Maluku Tengah Alami Deflasi mtm 0,26 per Juli 2026, Dipicu Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau
Mesya Marasabessy August 03, 2026 03:52 PM

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎‎MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Tengah merilis indeks harga konsumen dan inflasi per bulan Juli 2026.

‎Rilis perkembangan kondisi ekonomi tersebut berpusat di Kantor BPS Maluku Tengah di Kelurahan Namaelo, Kota Masohi, Senin (3/8/2026).

‎Tercatat Maluku Tengah alami deflasi 0,26 persen secara bulan ke bulan (month to month), sementara inflasi tahun ke tahun (year to year), 2,27 persen. 

‎Deflasi 0,26 secara mtm dipicu dari harga kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil -0,20 persen. 

‎Komoditas utama penyumbang deflasi antara lain, ikan layang, bawang merah, sawi hijau, buncis, labu siam, kacang panjang, tomat, ikan selar, celana panjang jeans pria, cabai rawit, baju kaos tanpa kerah/ t-shirt pria, ketimun, daun singkong, terong, bahan bakar rumah tangga, ketela pohon, pisang, seragam sekolah wanita, celana panjang jeans anak, telur ayam ras, emas perhiasan, ketela rambat, solar, jeruk, dan papaya muda.

‎Di sisi lain, penyumbang utama inflasi 2,27 persen pada Juli 2026 secara y-on-y adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil 1,09 persen. 

‎Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah ikan cakalang, ikan tongkol, cabai merah, ikan tuna, ikan selar, sigaret kretek mesin (SKM), beras, ikan layang, ketela pohon, tahu mentah, daging ayam ras, buncis, gula pasir, bawang putih, pisang, sigaret kretek tangan (SKT), minuman ringan, susu bubuk, minyak goreng, kacang hijau, tempe, sigaret putih mesin (SPM), tauge, wortel, dan kubis.

Baca juga: Bupati Bursel Klaim Persiapan Hilirisasi Ubi Kayu Sudah 75 Persen, Kepastian Lahan Masih Jadi Fokus

Baca juga: Danrem 151/Binaiya: Keharmonisan Rumah Tangga Prajurit Jadi Fondasi Utama Menjalankan Tugas Negara

‎Adapula penyumbang inflasi y-on-y 2,27 persen dari kelompok transportasi dengan andil 0,63 persen. Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah bensin, pelumas/ oli mesin, solar, ban luar motor, dan sepeda motor.

‎Penyumbang inflasi y-on-y lainnya ialah kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan andil 0,41 persen. 

‎Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah bahan bakar rumah tangga, kayu balokan, semen, cat tembok, seng, kontrak rumah, daun pintu, dan cat kayu. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.