Formasi Terbaik Real Madrid jika Mourinho Duetkan Kylian Mbappe dan Carlos Espi
Gia Yuda Pradana August 03, 2026 03:00 PM

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid berpotensi memiliki wajah baru di lini depan pada musim 2026-2027. Kehadiran Carlos Espi membuka peluang bagi Jose Mourinho untuk menerapkan skema dua penyerang bersama Kylian Mbappe.

Real Madrid baru saja merekrut Espi dari Levante dengan nilai transfer 25 juta euro (sekitar Rp512,7 miliar). Kedatangannya diproyeksikan menjadi pelapis Mbappe, tetapi keduanya juga dinilai dapat bermain secara bersamaan.

Apabila rencana tersebut diterapkan, formasi 4-4-2 berlian menjadi pilihan paling masuk akal. Skema itu diyakini mampu memaksimalkan karakter permainan kedua penyerang sekaligus menjaga keseimbangan tim.

Duet Mbappe dan Espi Saling Melengkapi

Carlos Espi direkrut Real Madrid (AFP)
Carlos Espi direkrut Real Madrid (AFP)

Mbappe memiliki keunggulan dalam kecepatan, dribel, dan pergerakan dari sisi lapangan menuju kotak penalti. Sementara itu, Espi menawarkan profil penyerang murni dengan postur tinggi yang kuat dalam duel udara.

Perbedaan karakter tersebut membuat keduanya berpotensi membentuk duet yang saling melengkapi. Espi dapat menjadi target utama di dalam kotak penalti, sedangkan Mbappe memperoleh kebebasan untuk bergerak mencari ruang.

Keberadaan Trent Alexander-Arnold juga dinilai penting dalam skema ini. Kemampuannya mengirim umpan silang menjadi senjata yang dapat dimanfaatkan Espi saat berada di area berbahaya.

Lini Tengah Jadi Penentu Permainan

Lionel Messi dan Rodri di final Piala Dunia 2026. (AFP/Carl Recine)
Lionel Messi dan Rodri di final Piala Dunia 2026. (AFP/Carl Recine)

Dalam formasi 4-4-2 berlian, Rodri (yang transfernya dari Manchester City belum resmi) diperkirakan mengisi posisi gelandang bertahan. Jude Bellingham dan Fede Valverde akan berperan sebagai gelandang box-to-box yang menjaga keseimbangan permainan.

Arda Guler diproyeksikan tampil sebagai gelandang serang di belakang dua penyerang. Kreativitas pemain asal Turki itu diharapkan menjadi penghubung utama antara lini tengah dan lini depan.

Kombinasi tersebut memberi fleksibilitas tinggi saat menyerang maupun bertahan. Bellingham dapat masuk ke area penalti, sementara Valverde membantu membawa bola dari lini kedua.

Mourinho Punya Banyak Pilihan Taktik

Pelatih Benfica, Jose Mourinho tak senang dengan selebrasi gol Vinicius yang akhirnya memicu insiden tersebut. Hal itu membuatnya memilih bersikap netral terkait insiden rasisme yang dialami Vinicius Junior. (AP Photo/Pedro Rocha)
Pelatih Benfica, Jose Mourinho tak senang dengan selebrasi gol Vinicius yang akhirnya memicu insiden tersebut. Hal itu membuatnya memilih bersikap netral terkait insiden rasisme yang dialami Vinicius Junior. (AP Photo/Pedro Rocha)

Formasi dua penyerang akan menjadi alternatif menarik apabila Real Madrid ingin tampil lebih langsung. Terlebih lagi, apabila Vinicius Junior benar-benar hengkang ke Arsenal, peluang memainkan Mbappe dan Espi sejak menit pertama akan semakin besar.

Kehadiran Espi juga memberi variasi yang selama ini tidak dimiliki Real Madrid. Dengan penyerang bertipe target man dan pemain secepat Mbappe, Mourinho memiliki lebih banyak opsi untuk membongkar pertahanan lawan sepanjang musim.

Sumber: The Real Champs

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.