TRIBUNJOGJA.COM – Jika berbicara tentang Kabupaten Magelang, banyak orang langsung teringat Candi Borobudur.
Padahal, di bagian selatan Magelang terdapat sebuah kawasan yang juga menyimpan banyak kuliner legendaris, yakni Muntilan.
Muntilan sudah lama dikenal sebagai pusat perdagangan yang menghubungkan Magelang dan Yogyakarta.
Tidak heran jika daerah ini memiliki beragam tempat makan yang telah bertahan puluhan tahun dan masih menjadi favorit warga hingga sekarang.
Popularitas kuliner Muntilan juga kembali mencuri perhatian setelah sejumlah tempat makan legendarisnya dikunjungi oleh food vlogger Ria SW.
Mulai dari sop empal, sate kambing, mangut lele, hingga nasi lesah, semuanya memiliki cita rasa khas yang membuat banyak orang rela datang kembali.
Lantas, apa saja kuliner legendaris yang wajib dicoba saat berkunjung ke Muntilan?
Salah satu kuliner yang tidak boleh dilewatkan adalah Sop Empal Bu Haryoko.
Warung makan ini sudah berdiri sejak tahun 1989 dan hingga kini tetap mempertahankan cita rasanya.
Menariknya, usaha tersebut dikelola secara turun-temurun oleh keluarga dan belum pernah membuka cabang di tempat lain.
Dalam satu porsi, pengunjung akan mendapatkan nasi hangat, kuah sop bening yang gurih, bihun, sayuran, serta potongan empal sapi yang terkenal empuk.
Perpaduan kuah yang ringan dengan daging sapi yang lembut membuat menu ini cocok disantap sebagai sarapan maupun makan siang.
Harga satu porsinya sekitar Rp30.000.
Sop Empal Bu Haryoko berada di Jalan Veteran Nomor 9, Sayangan, Muntilan dan buka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 15.00 WIB.
Jangan terkecoh dengan namanya. Sate Jambu sama sekali tidak menggunakan buah jambu sebagai bahan utama.
Nama tersebut berasal dari lokasinya yang berada di dekat Pasar Jambu, sehingga masyarakat kemudian mengenalnya sebagai Sate Jambu.
Warung ini sudah ada sejak sekitar tahun 1960-an. Awalnya, sang pendiri berjualan sate secara keliling dengan cara dipikul sebelum akhirnya memiliki tempat usaha sendiri. Kini, usaha tersebut telah diteruskan oleh generasi kedua.
Menu andalannya bukan hanya sate kambing bakar, melainkan sate goreng dan tengkleng goreng.
Sate goreng memiliki proses penyajian yang berbeda dari sate pada umumnya. Setelah daging kambing dibakar, potongan daging dilepas dari tusuk sate, kemudian ditumis bersama kol dan bumbu rempah hingga menghasilkan cita rasa gurih, manis, dan sedikit pedas.
Tekstur dagingnya tetap empuk, sementara bumbunya meresap hingga ke dalam sehingga memberikan sensasi yang berbeda dibandingkan sate kambing biasa.
Satu porsi sate goreng dibanderol sekitar Rp40.000.
Warung Sate Jambu berada di Jalan Sampurna Nomor 6, Balerejo, Muntilan. Tempat makan ini buka mulai pukul 13.00 hingga 22.00 WIB.
Namun, pengunjung sebaiknya datang lebih awal karena menu favoritnya sering habis sebelum malam tiba.
Baca juga: Proyek Pagar Pakuwon Mall Jogja Dihentikan Sementara, Manajemen Tepis Isu Antisipasi Demo Agustus
Jika berbicara tentang kuliner khas Muntilan, banyak warga akan langsung menyebut Warung Makan Purnama.
Tempat makan yang berada di Jalan Magelang–Yogyakarta KM 13, Tangkilan, Pabelan ini sudah lama menjadi langganan masyarakat sekitar maupun para pelintas jalur Magelang, Yogyakarta.
Meski menyediakan beragam menu, seperti pecel, wader, hingga udang, hidangan yang paling banyak dicari adalah mangut lele.
Mangut lele di Warung Purnama memiliki kuah santan yang gurih dengan cita rasa pedas yang pas.
Aroma rempahnya terasa kuat, sementara daging lelenya lembut karena menggunakan ikan yang masih segar.
Menariknya, harga menu ini disesuaikan dengan ukuran ikan lele yang dipilih. Satu porsi mangut lele dibanderol mulai sekitar Rp20.000, sehingga pengunjung bisa memilih sesuai selera.
Tak sedikit warga Muntilan yang merantau mengaku selalu menyempatkan mampir ke Warung Purnama saat pulang kampung karena cita rasanya yang tidak banyak berubah sejak dulu.
Selain sop dan sate, Muntilan juga memiliki kuliner khas bernama nasi lesah. Sekilas tampilannya memang mirip soto, tetapi memiliki karakter rasa yang berbeda.
Salah satu tempat yang cukup dikenal untuk menikmati menu ini adalah Nasi Lesah Yoshi yang berada di Wonosari, Gunungpring, Muntilan.
Dalam satu mangkuk, nasi lesah berisi suwiran ayam, bihun, tauge rebus, wortel, dan disiram kuah gurih yang kaya rempah.
Pengunjung juga bisa menambahkan lauk pendamping seperti telur puyuh, tahu bacem, perkedel, hingga tempe goreng.
Perpaduan kuah hangat dengan isian yang lengkap membuat nasi lesah cocok disantap kapan saja, terutama saat pagi atau sore hari.
Harganya pun cukup ramah di kantong. Satu porsi nasi lesah dibanderol mulai sekitar Rp10.000, sehingga menjadi salah satu kuliner favorit masyarakat setempat.
Jika sedang melintas di jalur Magelang, Yogyakarta, tidak ada salahnya menyempatkan waktu untuk mencicipi kuliner-kuliner legendaris yang telah menjadi bagian dari identitas Muntilan selama puluhan tahun.
(MG ABIL PRAMUDYA)