Misteri Kematian Sumarna Satpam Waduk Jatiluhur, Tinggalkan Utang Menumpuk, Pinjol hingga Paylater
ninda iswara August 03, 2026 04:52 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Kematian Sumarna, seorang satpam yang ditemukan tewas dalam kondisi terborgol di Jatiluhur, turut mengungkap persoalan lain yang selama ini tersimpan dari keluarganya.

Belakangan diketahui, Sumarna memiliki utang yang cukup banyak tanpa sepengetahuan sang istri.

Siti Maryam mengaku baru mengetahui kondisi tersebut setelah mendengar pengakuan dari salah satu rekan kerja suaminya.

Selama ini, ia tidak pernah mengetahui adanya pinjaman uang yang dilakukan Sumarna kepada orang lain.

Padahal, selain bekerja sebagai satpam, Sumarna juga mencari tambahan penghasilan dengan menjadi kuli bangunan.

Pekerjaan sampingan itu biasanya dilakukan saat dirinya mendapat jadwal shift malam atau ketika sedang libur bekerja.

Namun, penghasilan dari pekerjaan tambahan tersebut disebut tidak pernah diserahkan kepada istrinya.

Baca juga: Kebohongan Sumarna Satpam Waduk Jatiluhur ke Istri, HP Dicek, Dedi Mulyadi Curiga: Berarti Foto Stok

Salah satu proyek yang terakhir dikerjakannya berada di rumah milik seorang rekan kerja.

Rekan tersebut menjelaskan bahwa hubungan mereka cukup dekat karena Sumarna sering membantu pekerjaan bangunan di rumahnya.

"Dekat (hubungan), karena kuli bangunan di rumah. Kalau bagian malam atau libur, kalau saya suka ada pekerjaan di rumah. Sampingan," katanya ke Dedi Mulyadi.

Saat itu, Sumarna tengah mengerjakan pembangunan dapur baru di rumah rekannya tersebut.

Pekerjaan yang dilakukan meliputi pembuatan tiang sebagai bagian awal dari pembangunan dapur.

"Kan mau bikin dapur baru bikin tiang. Rabu tuh baru ngerangkai papan. Siang. Kalau yang dua hari itu belum (gajian)," katanya.

Rekan kerja itu juga mengungkapkan bahwa upah untuk dua hari terakhir pekerjaan tersebut bahkan belum sempat diterima Sumarna.

Diketahui, Sumarna telah mulai mengerjakan proyek pembangunan di rumah rekannya itu sejak Februari 2026.

Selain bekerja, Sumarna juga rutin meminjam uang lewat pinjaman online (pinjol) menggunakan akun rekannya.

"Itu tuh pertama kali pinjam bulan Desember Rp 5 juta. Kurang tahu buat apa, cuma chatnya 'tolongin lagi ada keperluan'," katanya.

Sumarna menyicil pinjaman tersebut selama tiga bulan.

"Tiga bulan pakai pinjol, pakai paylater. Udah 3 bulan, setelah lunas, 'bu mau dibaru lagi deh', karena bayarnya benar. Pas terakhir bulan Juni tuh, 'mang ini udah lunas yah'. 'Ya udah bu ditop lagi aja'," katanya.

Jika ditotal menurutnya, jumlah hutang Sumarna bisa mencapai Rp 20 juta lebih.

"Kalau yang lain sudah lunas. Tidak terhitung, soalnya kadang, token. Lebih kayanya (15 juta) yang tiga kali aja kan Rp 15 juta, 5 juta 5 juta. Kalau yang kecil-kecilnya kan 'bu token, bu kasbon'. Ada (20 juta) kemungkinan," katanya.

Anehnya uang sebanyak itu justru tak sampai ke istri Sumarna, Siti Maryam.

"Gak ada (cerita) gak tahu," katanya.

Padahal Sumarna sudah kerja di rumah rekannya itu sejak Februari.

"Ngecat februari. Tolong pasangin walpaper tapi sendiri yah," kata rekannya.

Maryam juga mengetahui bahwa suaminya bekerja sampingan.

"Tahu kerja. Tapi bilangnya di bos Ayep. bilangnya gitu," katanya.

Baca juga: Kematian Sumarna Satpam Waduk Jatiluhur, Warga Dengar Teriakan Minta Tolong, HT Korban Ditemukan

SATPAM JATILUHUR - Sumarna (42), petugas satpam, ditemukan meninggal dunia di perairan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, pada Jumat (24/7/2026). Korban ditemukan masih mengenakan seragam dinas lengkap dengan kedua tangan dalam kondisi terborgol, sehingga memunculkan dugaan adanya tindak pidana.
SATPAM JATILUHUR - Sumarna (42), petugas satpam, ditemukan meninggal dunia di perairan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, pada Jumat (24/7/2026). Korban ditemukan masih mengenakan seragam dinas lengkap dengan kedua tangan dalam kondisi terborgol, sehingga memunculkan dugaan adanya tindak pidana. (Kolase TribunTrends/TribunJabar Deanza)

Namun penghasilan dari pekerjaan sampingan itu, maupun uang pinjaman tidak pernah diberikan ke istri.

"Pernah (nyerahin gaji) itu juga gak langsung uangnya, paling dibawain belanjaan, jajanan anak. Nanti sisanya dikasih Rp 50 (ribu), gak dikasih semua," kata Maryam.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengatakan bahwa ada kejanggalan dari keseharian Sumarna sebelum ditemukan tewas terborgol.

Sebab Sumarna memiliki gaji dari satpam sebesar Rp 4 juta.

Lalu tunjangan sebagai petugas keamanan.

Kini ditambah kerja sampingan dan pinjaman hutang.

Namun tidak semua penghasilannya itu diserahkan ke istri.

"Ada uang yang dipinjam, ada penghasilan yang didapat tetapi kan ke ibu tidak menyerahkan. Makanya uang ini diserahkan ke siapa atau dipakai buat dia, apa ada kaitan dengan peristiwa ini. Bisa jadi ditelusiri pinjaman ini," katanya.

KDM curiga motif satpam tewas terborgol ada kaitan dengan semua itu.

"Dari rangkaian pinjaman itu ada gak kaitannya dengan motif ? Artinya uang ini larinya kemana, dipakai untuk apa, buat siapa. Dari buat siapa ini nanti bisa saja berhubungan dengan yang lain," kata Dedi Mulyadi.

(TribunTrends/TribunBogor)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.