3 Kisah dalam Al Qur'an yang Menunjukkan Kemuliaan Ibu dalam Islam, Siti Maryam hingga Ibu Nabi Musa
Lisma Noviani August 03, 2026 06:01 PM

TRIBUNSUMSEL.COM – Islam menempatkan ibu pada kedudukan yang sangat mulia. Berbakti kepada ibu bukan sekadar akhlak yang baik, tetapi juga menjadi bagian dari bukti keimanan seorang Muslim kepada Allah SWT.

Kemuliaan seorang ibu tidak hanya disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW, tetapi juga tergambar dalam berbagai kisah para nabi yang diabadikan dalam Al-Qur'an.

 Setidaknya terdapat tiga peristiwa besar yang menunjukkan betapa besar perhatian Islam terhadap sosok ibu, mulai dari kisah Siti Maryam (ibunya nabi Isa), Siti Hajar (Istri Nabi Ibrahim/Ibu Nabi Ismail), hingga ibu Nabi Musa AS.

Ketiga kisah tersebut mengajarkan tentang kasih sayang, pengorbanan, keteguhan iman, serta kemuliaan seorang ibu di hadapan Allah SWT.

1. Kisah Siti Maryam dan Nabi Isa AS (Berbicara Saat Bayi dan Menyebut Berbakti kepada Ibu)

Salah satu mukjizat terbesar dalam sejarah Islam adalah ketika Nabi Isa AS dapat berbicara saat masih bayi. Peristiwa ini terjadi setelah Siti Maryam melahirkan Nabi Isa tanpa seorang ayah atas kehendak Allah SWT.

Saat membawa bayinya kepada kaumnya, Maryam justru mendapatkan tuduhan yang sangat berat. Allah SWT mengabadikan peristiwa tersebut dalam Surah Maryam ayat 27–28.

Ketika Maryam hanya menunjuk kepada bayinya, Allah memberi mukjizat kepada Nabi Isa AS untuk berbicara.

Allah SWT berfirman dalam QS. Maryam ayat 30–32, yang artinya:

"Sesungguhnya aku adalah hamba Allah. Dia memberiku Kitab (Injil) dan menjadikan aku seorang nabi. Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan memerintahkan kepadaku untuk melaksanakan salat dan menunaikan zakat selama aku hidup, serta berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka."

Menariknya, setelah menyebut dirinya sebagai hamba Allah, nabi, serta orang yang diperintahkan mendirikan salat dan menunaikan zakat, Nabi Isa AS juga menegaskan bahwa dirinya berbakti kepada ibunya.

Hal ini menunjukkan bahwa berbakti kepada ibu merupakan salah satu sifat mulia yang melekat pada para nabi dan menjadi tanda kesalehan seorang hamba.

2. Kisah Siti Hajar dalam Alqurn (Diabadikan dalam Ibadah Haji)

Kisah berikutnya adalah perjuangan Siti Hajar, ibu Nabi Ismail AS.

Atas perintah Allah SWT, Nabi Ibrahim AS meninggalkan Siti Hajar bersama bayi Ismail di sebuah lembah tandus yang kelak menjadi Kota Makkah.

Ketika kehabisan air, Siti Hajar tidak menyerah. Dengan penuh keyakinan kepada Allah, ia berlari dari Bukit Shafa ke Marwah sebanyak tujuh kali demi mencari air untuk putranya.

Atas pertolongan Allah SWT, muncullah mata air Zamzam di dekat kaki Nabi Ismail AS.

Perjuangan seorang ibu tersebut kemudian diabadikan Allah SWT menjadi salah satu rangkaian ibadah haji dan umrah yang dikenal dengan sa'i, yaitu berjalan atau berlari kecil antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali.

Setiap jutaan umat Islam yang melaksanakan haji maupun umrah sejatinya sedang mengenang keteguhan iman dan pengorbanan seorang ibu dalam menjaga buah hatinya.

Kisah ini menjadi bukti bahwa perjuangan seorang ibu memiliki nilai yang sangat agung di sisi Allah SWT.

3. Kisah Ibu Nabi Musa AS Mendapat Ilham dari Allah SWT

Peristiwa ketiga terjadi pada masa kekuasaan Fir'aun yang memerintahkan pembunuhan terhadap setiap bayi laki-laki dari Bani Israil.

