TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI – Meski telah terjadi kebakaran lahan seluas puluhan hektare, kualitas udara di Kabupaten Muaro Jambi masih berada dalam kategori baik.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Muaro Jambi memastikan kualitas udara di wilayahnya masih tergolong aman di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau.
Berdasarkan hasil pemantauan DLH Muaro Jambi, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) untuk parameter partikulat (PM10) saat ini berada di angka 42 mikrogram per meter kubik.
Nilai tersebut masuk dalam kategori baik dengan rentang 0–50, yang menunjukkan kondisi udara tidak berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat maupun lingkungan.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Muaro Jambi, Andi, mengatakan pihaknya terus memantau kualitas udara secara berkala sebagai langkah deteksi dini terhadap dampak karhutla.
"Hasil pemantauan terkini menunjukkan konsentrasi PM10 sebesar 42 mikrogram per meter kubik. Kondisi udara relatif aman dan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat," ujarnya.
Berdasarkan skala ISPU, kategori kualitas udara terbagi menjadi:
Baik: 0–50.
Sedang: 51–100.
Tidak Sehat: 101–200.
Sangat Tidak Sehat: 201–300.
Berbahaya: di atas 300.
Meski kondisi udara saat ini masih tergolong aman, DLH mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berperan aktif mencegah terjadinya kebakaran lahan.
"Kami terus memantau perkembangan ISPU setiap hari. Jika terjadi lonjakan pencemaran akibat asap karhutla, kami akan segera menerbitkan peringatan dini. Upaya pencegahan bersama menjadi kunci agar kualitas udara tetap terjaga," pungkasnya.
(*)
Baca juga: 511 Hotspot Karhutla di Tanjab Barat, Bupati Koordinasi Mitigasi