Perhiasan Emas Penyumbang Inflasi Tertinggi di Bangka Barat Juli 2026 Sebesar 3,5 Persen
Hendra August 03, 2026 06:03 PM

Dalam rilis tersebut, Kepala BPS Bangka Barat, M. Hendy Saputra, memaparkan data tinjauan inflasi secara umum, Senin (3/8/2026), di Ruang Rapat Kantor BPS Bangka Barat.

Selama Juli 2026, terdapat sejumlah fenomena yang berkaitan dengan inflasi maupun deflasi.

Beberapa di antaranya seperti harga bawang merah, harga cabai merah, harga emas perhiasan, hingga kondisi harga BBM subsidi.

Pada kesempatan itu, disebutkan pula bahwa inflasi Juli 2026 di Bangka Belitung secara tahun ke tahun atau year on year (y-on-y) yang tertinggi terjadi di Kabupaten Bangka Barat dengan angka inflasi sebesar 3,50 persen.

"Secara tahun ke tahun (y-on-y), Kabupaten Bangka Barat menjadi kabupaten yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi pada Juli 2026 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yaitu sebesar 3,50 persen. Sedangkan Kota Tanjungpandan mengalami inflasi sebesar 1,81 persen. Inflasi ini merupakan yang terendah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," ungkap Hendy.

Adapun komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi year on year yaitu emas perhiasan, cumi-cumi, udang basah, ikan kembung, dan bayam.

Namun, secara month to month (m-to-m) atau bulan ke bulan pada Juli 2026 di Bangka Belitung, hampir seluruh kabupaten/kota di Bangka Belitung tercatat mengalami inflasi, kecuali Kabupaten Bangka Barat.

"Secara bulan ke bulan (m-to-m), Bangka Barat mengalami deflasi sebesar 0,28 persen. Inflasi tertinggi dialami oleh Kota Pangkalpinang, sementara Kabupaten Bangka Barat merupakan satu-satunya kabupaten yang mengalami deflasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," jelasnya.

Lebih lanjut, Hendy menyimpulkan bahwa secara umum pada Juli 2026 terjadi deflasi m-to-m sebesar 0,28 persen.

Sementara itu, inflasi y-on-y dan year to date (y-to-d) tercatat masing-masing sebesar 3,50 persen dan 0,42 persen.

"Penyumbang utama deflasi Juli 2026 secara m-to-m adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 0,38 persen," ujarnya.

Kemudian, komoditas penyumbang utama deflasi m-to-m antara lain bawang merah, emas perhiasan, jeruk, cumi-cumi, dan cabai merah.

Sementara itu, penyumbang utama inflasi Juli 2026 secara y-on-y adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 2,13 persen.

"Komoditas penyumbang utama inflasi y-on-y antara lain emas perhiasan, cumi-cumi, udang basah, ikan kembung, dan bayam," imbuhnya.

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.