Dalam kondisi penuh ketakutan, Allah SWT memberikan ilham kepada ibu Nabi Musa AS sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Qasas ayat 7 yang artinya.

"Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa, 'Susuilah dia (Musa), dan apabila engkau khawatir terhadapnya maka hanyutkanlah dia ke sungai (Nil). Janganlah engkau takut dan jangan pula bersedih hati. Sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu dan menjadikannya salah seorang rasul.'"

Dengan penuh keimanan, sang ibu mengikuti petunjuk Allah SWT dan menghanyutkan bayinya ke Sungai Nil.

Atas kehendak Allah, bayi Musa ditemukan oleh istri Fir'aun. Namun bayi tersebut tidak mau menyusu kepada wanita lain hingga akhirnya Allah mempertemukannya kembali dengan ibu kandungnya.

Kisah ini menunjukkan bahwa Allah SWT memberikan pertolongan, petunjuk, dan kemuliaan kepada seorang ibu yang berserah diri kepada-Nya.

Hadis Rasulullah SAW tentang Kemuliaan Ibu

Kemuliaan ibu juga ditegaskan dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah.

Rasulullah SAW bersabda:

"Ibumu, kemudian ibumu, kemudian ibumu, kemudian ayahmu, kemudian kerabatmu yang paling dekat." (HR. Muslim)

Hadis ini bermula ketika seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW tentang siapa yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik.

Jawaban Rasulullah SAW yang menyebut ibu sebanyak tiga kali menunjukkan besarnya jasa, pengorbanan, dan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya.

Hikmah dari Tiga Kisah Kemuliaan Ibu

Ketiga kisah dalam Al-Qur'an tersebut mengandung pelajaran yang sangat berharga bagi umat Islam, di antaranya:

Berbakti kepada ibu merupakan bagian dari ketaatan kepada Allah SWT.
Pengorbanan seorang ibu memiliki kedudukan yang sangat tinggi di sisi Allah.
Kesabaran dan kasih sayang ibu menjadi teladan sepanjang zaman.
Allah SWT memberikan pertolongan kepada hamba yang bertawakal, sebagaimana ditunjukkan dalam kisah Siti Hajar dan ibu Nabi Musa AS.
Menghormati ibu menjadi salah satu jalan meraih rida Allah SWT.
Berbakti kepada Ibu adalah Jalan Meraih Rida Allah

Islam mengajarkan bahwa ibu adalah sosok yang mengandung, melahirkan, menyusui, membesarkan, serta mendidik anak dengan penuh pengorbanan. Karena itu, menghormati dan berbakti kepada ibu merupakan amalan yang sangat dianjurkan.

Ketiga kisah agung dalam Al-Qur'an tersebut menjadi bukti nyata bahwa Allah SWT memberikan perhatian yang sangat besar kepada sosok ibu. Seorang ibu bukan hanya memiliki peran penting dalam keluarga, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah besar para nabi yang diabadikan dalam Al-Qur'an.

Tulisan ini disarikan dari Sumber: Khutbah tentang kemuliaan ibu yang dipublikasikan oleh Pondok Modern Darussalam Gontor (gontor.ac.id), diperkaya dengan ayat-ayat Al-Qur'an (QS. Maryam ayat 27–32 dan QS. Al-Qasas ayat 7) serta hadis riwayat Imam Muslim.

Demikian 3 Kisah dalam Al Qur'an yang Menunjukkan Kemuliaan Ibu dalam Islam, Siti Maryam hingga Ibu Nabi Musa. Wallahualam bisahwabi. (*)

Baca juga: Arti Al Adl, Al Birr dan Al Ihsan 3 Istilah Arab untuk Tingkatan Perbuatan Baik dalam Islam & Contoh

Baca juga: Hadits tentang Menjaga Amanah: Tulisan Arab, Latin, Arti, Hikmah Mengamalkannya dalam Kehidupan

Baca juga: Apa itu Hari Masyarakat Adat Internasional Setiap 9 Agustus: Sejarah, Tema dan Tujuan Peringatan

Baca juga: Sejarah Hari Keantariksaan Nasional 6 Agustus 2026, Makna Ajakan Mematikan Lampu Selama Satu Jam

Baca juga: MAGIS Berbasis Web Terintegrasi SSO: Transformasi  Pengawasan Madrasah di Era Digital

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.