melakukan pendeteksian untuk memaksimalkan penyelidikan.

Informasi yang didapat, dikabarkan tim gabungan sudah berhasil mendeteksi titik gas yang mengalami kebocoran. 

"Puji Tuhan, kemarin kita sudah menemukan titiknya. Sementara itu yang bisa saya sampaikan," ujar Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, Minggu (2/8/2026). 

Namun, Calvijn mengaku sejauh ini ia belum bisa membeberkan lebih rinci terkait di mana titik yang menjadi sumber peristiwa yang menelan tiga korban jiwa ini.

Dirinya menjelaskan, nantinya ia akan memaparkan secara rinci perihal hasil penyelidikan tim gabungan terkait terjadinya ledakan di komplek mewah ini. 

Baca juga: Tapsel Raih 3 Penghargaan pada PRSU ke-50, Gus Irawan: Kesungguhan Jadi Kunci Keberhasilan

"Nanti akan saya sampaikan di kesempatan selanjutnya. Mudah-mudahan tak lama lagi kami akan menyampaikan proses secara utuh, tidak hanya titiknya, tetapi bagaimana rangkaian awal ini sebelum terjadinya ledakan, sesaat ledakan terjadi, dan setelah ledakan," katanya. 

Dalam proses penyelidikan kasus ini, Calvin Calvijn menjelaskan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah mulai dari awal hingga akhir.

Untuk langkah pertama, dirinya menyebutkan pihaknya terlebih dahulu memastikan di tempat tersebut memang ditemukan adanya kandungan gas metana.

RUMAH MELEDAK - Pascaledakan rumah mewah petugas mengoperasikan alat berat untuk membersihkan puing-puing rumah yang terdampak pascaledakan di Komplek Grand Polonia, Medan, Selasa (21/7/2026). Berdasarkan hasil penyelidikan awal Polrestabes Medan, ledakan tersebut diduga dipicu kebocoran pipa gas bawah tanah yang mengakibatkan tujuh rumah mengalami kerusakan.
RUMAH MELEDAK - Pascaledakan rumah mewah petugas mengoperasikan alat berat untuk membersihkan puing-puing rumah yang terdampak pascaledakan di Komplek Grand Polonia, Medan, Selasa (21/7/2026). Berdasarkan hasil penyelidikan awal Polrestabes Medan, ledakan tersebut diduga dipicu kebocoran pipa gas bawah tanah yang mengakibatkan tujuh rumah mengalami kerusakan. (TRIBUN MEDAN/M Daniel Effendi Siregar)

"Terjadinya ledakan karena kebocoran gas, bukan karena penyebab lainnya," katanya. 

Kemudian langkah kedua, pada saat kejadian pihak kepolisian melakukan upaya evakuasi seluruh korban baik yang selamat maupun yang telah meninggal dunia.

Selanjutnya, dilakukan proses investigasi bersama antara tim Labfor dengan PGN hingga akhirnya dilakukan rangkaian proses penyelidikan dan penyidikan.

Baca juga: Bantah Putrinya Dituding Nonton Kpop Pakai APBN, Wagub Banten: Duit Dia Banyak

Untuk memastikan penyebab ledakan dan di mana titik kebocoran, Calvijn mengatakan pihaknya melakukan penanganan dengan menggali bagian rumah selama tiga hingga empat hari.

Katanya, dalam hal ini membutuhkan waktu pengerjaan yang cukup lama karena membutuhkan kehati-hatian mengingat kondisi bangunan yang rawan. 

"Di situ yang membutuhkan proses agak lama, karena proses menggalinya melibatkan ahli konstruksi bangunan dengan tukang yang profesional untuk mengantisipasi supaya tidak ada ambruk lanjutan. Karena posisi bangunannya itu sudah kita pasang steger," katanya. 

Periksa 36 Saksi

Selain proses penyelidikan TKP ledakan, Polrestabes Medan diketahui sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

Diungkapkan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, hingga saat ini total saksi yang telah dimintai keterangannya sebanyak 36 orang. 

"Sampai dengan saat ini ada sekurang-kurangnya 36 saksi yang sudah kita ambil keterangan, pro justitia, BAP dari beberapa klaster," ujar Calvijn, Minggu (2/8/2026). 

Diungkapkan Calvijn, dari total saksi yang dimintai keterangan pihaknya membagi ke dalam beberapa bagian.

RUMAH MELEDAK - Rumah mewah di Kompleks Grand Polonia, Medan Polonia, Kota Medan, meledak pada Senin (10/7/2026). (KOMPAS.com/EKO AGUS HERIANTO)
RUMAH MELEDAK - Rumah mewah di Kompleks Grand Polonia, Medan Polonia, Kota Medan, meledak pada Senin (10/7/2026). (KOMPAS.com/EKO AGUS HERIANTO) (Kompas.com)

Seperti dari klaster lingkungan perumahan itu sendiri, yang mana ada beberapa orang yang dimintai keterangan. Mulai dari Kepala Lingkungan (Kepling), warga setempat, dan lainnya. 

"Kemudian, klaster dari pemilik rumah itu sendiri. Ya puji Tuhan kita sudah memeriksa walaupun, mohon maaf, situasi berkabung dengan beberapa ART yang ada," katanya. 

Selanjutnya, Polrestabes Medan juga melakukan pemeriksaan terhadap klaster eksternal.

Dimana, dari klaster ini dicari tau dan untuk memastikan dari yang bertanggung jawab dari proses rumah tersebut berdiri dan seterusnya.

Selain itu, pihak eksternal yang dilakukan pemeriksaan juga tak terlepas dari pihak PGN selaku instansi pemilik saluran gas yang ada di komplek tersebut. 

"Jadi sampai dengan saat ini, mungkin bertambah ya jumlahnya, tapi sampai dengan saat ini, Sabtu kemarin kita ada datakan ada 36. Mudah-mudahan nanti kita bisa sampaikan minggu depan," ungkapnya. 

Disinggung perihal apakah dalam peristiwa ini pihaknya ada menemukan unsur kelalaian, Calvijn belum bersedia memberikan keterangan lebih lanjut.

Dirinya mengungkapkan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan menggelar rilis untuk memaparkan hasil penyelidikan yang dilakukan pada kasus ini. 

(/tribun-medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.