TRIBUNBENGKULU.COM - Aktor senior Diding Boneng dikabarkan meninggal dunia pada Senin (3/8/2026) pagi.
Kabar meninggalnya Diding Boneng disampaikan langsung oleh putranya, Wira, melalui sambungan telepon.
"Iya (Diding Boneng) meninggal dunia," ujar Wira, dikutip Senin.
Menurut informasi dari pihak keluarga, aktor bernama asli Zainal Abidin itu akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo, Jakarta Selatan, Senin siang.
Sebelum meninggal dunia, kondisi kesehatan Diding Boneng sempat menurun hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Pada Februari 2026 lalu, Diding Boneng dikabarkan dirawat di Radjak Hospital, Salemba, Jakarta Pusat karena penyakit asmanya kambuh.
Informasi tersebut disampaikan oleh salah satu putra Diding, Ari.
"Sebelum-sebelumnya dia sempat yang ngerasa pusing kayak gitu, demam, sama ada batuk juga," kata Ari kepada awak media.
Kondisi kesehatan Diding Boneng kemudian semakin menurun hingga sempat meminta tolong kepada temannya untuk diantar ke klinik.
Ari mengaku saat itu dirinya memang tidak berada di rumah.
Setelah mengetahui kabar tersebut, Ari kemudian mendatangi klinik dan akhirnya ayahnya dirujuk ke rumah sakit.
"Ketika dia udah nge-drop banget dia telepon temannya, saya perlu diantar ke klinik, awalnya gitu.
Saat itu saya belum ada di rumah karena kerja gitu. Nggak lama dapat kabar katanya ada teman bapak yang mengantar ke klinik. Yaudah saya otomatis langsung samper ke klinik, dari klinik kemudian dirujuk ke rumah sakit akhirnya," beber Ari.
Dikatakan Ari, ayahnya dibawa ke rumah sakit pada Rabu (18/2/2026) malam.
Sebelum mendapatkan ruang rawat inap, Diding Boneng sempat ditempatkan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).
"Itu masuk sekitar Rabu malam, masih menunggu di IGD sekitar satu jam untuk masuk ke ruang rawat inapnya itu, jam satu baru masuk," ungkapnya.
Asisten Ungkap Hasil Laboratorium
Saat menjalani perawatan intensif akibat serangan asma akut, Diding Boneng mengaku kondisinya mulai menunjukkan perkembangan.
"Kondisi saat ini saya yang pasti lebih baik dari awal saya dibawa kemari. Cuma, mungkin belum sempurna betul atau belum baik betul. Baru aja ganti infus saya," jelasnya saat ditemui di ruang perawatannya di Radjak Hospital, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (20/2/2026).
Meski demikian, ia masih harus dibantu dengan alat pernapasan dan infus untuk menstabilkan kondisinya.
Asisten Diding, Didi Hardi, mengatakan pihak medis masih terus melakukan observasi mendalam.
Hasil laboratorium menunjukkan kondisi yang cukup stabil, namun tim dokter masih melakukan pemantauan ketat terhadap fungsi paru-paru sang aktor.
"Iya, ini karena sesak napasnya aja. Karena sesak napasnya, jadi itu yang lagi diobatin sama dokternya," kata Didi Hardi.
Ia juga menyebutkan bahwa Diding masih membutuhkan waktu istirahat yang cukup sebelum diperbolehkan pulang.
Diding Soroti Dukungan Rekan Teater
Di tengah masa pemulihannya, Diding juga mengungkapkan dukungan yang diterimanya dari rekan-rekan sejawat.
Diding yang memiliki latar belakang kuat di dunia teater sebelum terjun ke layar lebar merasakan perbedaan dukungan dari dua komunitas tersebut.
Hingga hari ketiga perawatannya, ia menyatakan belum ada perwakilan dari industri film yang datang menjenguk secara langsung.
"Selama saya sakit di sini, mungkin secara jarak jauh ada, sudah banyak. Tapi yang hadir ke sini belum ada orang-orang film, belum ada," ungkap Diding Boneng.
Menurut Diding, para seniman teater justru menunjukkan solidaritas yang tinggi sejak awal dirinya dilarikan ke rumah sakit pada Rabu malam.
Ia menceritakan bahwa pihak yang paling sigap membantu proses evakuasi medisnya dari rumah hingga ke RS Panti Menteng, kemudian dirujuk ke Radjak Hospital, adalah rekan-rekan dari komunitas teater.
"Kalau anak-anak teater banyak. Yang sudah masuk sini banyak, dari kemarin itu, dari awal-awal yang antar saya ke sini aja itu anak-anak teater," ujar Diding.
"Tapi kalau dari film belum ada sampai hari ini. Belum," tegas aktor yang dikenal lewat peran-peran ikoniknya di film Warkop DKI tersebut.
Pemicu asma kali ini diduga berkaitan dengan kondisi tempat tinggal Diding.
Saat itu, ia terpaksa tinggal di pengungsian sementara karena rumah pribadinya di kawasan Matraman sedang dalam proses renovasi setelah sempat rubuh akibat cuaca ekstrem.