TRIBUNSUMSEL.COM -- Insiden kebakaran melanda KMP Mutiara Sentosa 2 di Perairan Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Minggu (2/8/2026).
Kapal yang melayani rute pelayaran dari Surabaya menuju Makassar tersebut dilaporkan mulai terbakar sejak Minggu pagi.
Hingga Minggu (2/8/2026) sore, kondisi badan kapal masih terdeteksi panas karena kobaran api belum sepenuhnya padam.
Meskipun ratusan penumpang berhasil diselamatkan dari lokasi kejadian, upaya pencarian dan pendataan terhadap puluhan penumpang lainnya masih terus bergerak dinamis.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun hingga Minggu malam dikutip dalam Tribunnews.com berikut adalah rincian fakta terkait peristiwa tersebut.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menjelaskan bahwa laporan awal mengenai musibah ini diterima oleh petugas siaga Syahbandar Tanjung Perak pada pagi hari pukul 08.24 WIB.
Informasi tersebut kemudian dikonfirmasi oleh pihak pengelola kapal, PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP).
Berdasarkan data yang dihimpun, KMP Mutiara Sentosa 2 mengangkut sebanyak 271 penumpang dalam pelayaran menuju Makassar.
"Pihak perusahaan kapal mendapat info dari nahkoda bahwa kapal terbakar di ujung utara madura sekitar pukul 06.00 - 07.00 WIB dan setelah itu nahkoda tidak dapat dihubungi kembali," ujarnya, dikutip dalam Tribunnews.com, Senin (3/8/2026).
Seketika setelah laporan diterima, tim SAR gabungan beserta kapal-kapal komersial dan tunda yang berada di sekitar rute pelayaran langsung dikerahkan untuk melakukan pertolongan darurat.
Operasi penyelamatan dramatis di perairan utara Sumenep terus bergerak cepat seiring bertambahnya jumlah armada yang memberikan pertolongan.
Hingga Minggu (2/8/2026) malam pukul 21.00 WIB, Tim SAR Gabungan mencatat total 231 penumpang berhasil diselamatkan dari musibah kebakaran tersebut, sementara 5 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia.
Proses pemindahan para korban dari lokasi kejadian melibatkan kerja sama solid di perairan.
Setidaknya lebih dari sembilan kapal yang kebetulan melintas di sekitar titik kebakaran turut berinisiatif membantu mengevakuasi korban selamat maupun korban jiwa.
Selain armada kapal komersial dan tunda, sebuah perahu nelayan lokal dari wilayah Ambunten juga memegang peran penting dalam menyelamatkan seorang penumpang.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menyampaikan pembaruan data resmi terkait jumlah keseluruhan penumpang yang telah berhasil dipindahkan dari area bahaya.
"Update pukul 21.00 WIB total korban terevakuasi selamat berjumlah 231 orang selamat dan meninggal dunia 5 orang. Total keseluruhan penumpang yang terevakuasi 236 orang. Sebuah perahu nelayan wilayah Ambunten berhasil mengevakuasi satu orang dalam kondisi selamat," ujar Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, melalui pesan resmi tertulisnya, dalam Tribunnews.com, dikutip Senin (3/8/2026)
Situasi darurat di atas kapal memicu kepanikan hingga memaksa sejumlah penumpang mengambil keputusan berisiko dengan melompat ke laut demi menghindari kobaran api yang meluas.
Beruntung, sejumlah kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian bergerak cepat memindahkan para penumpang dari air.
Nanang merinci bahwa usai menerima laporan, Basarnas Surabaya langsung menggerakkan armada utama beserta personel penyelamat.
"Pukul 09.55 WIB Kapal Negara SAR 249 Permadi dan rescuer Kantor SAR Surabaya melakukan persiapan menuju lokasi KMP Mutiara Sentosa 2. Pukul. 09.59 WIB TB Hasnur 26 proses evakuasi penumpang KMP Mutiara Sentosa 2," sebutnya.
Upaya penyelamatan tersebut turut dibantu oleh kapal-kapal lain yang berada di area terdekat dari koordinat kebakaran, termasuk TB Hasnur 26 dan Kapal British Mentor.
"Beberapa penumpang melompat ke laut dan dievakuasi oleh TB Hasnur 26 dan Kapal British Mentor. Di sekitar lokasi ada 4 kapal yang merapat, pukul 10.20 WIB. KN SAR 249 Permadi menuju ke lokasi dengan estimasi waktu tempuh 6 jam," tandasnya.
Guna mengonsolidasikan penanganan dampak musibah dan penanganan logistik korban, Polresta Sumenep mengambil langkah cepat dengan mendirikan posko terpadu yang berpusat di Pelabuhan Kalianget.
Plt Kasi Humas Polresta Sumenep, Ipda Ardan, menyatakan bahwa jajaran kepolisian telah diterjunkan ke lapangan untuk mendukung kelancaran operasi penyelamatan.
"Kapolresta Sumenep langsung menuju Pelabuhan Kalianget dan memerintahkan seluruh personel yang terlibat untuk melakukan langkah-langkah penanganan sesuai tugas masing-masing," ungkap Ipda Ardan.
Selain mendirikan posko, pihak kepolisian juga memperketat pengamanan di sekitar wilayah perairan tempat kejadian perkara demi mencegah timbulnya risiko baru bagi masyarakat maupun nelayan setempat.
"Kami juga melakukan mitigasi bersama masyarakat agar tidak ada kapal ataupun warga yang mendekati lokasi kejadian karena proses evakuasi masih berlangsung,"
"Hingga saat ini proses evakuasi masih berlangsung dan Polresta Sumenep terus berkoordinasi dengan Basarnas, KSOP, serta instansi terkait untuk memastikan seluruh penumpang dapat dievakuasi dengan selamat," kata Ipda Ardan.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com