Kesaksian Bambang Selamat dari Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2: Lompat dan Sempat Tolong Penumpang
Dwi Prastika August 03, 2026 05:35 PM

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Luhur Pambudi

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Bambang Susilo (36) tak hanya berjuang menyelamatkan dirinya saat KMP Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya-Makassar terbakar di perairan utara Sumenep, Madura, Minggu (2/8/2026). 

Kernet truk asal Tulungagung, Jawa Timur, itu juga membantu enam penumpang lain bertahan di tengah laut setelah nekat melompat dari kapal setinggi lebih dari 10 meter.

Selama hampir empat jam terombang-ambing di laut, Bambang berusaha menjauhkan para korban dari kobaran api yang masih membakar kapal.

Di balik rasa syukur karena selamat, ia harus menerima kenyataan pahit setelah sopir truk yang menjadi rekan kerjanya diduga menjadi salah satu korban meninggal dunia.

Saat mengingat kembali insiden tersebut, Bambang Susilo mengaku merasakan degup jantungnya berdebar-debar.

Apalagi saat menceritakan momen dirinya melompat dari ujung moncong kapal ke permukaan laut dari ketinggian sekitar lebih dari 10 meter. Bambang terus mengelus dada. 

Hawa panas kepulan asap hitam yang berkelindan dengan nyala kobaran api, membuat Bambang tersudut.

Ia tak tahu harus ke mana lagi.

Jalan satu-satunya cuma menceburkan diri dengan melompat ke laut lepas. 

"Saya sendakep (posisi melipat atau menyilangkan tangan di depan dada) begini, pas terjun, kayak enggak sampai-sampai gitu rasanya, gimana ya menceritakan. Kayak nahan napas gitu saya," ujarnya saat ditemui Tribun Madura Network di depan Kamar Mayat RS Bhayangkara Surabaya, pada Senin (3/8/2026). 

Baca juga: Asap Putih Berubah Kobaran Api, Pasutri Pasuruan Bertaruh Nyawa Melompat dari KMP Mutiara Sentosa 2

Seingatnya, Bambang terombang-ambing selama hampir empat jam di permukaan laut, sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh kru Kapal Meratus Pematang Siantar. 

Namun selama itu, ia sempat berusaha menolong dengan menyeret sekitar enam orang penumpang yang terombang-ambing juga di perairan laut lepas tersebut.

Orang pertama, adalah seorang perempuan.

Tubuhnya hanyut kena terpa ombak hingga mendekati dirinya. Lalu Bambang bersama perempuan itu, berenang menjauh dari bawah kapal yang terbakar. 

Karena, jika tidak, hawa panas dari kobaran api tersebut bakal mencelakai mereka yang berhasil selamat dengan berenang mengandalkan pelampung.

Namun, upaya tersebut sulitnya minta ampun.

Bambang harus berjibaku menyibak deburan ombak yang menyapu dan mengombang-ambingkan tubuh mereka sekuat tenaga. 

Baca juga: Ya Allah, Ya Allah, Kisah Pardi Terombang-ambing di Laut Saat KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar

"Muka saya aa panas; ayo mbak kita usahakan jauh dari kapal. Saya berjuang menjauh dari kapal kayak sulit kena ombak lagi, kena ombak lagi balik," kata warga Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung itu. 

Kemudian di tengah usahanya itu, tiba-tiba perempuan tadi berteriak-teriak memanggil adiknya yang terapung di area lain perairan tersebut.

Bambang lantas berusaha menggaet tubuh adik si perempuan itu, yang terapung mendekatinya. 

Tak cuma itu, ada juga seorang bapak dengan satu anaknya sempat berhasil mendekati rombongan mereka untuk bersama-sama melawan deburan ombak dan arus laut yang menghanyutkan untuk menjauh dari bawah kapal. 

"Bapak dan anak itu, gabung jadi berenam totalnya, tapi enggak begitu lama lepas lagi, tapi pihak sana yang minta lepas sendiri. Alhamdulillah mereka kabarnya selamat kok," jelasnya. 

Baca juga: Hari Kedua Pencarian Korban KMP Mutiara Sentosa 2, Polairud Polda Jatim Kerahkan 4 Kapal Besar

Api Bermula di Area Parkir Truk Besar

Sebelum itu, Bambang menceritakan, dirinya memang mendengar kabar bahwa terdapat kebakaran di area dek paling dasar tempat parkir kendaraan truk besar. 

Namun dirinya tidak mengetahui pasti apa pemicu awal kobaran api yang membakar kapal tersebut.

Terdapat beberapa informasi yang didengarnya, mengenai penyebab kebakaran, tapi ia tak ingin menyampaikannya karena bersifat spekulatif. 

"Masih simpang siur itu soalnya ketika ada kebakaran itu saya coba cek kondisi kendaraan saya sendiri kan, ada di lantai 2 itu," katanya. 

Yang diketahuinya, kebakaran terjadi pada saat para penumpang selesai makan pagi atau sarapan, sekitar pukul 06.00 WIB. 

Mendengar kabar tersebut, ia berniat untuk memeriksa kondisi truknya di lantai dua. Barangkali ia masih bisa menyelamatkan dokumen dan beberapa barang di dalamnya. 

