Bencana Kekeringan di Sumedang, BPBD Salurkan Air Berdasarkan Permintaan Desa
Dedy Herdiana August 03, 2026 05:35 PM

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang menyalurkan air bersih sebagai bantuan untuk warga yang terdampak kekeringan. Bencana kekeringan tengah terjadi di berbagai tempat di Sumedang, antisipasinya air bersih dipasok menggunakan tangki. 

Dalam pasokan air bersih untuk kepentingan minum dan kebersihan warga ini, BPBD tidak bergerak sendiri melainkan melibatkan sejumlah pihak seperti Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Diketahui, kantor-kantor PDAM telah ada di banyak kecamatan di Sumedang. 

Kepala Pelaksana BPBD Sumedang, Bambang Rianto mengatakan program bantuan air bersih ini telah menjangkau kecamatan-kecamatan yang lumayan berjarak dari pusat kota Sumedang. 

"Kami telah salurkan air bersih ke Kecamatan Ujungjaya, tepatnya Desa Cibuluh, lalu Kecamatan Cimalaka tepatnya Desa Cibeureum Wetan dan Desa Serang, di Kecamatan Cimanggung tepatnya Desa Pasirnanjung, dan di beberapa tempat lainnya," kata Bambang kepada Tribun Jabar, Senin (3/8/2026). 

Baca juga: 16 Kecamatan di Sumedang Diprediksi Diguyur Hujan Hari Ini, BMKG: Suhu Capai 18

Dia mengatakan bahwa sekali pasok, air yang diberikan kepada masyarakat rata-rata adalah 5.000 liter. Hal itu didasarkan pula pada permintaan warga kepada pemerintah desa, yang ditembuskan ke BPBD. 

"Tergantung permintaan desa, rata-rata 5.000 liter," katanya. 

Dia mengatakan, instansi yang dilibatkan dalam hal ini nyatanya bukan hanya PDAM. BPBD melibatkan stakeholder termasuk juga kepolisian dan TNI. 

"Tidak hanya PDAM, tapi semua yang memiliki potensi, kami libatkan. PDAM, Damkar, PMI, TNI, dan Polri," katanya.

Dia memastikan, bantuan air ini terus tersedia. Saat ini pun, pasokan masih terus ditebarkan ke warga-warga yang mengalami kekeringan akibat kemarau panjang. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.