TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Manado memastikan akan segera menangani saluran drainase yang menjadi penyebab kerusakan Jalan Raya Manado-Tomohon di Desa Winangun Atas, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
Kerusakan jalan tersebut diduga dipicu tersumbatnya saluran air usai pekerjaan pembangunan jaringan pipa air milik PDAM Wanua Wenang Manado yang dikerjakan Dinas PUPR Kota Manado.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Manado, Paul Titirlolobi, mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah perbaikan drainase yang bermasalah.
Namun sebelum pekerjaan dimulai, PUPR akan lebih dulu berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Winangun Atas agar proses pengerjaan berjalan lancar.
"Jangan sampai di saat kami sedang melakukan pekerjaan ada komplain dari warga setempat," ujar Paul, Senin (3/8/2026).
Ia menjelaskan, pembenahan saluran air menjadi prioritas agar genangan tidak lagi mengalir ke badan jalan yang berpotensi mempercepat kerusakan aspal.
Sementara itu warga Desa Winangun Atas mengeluhkan kondisi jalan yang kini dipenuhi lubang dan membahayakan pengguna jalan.
Menurut warga, sejumlah kecelakaan terutama yang melibatkan pengendara sepeda motor telah terjadi akibat jalan rusak tersebut.
Mereka berharap perbaikan dapat segera dilakukan sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Di sisi lain, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 PJN Wilayah I BPJN Sulawesi Utara, Sam Yuda Haerani, menegaskan perbaikan badan jalan akan dilakukan setelah persoalan drainase diselesaikan oleh Dinas PUPR Kota Manado.
Pengaspalan tidak akan efektif apabila saluran air masih bermasalah dan air limbah rumah tangga tetap mengalir ke permukaan jalan.
"Kalau drainasenya belum diperbaiki, pekerjaan pengaspalan akan mubazir karena air tetap mengalir ke badan jalan dan berpotensi kembali merusak aspal," tegasnya.
Keberadaan lubang jalan tersebut dituding sebagai salah satu penyebab kemacetan parah di lokasi tersebut.
Amatan Tribunmanado.com, Senin (3/8/2026), terdapat tak kurang dari tujuh lubang kecil dan besar dalam jarak yang berdekatan di jalan itu.
Semua lubang berisi air, tanah di sekitarnya basah.
Lubang paling besar berada dekat pertigaan Ring Road Manado.
Sebuah batu terpacak di ujung lubang itu.
Aneka lubang dan sekitarnya yang tak rata membuat jalan itu mirip arena off road.
Kendaraan musti melintas pelan pelan, kadang berhenti beberapa detik untuk mencari keseimbangan di atas aneka lubang itu.
Baca juga: Prakiraan Cuaca 15 Daerah di Sulawesi Utara Besok Selasa 4 Agustus 2026
Baca juga: Lirik Lagu Bale - Fauzi Rizki feat. Iki Dano
Ada pula kendaraan yang memilih menghindar dengan membelok dan ini mengganggu pengguna jalan dari sisi lainnya.
Akhir pekan lalu, lubang jalan itu sukses bikin macet tambah macet.
Informasi yang dihimpun Tribunmanado.com, kemacetan gara gara lubang itu terasa sejak Pom Bensin Warembungan hingga depan Citraland Manado.
"Semua mobil pelan pelan karena ada lubang besar sebelum pertigaan Ring Road," kata Fransiska seorang warga.
Menurut dia, itu lubang kambuhan. Sering ditambal namun sering pula rusak.
Ia menduga karena ada saluran air di sekitar jalan tersebut.
Andy salah satu warga mengatakan, lubang tersebut menyebabkan macet karena kendaraan musti pelan pelan melintas.
"Ini sangat terasa kalau akhir pekan dimana volume kendaraan meningkat pesat," katanya.
Dirinya meminta jalan itu segera diperbaiki.
Karena merupakan salah satu jalan utama dan juga jalan ekonomi serta pariwisata.
Baca juga: Chord Gitar dan Lirik Lagu I Miss You Every Brand New Day - for Revenge - Kunci Em
Baca juga: Lirik Lagu Barisan Kelaran - Papa Keren
"Ini jalan dari Manado ke daerah wisata seperti Minahasa dan Tomohon, jadi wajib diperbaiki," katanya.(*)
(Tribunmanado.com/Rhendi Umar/Arthur Rompis)