Hina Kurir Paket, Oknum ASN Damkar Ogan Ilir Diganjar SP1, BKPSDM: Harus Jadi Contoh yang Baik
tarso romli August 03, 2026 07:27 PM

 

Baca juga: Ngakunya ASN, Ternyata Cewek yang Viral Menghina Kurir Paket Statusnya PPPK di Damkar Ogan Ilir

SRIPOKU.COM, INDRALAYA — Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir mengambil tindakan tegas terhadap oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial Riyanti Ardila yang sempat viral di media sosial akibat melontarkan kata-kata hinaan kepada seorang kurir paket. Yang bersangkutan resmi dijatuhi sanksi ringan berupa Surat Peringatan Pertama (SP1).

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ogan Ilir, Wilson Effendi, menjelaskan bahwa sanksi tersebut diberikan setelah pihak instansi tempat yang bersangkutan bertugas, yakni Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), melakukan proses pembinaan internal.

"Setelah dibina, baru diberi sanksi oleh dinas tempat yang bersangkutan [Dinas Damkar]. SP1 artinya peringatan jangan mengulangi lagi," terang Wilson kepada awak media, Senin (3/8/2026).

Wilson menegaskan, peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pegawai negeri di lingkungan Pemkab Ogan Ilir agar senantiasa menjaga etika, bersikap profesional, serta mengedepankan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

"Jadi hendaknya jaga sikap, harus jadi contoh bagi masyarakat," pesan Wilson.

Kronologi Kejadian

Oknum ASN Damkar Ogan Ilir, Riyanti Ardila, sebelumnya menjadi sorotan publik setelah rekaman percakapan WhatsApp dan pesan suaranya memaki kurir paket bernama Bayu beredar luas di dunia maya.

Peristiwa tidak menyenangkan itu terjadi di wilayah Indralaya, Ogan Ilir, pada Rabu (10/6/2026) pagi.

Permasalahan bermula ketika Riyanti menanyakan alamat kantor perusahaan jasa pengiriman barang kepada sang kurir.

Namun, komunikasi tersebut berujung pada kesalahpahaman. Dalam rekaman suara dan tangkapan layar yang viral, Riyanti terdengar melontarkan kalimat bernada merendahkan profesi kurir.

"Kalau pintar, kamu tidak jadi kurir anj***," kata Riyanti dalam percakapan tersebut.

Tidak hanya itu, ia juga menyinggung statusnya sebagai pegawai negeri serta melontarkan kalimat yang merendahkan kondisi ekonomi korban.

"Saya begini-begini PNS ya. Kalau kurir ya kurir aja, pola pikir miskin. Memang kamu pantas jadi kurir selamanya, miskin selamanya," ucapnya dalam rekaman suara yang beredar.

Penjelasan Terduga Pelaku

Setelah percakapan dan perilakunya menuai kecaman luas dari warganet, Riyanti sempat memberikan klarifikasi.

Ia mengakui adanya percakapan tersebut, namun berdalih bahwa emosinya terpancing lantaran merasa dipermainkan saat menanyakan lokasi kantor jasa pengiriman yang tidak diketahuinya.

"Intinya persoalan kemarin karena saya merasa dipermainkan. Sementara saya tidak tahu sama sekali lokasi kurir itu," kilahnya melalui pesan WhatsApp.

Meski demikian, sanksi disiplin ringan berupa SP1 tetap dijatuhkan oleh instansi terkait guna memberikan efek jera agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Baca juga: Pakai Masker Meminta Maaf, Inilah Tampang Riyanti Oknum PPPK yang Mengaku ASN dan Hina Kurir Paket

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.