TRIBUNPEKANBARU.COM - Berikut jawaban dalam soal Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 31 Latihan 6 BAB 1 Kurikulum Merdeka Revisi
Namun sebelum melihat kunci jawaban, sebaiknya siswa dapat mengerjalan soal secara sendiri-sendiri.
Kunci jawaban nantinya digunakan sebagai pembanding untuk mengukur kemampuan diri.
Simak jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 31 Latihan 6 BAB 1 Kurikulum Merdeka Revisi, pahami dengan baik
Latihan 6
Buatlah kerangka karangan berdasarkan topik-topik berikut!
1. Penggunaan ponsel bagi anak-anak, antara boleh dan tidak boleh
2. Studi wisata bagi siswa SMP, antara rekreasi dan pemborosan biaya
3. ..... (jika topik 1 dan 2 tidak kuasai, kalian boleh memilih topik sendiri)
Pembahasan:
1. Penggunaan Ponsel bagi Anak-anak, antara Boleh dan Tidak Boleh
Topik/Judul :
Penggunaan Ponsel bagi Anak-anak, antara Boleh dan Tidak Boleh
Pendahuluan :
Penggunaan ponsel di kalangan anak-anak semakin meningkat seiring perkembangan teknologi. Sebagian orang berpendapat bahwa ponsel bermanfaat untuk belajar dan berkomunikasi. Namun, ada pula yang menilai penggunaan ponsel dapat membawa dampak negatif apabila tidak diawasi. Oleh karena itu, penggunaan ponsel oleh anak-anak perlu disikapi dengan bijaksana.
Argumen
A. Boleh (Pro)
B. Tidak Boleh (Kontra)
Simpulan/Resolusi
Anak-anak boleh menggunakan ponsel, tetapi harus didampingi dan diawasi oleh orang tua. Penggunaannya juga perlu dibatasi agar lebih banyak dimanfaatkan untuk belajar, berkomunikasi, dan kegiatan yang bermanfaat.
2. Studi Wisata bagi Siswa SMP, antara Rekreasi dan Pemborosan Biaya
Topik/Judul :
Studi Wisata bagi Siswa SMP, antara Rekreasi dan Pemborosan Biaya
Pendahuluan :
Studi wisata merupakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan di luar sekolah. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman belajar secara langsung, tetapi sering menimbulkan perbedaan pendapat karena membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Oleh sebab itu, perlu dipertimbangkan manfaat dan mekurangannya.
Argumen
A. Rekreasi (Pro)
B. Pemborosan Biaya (Kontra)
Simpulan/Resolusi
Studi wisata tetap dapat dilaksanakan apabila memiliki tujuan pendidikan yang jelas, biaya yang terjangkau, serta direncanakan dengan baik. Sekolah juga perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi seluruh siswa agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat tanpa memberatkan siapa pun.
(Tribunpekanbaru.com)