TRIBUNNEWS.COM - Kebakaran lahan yang dijadikan tempat pembuangan sampah liar terjadi di Jalan Penggilingan Baru, Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur pada Sabtu (1/7/2026).
Kebakaran diduga akibat anak-anak yang bermain api di lahan kosong seluas sekitar 6.000 meter persegi.
Pemadaman terkendala sampah plastik yang ada di bawah puing-puing bangunan.
Petugas pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan kobaran api.
Namun, salah satu pemadam kebakaran bernama Andriyono meninggal saat bertugas.
Kelurahan Dukuh terapit oleh koridor Jalan Tol Jagorawi di sisi timur dan Tol JORR di sisi selatan.
Posisinya sangat strategis karena dekat dengan transportasi utama seperti Terminal Kampung Rambutan serta kawasan wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung serta Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengirimkan karangan bunga ke rumah duka di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.
Mereka mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya Andriyono yang menjabat sebagai Kepala Regu Grup Cepu Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur, Sektor Cipayung.
Baca juga: Misteri Terbakarnya Mobil Damkar Satu-satunya di Bangka Barat, Korsleting hingga Dugaan Sabotase
Istri Andriyono, Linda (42), menerangkan suaminya memiliki riwayat penyakit jantung sejak 2025.
Ia mendapat kabar kematian Andriyono dari rekan kerja suami.
"Pas dikabarin bapak ada di Rumah Sakit Harapan Bunda. Enggak bilang bapak enggak ada. Mungkin karena saya jauh ya posisi dari Depok Sawangan menuju ke Harapan Bunda," tuturnya, Minggu (2/8/2026), dikutip dari TribunJakarta.com.
Andriyono dikenal sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab dan selalu meluangkan waktu untuk keluarga.
"Anak satu kelas 2 SD, cuma punya anak angkat dua. Anak sambungnya dua, sudah lulus sekolah, kerja bareng saya."
"Yang satu SMP kelas 1 baru masuk, dan anak kandungnya satu ini kelas 2 SD," lanjutnya.
Ia telah mengikhlaskan kepergian suami yang meninggal di tengah tugas.
"Cuma kemarin mungkin memang sudah ajal, sudah jalannya. Sudah tugas dia, tugas negara (sebagai petugas pemadaman kebakaran) yang harus dia emban," tandasnya.
Baca juga: Menatap Risiko Pekerjaan, 1.016 Damkar Jaksel Disasar Literasi Keuangan
Jenazah telah dimakamkan di TPU Centex, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur yang tak jauh dari rumah.
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Megantara, menerangkan Andriyono gugur saat mencari sumber air guna membantu proses pemadaman.
Adriyono mengeluhkan nyeri saat penyambungan selang dan meminta tolong dibawa ke rumah sakit.
Korban dinyatakan meninggal di RS Harapan Bunda pada pukul 13.30 WIB.
"Tim medis telah melakukan upaya resusitasi jantung paru (RJP). Namun, almarhum dinyatakan wafat pada pukul 13.30 WIB. Almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit jantung," pungkasnya.
(Tribunnews.com/Mohay) (TribunJakarta.com/Bima)