Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI menyepakati rencana pengembangan wisata Kabupaten Indramayu.
Kesepakatan tersebut tampak terjalin melalui penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara UNJ dan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Wisata dan Infrastruktur Kemenpar RI.
Rektor UNJ, Prof Komarudin, mengatakan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan terhadap berbagai tantangan pembangunan termasuk pariwisata.
Baca juga: Tingkatkan Pasokan Air ke Indramayu, BBWS Citarum Tambah Bukaan Pintu Darurat Bendung Salamdarma
Menurut dia, kerja sama UNJ dan Kemenpar itu membuka ruang yang lebih luas bagi dosen, mahasiswa, hingga peneliti untuk berkontribusi dalam pengembangan destinasi wisata, khususnya di Kabupaten Indramayu.
"Kerja sama ini juga unyuk mendukung percepatan pembangunan kawasan Rebana sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2021," ujar Komarudin saat ditemui usai Forum Pengabdian kepada Masyarakat (FPKM) Peningkatan Pengelolaan Destinasi Pariwisata dan Hospitality Tourism di Swiss-Belinn Indramayu, Jalan Letjen Suprapto, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (3/8/2026).
Ia mengatakan, UNJ memiliki sumber daya akademik dari berbagai disiplin ilmu yang mampu mendukung pengembangan pariwisata dari mulai aspek ekonomi, pendidikan, sosial budaya, lingkungan, teknologi, hingga lainnya.
Karenanya, pihaknya meyakini, pendekatan multidisiplin ilmu tersebut dapat menghasilkan model pengembangan destinasi wisata di Kabupaten Indramayu yang adaptif terhadap kebutuhan daerah.
"Kabupaten Indramayu memiliki kekayaan sumber daya alam, budaya, dan masyarakat yang dapat menjadi modal utama pengembangan pariwisata apabila dikelola secara terpadu," kata Komarudin.
Komarudin berharap, kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, praktisi, dan masyarakat dapat menghasilkan langkah-langkah strategis yang mendukung pengembangan pariwisata Indramayu sebagai percepatan pembangunan kawasan Rebana.
Ia meyakini, kemitraan dalam pengembangan destinasi wisata itu tidak hanya daya saing daerah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Indramayu.
Baca juga: Warga Cadas Ngampar Cirebon Akhirnya Bernapas Lega, Bak Penampungan Air Terisi, Pemkot Beri Bantuan
Sementara, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Dispara) Kabupaten Indramayu, Ahmad Syadali, menyampaikan, sektor pariwisata tidak dapat dikembangkan secara parsial.
Pasalnya, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, dan dunia usaha menjadi faktor penting dalam memperkuat posisi Indramayu sebagai salah satu destinasi yang berkembang di Jawa Barat.
Ia memastikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu berkomitmen meningkatkan kualitas destinasi wisata melalui pengembangan infrastruktur, penguatan kelembagaan, promosi wisata, hingga peningkatan kompetensi SDM di sektor pariwisata.
"Kami berharap, kerja sama ini melahirkan berbagai inovasi pengelolaan destinasi wisata, peningkatan kapasitas masyarakat, dan penguatan promosi untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata Indramayu secara berkelanjutan," ujar Ahmad Syadali.