Tragedi Ayah Dibunuh Anak Kandung di Rejang Lebong, Penyebab Sementara Diduga Tersinggung
Hendrik Budiman August 03, 2026 05:41 PM

 

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Terkuak dugaan penyebab di balik kasus pembunuhan yang menewaskan Arifin (73), warga Desa Lubuk Mumpo, Kecamatan Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, penyidik menduga aksi yang dilakukan anak kandung korban, Sahrun alias Harun (38), dipicu karena pelaku merasa tersinggung terhadap ayahnya.

Meski demikian, kepolisian menegaskan dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan akhir.

Penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi dan memeriksa terduga pelaku untuk memastikan motif sebenarnya.

Kapolsek Kota Padang, Iptu Medy Azwar, mengatakan dugaan rasa tersinggung itu baru merupakan hasil pendalaman awal penyidik.

"Sementara ini motifnya karena pelaku merasa tersinggung terhadap korban. Namun, penyebab pastinya masih kami dalami," kata Iptu Medy Azwar saat dikonfirmasi TribunBengkulu.com.

Menurutnya, polisi belum bisa memastikan apakah rasa tersinggung itu dipicu oleh perkataan korban, persoalan pribadi, atau konflik lain yang sebelumnya terjadi di dalam keluarga.

"Semua masih kami dalami, termasuk apa yang menjadi pemicu hingga peristiwa itu terjadi," ujarnya.

Didalami, Spontan atau Dipicu Konflik Lama

Selain mengusut motif, penyidik juga menelusuri apakah dugaan pembunuhan tersebut terjadi secara spontan setelah terjadi cekcok atau merupakan puncak dari konflik yang telah berlangsung cukup lama.

Pemeriksaan terhadap terduga pelaku, saksi-saksi, serta barang bukti masih terus dilakukan guna menyusun kronologi secara lengkap.

MINTA TOLONG - Foto polisi saat melakukan olah TKP di lokasi kejadian pada Senin (3/8/2026). Korban sempat berteriak minta tolong sebelum ditemukan telah tergeletak di lantai.
MINTA TOLONG - Foto polisi saat melakukan olah TKP di lokasi kejadian pada Senin (3/8/2026). Korban sempat berteriak minta tolong sebelum ditemukan telah tergeletak di lantai. (TribunBengkulu.com/M Rizki Wahyudi)

"Kami ingin memastikan seluruh rangkaian peristiwa, mulai dari sebelum kejadian hingga dugaan pembunuhan itu terjadi," ujar Kapolsek.

Setelah proses pemeriksaan awal selesai, penanganan perkara akan dilanjutkan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Rejang Lebong.

Kepala Desa Serahkan kepada Aparat Penegak Hukum

Kepala Desa Lubuk Mumpo, Hermansyah, mengaku tidak mengetahui persoalan yang terjadi di dalam keluarga korban.

Ia memilih menyerahkan sepenuhnya proses pengungkapan kasus kepada pihak kepolisian.

"Saya tidak tahu persoalannya. Biarlah polisi yang mengungkap semuanya," katanya.

Sebelumnya, Arifin ditemukan mengalami luka tusuk di bagian kepala serta leher kanan dan kiri di dapur rumahnya.

Baca juga: Polisi Minta Keluarga Korban Anak Bunuh Ayah Kandung di Lubuk Mumpo Rejang Lebong Menahan Diri

Korban sempat dibawa ke Puskesmas Kota Padang, namun meninggal dunia dalam perjalanan.

Polisi telah mengamankan Sahrun alias Harun beserta sebilah pisau dapur yang diduga digunakan dalam peristiwa tersebut.

Hingga kini, penyidik masih melengkapi alat bukti dan mendalami motif sebelum menetapkan konstruksi perkara secara utuh.

Detik-detik Korban Teriak Minta Tolong

Detik-detik dugaan pembunuhan yang menewaskan Arifin (73), warga Desa Lubuk Mumpo, Kecamatan Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong, Senin (3/8/2026), bermula dari teriakan korban yang meminta pertolongan.

Warga yang datang ke lokasi mendapati korban sudah tergeletak di dapur rumah dengan sejumlah luka tusuk, sebelum akhirnya meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju puskesmas.

Pelaku merupakan anak kandung korban sendiri, Sahrun alias Harun (38). Meski demikian, penyidik masih mendalami kronologi dan motif di balik peristiwa tersebut.

HIMBAU - Kapolsek Kota Padang, Iptu Medy Azwar saat mendatangi rumah duka di Desa Lubuk Mumpo Kecamatan Kota Padang pada Senin (3/8/2026). Polsek Kota Padang menghimbau pihak keluarga untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses tindaklanjut kasusnya ke pihak kepolisian.
HIMBAU - Kapolsek Kota Padang, Iptu Medy Azwar saat mendatangi rumah duka di Desa Lubuk Mumpo Kecamatan Kota Padang pada Senin (3/8/2026). Polsek Kota Padang menghimbau pihak keluarga untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses tindaklanjut kasusnya ke pihak kepolisian. (TribunBengkulu.com/M Rizki Wahyudi)

Kapolsek Kota Padang, Iptu Medy Azwar, mengatakan kasus itu masih dalam tahap penyelidikan.

Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, sementara tim penyidik terus mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap fakta-fakta dalam perkara tersebut.

"Benar telah terjadi dugaan tindak pidana pembunuhan seorang ayah yang diduga dilakukan oleh anaknya sendiri. Saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut," kata Iptu Medy Azwar kepada TribunBengkulu.com.

Warga Datang Usai Mendengar Korban Berteriak

Berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 08.30 WIB.

Seorang saksi bernama Sopri mengaku mendengar suara korban berteriak meminta tolong dari dalam rumah.

Karena khawatir terjadi sesuatu, ia segera memberi tahu warga sekitar tanpa masuk ke dalam rumah.

Tak lama berselang, istri korban, Robiyah, bersama beberapa warga mendatangi rumah tersebut.

Mereka menemukan Arifin terbaring di lantai dapur dalam kondisi terluka.

Korban kemudian dievakuasi menuju Puskesmas Kota Padang menggunakan kendaraan warga.

Namun, sebelum tiba di fasilitas kesehatan, korban dinyatakan meninggal dunia.

Korban Mengalami Luka Tusuk

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami beberapa luka akibat benda tajam, di antaranya luka tusuk pada bagian kepala serta leher sebelah kanan dan kiri.

Polisi menduga luka tersebut menjadi penyebab korban meninggal dunia.

Meski demikian, penyidik masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian.

"Sampai saat ini kami masih terus melakukan penyelidikan, baik terkait kronologi, motif maupun alat bukti yang diperlukan," ujar Iptu Medy Azwar.

Hingga kini, kepolisian belum menyimpulkan motif yang melatarbelakangi dugaan pembunuhan tersebut karena proses penyidikan masih berlangsung.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.