TRIBUNNEWS.COM – Roc Nation Sports International, agensi yang menaungi sejumlah pesepak bola top dunia termasuk bintang Real Madrid, Vinicius Junior, mengeluarkan pernyataan keras terkait maraknya laporan transfer yang mereka sebut tidak benar dan merugikan.
Melalui akun Instagram resminya, Presiden Internasional Roc Nation Sports, Michael Yormark, mengecam sejumlah media yang dinilai menyebarkan informasi palsu demi menarik perhatian publik.
"Roc Nation Sports International dan seluruh tim kami tidak dapat tinggal diam ketika media yang tidak profesional dan tidak berpengetahuan menerbitkan informasi palsu dan merugikan untuk tujuan mencari perhatian," tulis Yormark.
Pernyataan tersebut muncul di tengah derasnya rumor mengenai masa depan Vinicius Junior.
Pemain asal Brasil itu terus dikaitkan dengan kemungkinan hengkang dari Real Madrid pada bursa transfer musim panas ini.
Arsenal menjadi klub yang paling santer disebut tertarik memboyong Vinicius ke Premier League.
Sebelumnya, Arsenal dikabarkan telah mencapai kesepakatan awal dengan Roc Nation, agensi yang menaungi Vinicius Junior, dikutip dari Mundo Derportivo.
Kabar tersebutlah yang membuat Roc Nation meradang.
Bahkan, menjelang laga uji coba pramusim Arsenal melawan Girona, pelatih Mikel Arteta sempat ditanya mengenai rumor tersebut.
Arteta yang dikabarkan mengagumi kualitas Vinicius hanya memberikan jawaban diplomatis.
"Kami sangat aktif, mencoba meningkatkan dan mengembangkan tim. Itu jelas. Kami berharap akan ada pergerakan dalam beberapa minggu ke depan karena kami ingin menjadi lebih baik seperti tim lain," ujar Arteta, dikutip dari Sportbible.
Meski begitu, dengan masih dibukanya jendela transfer musim panas 2026 hingga 1 September, semua kemungkinan bisa terjadi jika Vinicius menginginkan hengkang dan Arsenal menyanggupi biaya klausul pelepasannya.
Los Blancos disebut hanya bersedia melepas pemain sayap asal Brasil tersebut jika ada klub yang sanggup membayar lebih dari 160 juta euro atau sekitar Rp3,2 triliun, seperti yang dilaporkan Sports Illustrated.
Nilai tersebut akan menjadi rekor penjualan terbesar sepanjang sejarah Real Madrid, melampaui transfer Cristiano Ronaldo ke Juventus pada 2018 yang mencapai 117 juta euro (sekitar Rp2,38 triliun).
Roc Nation juga seret Real Madrid
Selain Vinicius, Roc Nation juga menangani talenta muda Pantai Gading, Yan Diomande, yang belakangan ramai dikabarkan segera bergabung dengan Real Madrid.
Namun, proses transfer pemain berusia 19 tahun itu disebut mengalami hambatan.
Laporan Diario AS mengklaim pengumuman resmi kepindahan Diomande ke Santiago Bernabeu tertunda akibat konflik antarpihak yang mengurus sang pemain.
Perselisihan tersebut disebut melibatkan Max Gradel, pemilik perusahaan Maxidel Management, dengan Roc Nation Sports.
Maxidel, yang sebelumnya membawa Diomande dari Leganes ke RB Leipzig, dikabarkan telah mengajukan pengaduan kepada FIFA.
Mereka menuding telah terjadi pelanggaran kontrak setelah Real Madrid disebut memilih bernegosiasi dengan Roc Nation dalam proses transfer pemain tersebut.
Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Real Madrid maupun FIFA terkait laporan tersebut.
Sementara itu, pernyataan Roc Nation dipandang sebagai upaya untuk meredam berbagai spekulasi yang terus berkembang mengenai masa depan Vinicius Junior maupun Yan Diomande di bursa transfer musim panas 2026.
(Tribunnews.com/Ali)