TRIBUNTRENDS.COM - Fakta baru terungkap dalam kasus tewasnya satpam Waduk Jatiluhur, Sumarna, yang ditemukan dalam kondisi tangan terborgol.
Korban ternyata diduga memiliki utang dalam jumlah cukup besar yang selama ini tidak diketahui oleh sang istri, Siti Maryam.
Informasi tersebut mencuat setelah salah seorang rekan kerja mengungkap bahwa Sumarna pernah meminjam uang kepadanya.
Siti Maryam mengaku terkejut karena selama ini tidak mengetahui adanya beban utang yang ditanggung suaminya.
Selain bekerja sebagai satpam, Sumarna juga mencari penghasilan tambahan dengan menjadi kuli bangunan saat mendapat giliran shift malam atau ketika sedang libur.
Bahkan, sebelum meninggal dunia, ia masih mengerjakan pembangunan dapur di rumah seorang rekannya.
Rekan tersebut mengungkapkan bahwa Sumarna telah membantu proyek itu sejak Februari 2026.
Di sisi lain, Sumarna disebut beberapa kali meminjam uang, termasuk melalui layanan pinjaman online menggunakan akun milik rekannya.
Pinjaman pertama yang diajukan disebut mencapai Rp5 juta dan mulai dilakukan pada Desember 2025, kemudian dicicil selama tiga bulan.
Temuan mengenai kondisi keuangan korban ini pun menambah daftar fakta yang tengah didalami dalam penyelidikan kasus kematian Sumarna.
Baca juga: Misteri Kematian Sumarna Satpam Waduk Jatiluhur, Tinggalkan Utang Menumpuk, Pinjol hingga Paylater
Selain bekerja, Sumarna juga rutin meminjam uang lewat pinjaman online (pinjol) menggunakan akun rekannya.
"Itu tuh pertama kali pinjam bulan Desember Rp 5 juta. Kurang tahu buat apa, cuma chatnya 'tolongin lagi ada keperluan'," katanya.
Sumarna menyicil pinjaman tersebut selama tiga bulan.
"Tiga bulan pakai pinjol, pakai paylater. Udah 3 bulan, setelah lunas, 'bu mau dibaru lagi deh', karena bayarnya benar. Pas terakhir bulan Juni tuh, 'mang ini udah lunas yah'. 'Ya udah bu ditop lagi aja'," katanya.
Jika ditotal menurutnya, jumlah hutang Sumarna bisa mencapai Rp 20 juta lebih.
"Kalau yang lain sudah lunas. Tidak terhitung, soalnya kadang, token. Lebih kayanya (15 juta) yang tiga kali aja kan Rp 15 juta, 5 juta 5 juta. Kalau yang kecil-kecilnya kan 'bu token, bu kasbon'. Ada (20 juta) kemungkinan," katanya.
Anehnya uang sebanyak itu justru tak sampai ke istri Sumarna, Siti Maryam.
"Gak ada (cerita) gak tahu," katanya.
Padahal Sumarna sudah kerja di rumah rekannya itu sejak Februari.
"Ngecat februari. Tolong pasangin walpaper tapi sendiri yah," kata rekannya.
Maryam juga mengetahui bahwa suaminya bekerja sampingan.
"Tahu kerja. Tapi bilangnya di bos Ayep. bilangnya gitu," katanya.
Baca juga: Obrolan Malam Terakhir Sumarna, Satpam Waduk Jatiluhur dengan Sang Istri, Nggak Seperti Biasanya
Namun penghasilan dari pekerjaan sampingan itu, maupun uang pinjaman tidak pernah diberikan ke istri.
"Pernah (nyerahin gaji) itu juga gak langsung uangnya, paling dibawain belanjaan, jajanan anak. Nanti sisanya dikasih Rp 50 (ribu), gak dikasih semua," kata Maryam.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengatakan bahwa ada kejanggalan dari keseharian Sumarna sebelum ditemukan tewas terborgol.
Baca juga: Kematian Sumarna Satpam Waduk Jatiluhur, Warga Dengar Teriakan Minta Tolong, HT Korban Ditemukan
Sebab Sumarna memiliki gaji dari satpam sebesar Rp 4 juta.
Lalu tunjangan sebagai petugas keamanan.
Kini ditambah kerja sampingan dan pinjaman hutang.
Namun tidak semua penghasilannya itu diserahkan ke istri.
"Ada uang yang dipinjam, ada penghasilan yang didapat tetapi kan ke ibu tidak menyerahkan. Makanya uang ini diserahkan ke siapa atau dipakai buat dia, apa ada kaitan dengan peristiwa ini. Bisa jadi ditelusiri pinjaman ini," katanya.
KDM curiga motif satpam tewas terborgol ada kaitan dengan semua itu.
"Dari rangkaian pinjaman itu ada gak kaitannya dengan motif ? Artinya uang ini larinya kemana, dipakai untuk apa, buat siapa. Dari buat siapa ini nanti bisa saja berhubungan dengan yang lain," kata Dedi Mulyadi.
(TribunTrends.com/TribunnewsBogor.com)