Ia bergegas turun ke lantai dua melalui tangga. Dan sempat berpapasan dengan banyak orang yang berusaha menuju ke lantai atas melalui tangga itu. 

Baca juga: Basarnas Masih Cari Kepastian 2 Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2, Data Manifest Kembali Diverifikasi

Namun, Bambang mengurungkan niatnya.

Kondisi ruangan tersebut sudah tertutup asap hitam pekat dan lantai besi kapal yang dipijaknya juga terasa panas. 

Ia lantas bergegas berbalik arah dan segera mencari area terbuka yang aman dari kepungan asap.

"Jadi otomatis saya mau mau balik ke tangga itu sudah asap sudah makin parah. Akhirnya saya enggak bisa lanjutkan ngecek lagi atau langsung naik ke atas," jelasnya. 

Semua Pakai Pelampung

Sejauh mata memandang, Bambang menduga kuat bahwa seluruh penumpang beserta awak kapalnya sudah berhasil menyelamatkan diri menuju ke area paling aman yakni dek kapal teratas. 

Bahkan sejauh mata memandang, dirinya tidak melihat penumpang atau orang di atas kapal yang tak mengenakan rompi pelampung. 

"Kalau saya lihat dari semua korban kayaknya pakai semuanya lah," terangnya.

Terkait sekoci, Bambang mengungkapkan, sekoci berada di sisi ekor kapal. 

Namun, area tersebut sudah lebih dulu dilumat kobaran api sebelum akhirnya menjalar ke area sisi depan kapal. 

Tak pelak, akses jalan menuju ke area tempat sekoci itu berada, sangat mustahil untuk ditembus. 

"Sekoci ada, tapi soalnya sudah dari dek belakang (apinya). berarti mau lari ke sekoci sudah enggak ada yang berani. Sudah melewati api itu ya," paparnya. 

Meski seluruh penumpang disebut mengenakan pelampung, insiden tersebut dilaporkan mengakibatkan lima orang meningal dunia.

Bambang menceritakan, ada yang sudah terlalu lama terombang-ambing di laut, dan ada yang pingsan saat menceburkan diri ke laut.

Sehingga, saat tubuh korban berhasil diketahui dan dievakuasi, korban sudah meninggal dunia. 

"Kalau yang sama kapal sama saya itu kan yang pertama yang kan ada korban itu dua. Dua itu cowok sama cewek. Kalau yang si ibu-ibu ini ini sudah dari tengah sudah meninggal. pokoknya sudah di tengah-tengah lah," ujarnya. 

Sosok Sopir Truk

Bambang Susilo sudah hampir 10 tahun lamanya bekerja sebagai kernet truk angkutan logistik pengiriman ke hampir seluruh wilayah Indonesia.

Ia bekerja bersama kerabatnya, Sari Sukoco (39) yang bertindak sebagai sopir truk boks. 

Namun, dalam kemelut kejadian kebakaran tersebut, nasib sang sopir; Sari Sukoco tak seberuntung dirinya.

Sang sopir ditemukan oleh Tim SAR Gabungan dalam keadaan meninggal dunia. 

Bambang belum memastikan langsung sosok korban meninggal dunia itu, adalah Sari Sukoco yang karib ia sapa dengan panggilan 'Mas Sari'. 

Namun, melihat dokumentasi milik petugas mengenai kondisi perawakan tubuh korban, serta pakaian yang dikenakan, dan ciri fisik yang tampak secara kasat mata, ia tak menampik, itu adalah sang sopir. 

"Ya video evakuasi itu baru percaya kan hafal kaus-kausnya iya, karena kaus-kausnya itu yang ngambilin kan saya itu waktu sebelum naik kapal," katanya. 

Sari Sukoco sempat bersama Bambang saat berada di ujung kapal, saat kobaran api mulai melumat bodi kapal secara perlahan. 

Bambang sempat mengajak Sari Sukoco melompat bersama ke laut untuk menyelamatkan diri.

Namun sang sopir terus menunda-nunda. 

"Sama saya itu, tapi sudah saya ajak melompat itu. Tapi beliaunya cuma mengangguk aja masih bertahan. Ada mungkin grogi apa takut atau gimana. Itu terakhir kali saya lihat beliau," pungkasnya. 

Total Korban

Berdasarkan data terbaru pada Senin (3/8/2026) pukul 03.30 WIB yang dilansir Kantor Basarnas Surabaya, total korban yang berhasil ditemukan dan dievakuasi berjumlah 234 orang.

Rinciannya, lima orang dikabarkan meninggal dunia, sedangkan 229 orang lainnya selamat. 

Para korban berhasil dievakuasi menggunakan sembilan kapal yang kebetulan melintas di dekat lokasi kejadian, dan sebuah perahu nelayan setempat yang membantu proses evakuasi.

Di lain sisi, berdasarkan Data Humas Polresta Sumenep Polda Jatim, manifest Kapal KMP Mutiara Sentosa 2 mengangkut 271 orang, terdiri dari 232 penumpang, 26 Anak Buah Kapal (ABK), dan 13 ABK tambahan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.