TRIBUNJOGJA.COM – Tribunners, mendengar kata kontes ayam mungkin sebagian orang langsung membayangkan deretan kandang berisi ayam-ayam hias yang dipamerkan untuk memperebutkan gelar juara.
Padahal, bagi para penghobi, kegiatan ini memiliki makna yang jauh lebih besar.
Kontes menjadi ruang berkumpulnya peternak, penghobi, dan komunitas dari berbagai daerah untuk saling bertukar pengalaman.
Sekaligus melihat perkembangan kualitas ayam ketawa atau yang akrab disebut ayam Kate.
Dari sinilah lahir bibit-bibit unggul yang diharapkan mampu menjaga kualitas ayam ketawa di masa mendatang.
Di Daerah Istimewa Yogyakarta, antusiasme terhadap ayam kate terlihat dari rutin digelarnya Kontes Nasional Ayam Kate Piala Gubernur DIY.
Sepanjang tahun 2026, ajang bergengsi ini diselenggarakan sebanyak dua kali dan diikuti peserta dari berbagai daerah.
Bagi penghobi, mengikuti kontes ibarat seorang atlet yang mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan.
Ayam-ayam yang tampil bukan dipilih secara asal, melainkan telah dirawat dengan penuh perhatian agar berada dalam kondisi terbaik saat memasuki arena penilaian.
Ajang untuk Mengukur Kualitas Ayam
Sama seperti lomba burung berkicau atau kompetisi hewan hias lainnya, kontes ayam kate memiliki standar penilaian yang menjadi acuan dalam menentukan kualitas seekor ayam.
Melalui ajang ini, peternak dapat mengetahui sejauh mana hasil budidaya yang telah mereka lakukan.
Ayam yang berhasil meraih prestasi menunjukkan bahwa perawatan, pemilihan indukan, hingga proses pembiakannya berjalan dengan baik.
Karena itu, sebuah kemenangan bukan hanya menjadi kebanggaan bagi pemiliknya, tetapi juga menjadi pengakuan bahwa ayam tersebut memiliki kualitas yang layak diperhitungkan.
Setiap Kelas Memiliki Kesempatan yang Sama
Agar persaingan berlangsung adil, peserta dibagi ke dalam beberapa Kategori sesuai usia dan jenis kelamin.
Pada Kontes Nasional Ayam Kate Piala Gubernur DIY, kelas yang dipertandingkan meliputi kelas anakan, betina atau remaja, jantan remaja, betina dewasa, jantan dewasa, hingga kelas Best of the Best.
Pembagian ini membuat setiap ayam dinilai bersama peserta yang memiliki karaKateeristik serupa.
Dengan begitu, peluang untuk meraih prestasi menjadi lebih seimbang.
Sementara itu, kelas Best of the Best menjadi puncak kompetisi yang paling dinantikan.
Di kelas inilah ayam-ayam terbaik dipertemukan untuk memperebutkan gelar paling bergengsi.
Apa Benefitnya Bagi Sang Juara?
Bagi peternak, prestasi di arena perlombaan sering kali membawa dampak yang lebih panjang dibandingkan sekadar membawa pulang piala.
Ayam yang pernah menjadi juara biasanya lebih mudah menarik perhatian calon pembeli.
Gelar tersebut menjadi buKatei bahwa kualitasnya telah melalui proses penilaian sehingga kepercayaan terhadap ayam tersebut ikut meningkat.
Tak hanya itu, nilai jual indukan maupun anakannya pun berpotensi ikut terdongkrak.
Banyak peternak sengaja mencari keturunan ayam berprestasi dengan harapan mampu menghasilkan generasi berikutnya yang memiliki kualitas serupa.
Ibarat sebuah tanaman unggul yang menghasilkan benih terbaik, ayam juara juga dianggap memiliki peluang lebih besar untuk mewariskan kualitasnya kepada keturunannya.
Suasana yang tercipta dalam kontes ayam Kate tidak hanya dipenuhi persaingan.
Di sela-sela perlombaan, para penghobi biasanya memanfaatkan kesempatan untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, hingga bertukar informasi mengenai cara merawat ayam.
Ada yang berbagi tips memilih pakan, menjaga kesehatan ayam, hingga pengalaman membudidayakan bibit unggul.
Momen seperti inilah yang membuat hubungan antarpenghobi semakin erat.
Tak sedikit pula masyarakat yang baru mengenal ayam ketawa datang untuk melihat langsung keunikan ayam-ayam yang diperlombakan.
Dari situ, mereka mulai memahami bahwa ayam kate bukan sekadar ayam peliharaan biasa, melainkan salah satu ayam hias yang membutuhkan ketelatenan dalam perawatannya.
Mendorong Perkembangan Ayam Kate di Indonesia
Penyelenggaraan Kontes Nasional Ayam Kate Piala Gubernur DIY menjadi salah satu buKatei bahwa minat masyarakat terhadap ayam ketawa terus berkembang.
Dengan adanya ajang yang rutin digelar, peternak memiliki wadah untuk menunjukkan hasil ternaknya sekaligus belajar dari sesama penghobi.
Pada akhirnya, kontes bukan hanya tentang menentukan siapa yang menjadi juara.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi langkah bersama untuk menjaga kualitas bibit, memperkuat komunitas, serta mengenalkan ayam kate kepada masyarakat yang lebih luas.
Semakin banyak ruang bagi para penghobi untuk berkumpul dan berbagi pengalaman, semakin besar pula peluang lahirnya ayam-ayam berkualitas yang mampu mengharumkan dunia ayam hias Indonesia.
(MG Natasya Aulia Rahma)