TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menanggapi fenomena pemasangan pagar besi yang belakangan viral di sebuah pusat perbelanjaan yang berlokasi di Jalan Ringroad Utara, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman.
Pihaknya memastikan langkah tersebut murni merupakan inisiatif pengamanan internal untuk merapikan dan memperindah lingkungan, serta tidak berkaitan dengan isu-isu lain yang beredar di masyarakat.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat (31/7/2026), pagar besi berwarna hijau terlihat sudah terpasang di bagian depan Pakuwon mall, tepatnya membentang di sisi utara dan barat bangunan.
Merespons hal tersebut, Harda menjelaskan bahwa penambahan infrastruktur tersebut murni untuk tata ruang.
"Pemasangan pagar itu dalam rangka untuk merapikan lingkungan, sehingga biar tambah asri, semua tidak ada hal yang lain," kata Harda Kiswaya, ditemui pada Senin (3/8/2026).
Lebih lanjut, Harda dengan tegas menampik adanya spekulasi atau isu-isu lain di luar alasan teknis pengamanan dan estetika bangunan terkait pemasangan pagar tersebut.
"Enggak-enggak, isu-isu menurut saya enggak perlu itu," ujarnya.
Ia menekankan bahwa kondisi geografis dan letak bangunan yang sangat terbuka membuat pihak pengelola merasa perlu untuk meningkatkan ketertiban area sekitar.
Hal ini beririsan langsung dengan fungsi keamanan dasar bangunan komersial.
"Jadi kalau ini pembangunan pagar di mal misalnya ini di Pakuwon ya untuk memperindah ini. Karena ini sangat terbuka. Sehingga perlu pagar satu dari sisi keamanan, jadi akan lebih tertib," ungkap Harda menjelaskan alasan di balik keputusan pengelola mal.
Selain fungsi keamanan, aspek visual turut menjadi pertimbangan utama.
Baca juga: Proyek Pagar Pakuwon Mall Jogja Dihentikan Sementara, Manajemen Tepis Isu Antisipasi Demo Agustus
Namun, Harda juga menyisipkan penegasan bahwa tidak ada kondisi genting yang melatarbelakangi pemagaran tersebut.
"Kemudian dari sisi pandangan akan juga lebih indah. Nah itu intinya, tapi yang saya katakan tidak benar. Negara kita aman," tegasnya guna menenangkan masyarakat yang mungkin memiliki interpretasi berlebihan terkait pemagaran massal ini.
Fenomena pemasangan pagar besi setinggi 2,5 hingga 3 meter di sejumlah mal besar nyatanya bukan hanya terjadi di Kabupaten Sleman.
Hal ini merupakan inisiatif pengamanan internal dari masing-masing pengelola mal di berbagai daerah di Indonesia.
Mayoritas pusat perbelanjaan yang dipagari berada di bawah naungan Pakuwon Group (PT Pakuwon Jati Tbk) serta beberapa gedung besar lainnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, kebijakan pemagaran serupa terjadi secara masif di wilayah Surabaya, yakni di Tunjungan Plaza, Pakuwon Mall Surabaya, Royal Plaza Surabaya, dan Pakuwon City Mall.
Di wilayah ibu kota Jakarta, inisiatif ini diterapkan di Kota Kasablanka (Kokas) dan Gandaria City di Jakarta Selatan, serta perbaikan dan peninggian pagar di Blok M Plaza.
Selain itu, kebijakan pengamanan internal ini juga diterapkan di Pakuwon Mall Bekasi, Jawa Barat.
Ketika ditanya apakah kebijakan pemagaran ini juga akan berlaku dan diterapkan ke mal-mal lain di wilayah Kabupaten Sleman, Harda menyebut bahwa pemerintah daerah mengembalikan hal tersebut kepada kewenangan masing-masing manajemen pusat perbelanjaan.
"Ya itu kan tergantung programnya masing-masing," pungkasnya. (*)