6 dari 9 Rumah Rata dengan Tanah, Kebakaran Hebat di Lais Muba Diduga karena Korsleting Listrik
Weni Wahyuny August 03, 2026 11:32 AM

TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU - Kebakaran hebat menghanguskan sembilan rumah di Dusun I, Desa Teluk, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, Minggu (2/8/2026) sore.

Dari peristiwa kebakaran tersebut, enam rumah ludes terbakar, sementara tiga rumah lainnya mengalami kerusakan sebagian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, enam rumah yang terbakar hingga rata dengan tanah masing-masing milik Arina (70), Muzaki (55), Hengki (40), Siti Nurbaya (70), Rohaya (60), dan Ihwan Maruf (70).

Sementara tiga rumah milik Usman Efendi (55), Amja (65), dan Sando (65) mengalami kerusakan sekitar 30 persen akibat jilatan api. 

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp2 miliar.

Kepala Dusun I Desa Teluk, Gopur (43),  mengatakan kebakaran pertama kali diketahui setelah terdengar teriakan meminta pertolongan. 

Baca juga: Ada Luka di Dada, Mayat Pria Tanpa Busana Ditemukan di Parit Kebun Sawit di Keluang Muba

Saat didatangi, kobaran api sudah membesar dan dengan cepat menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya.

"Apinya berasal dari salah satu rumah warga, karena angin cukup kencang jadi api cepat membesar apalagi posisi bangunan dari kayu," kata Gopur.

Sementara, Kapolsek Lais AKP Syawaludin, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. 

Begitu menerima laporan, personel Polsek Lais langsung menuju lokasi.

"Petugas pemadam kebakaran dari Kecamatan Lais tiba sekitar pukul 15.30 WIB dan langsung melakukan pemadaman bersama masyarakat. Selain itu, dua unit mobil pemadam milik PT Medco Energi dikerahkan untuk membantu memadamkan api," ungkapnya.

Kebakaran berlangsung sekitar tiga jam, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.00 WIB. 

Dari hasil penyelidikan sementara api diduga pertama kali muncul dari salah satu rumah yang saat kejadian ditinggal pemiliknya menghadiri resepsi pernikahan.

"Kita masih menyelidiki sumber api, namun dugaan awal mengarah pada korsleting atau arus pendek listrik. Selain itu, kondisi bangunan yang didominasi material kayu serta jarak antara rumah yang berdekatan membuat api dengan cepat merembet dan memperbesar dampak kebakaran,"tambahnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama dengan memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman.

"Kami mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah dan  memastikan seluruh peralatan elektronik dimatikan saat rumah ditinggalkan,"imbaunya.(dho)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.