SURYA.co.id, Surabaya - Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono menyoroti lambannya respons tim penyelamat dalam penanganan kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan Sumenep, Jawa Timur.
Ia menilai kecepatan evakuasi sangat krusial, terlebih seluruh penumpang sudah menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai prosedur.
"Yang menjadi keprihatinan saya adalah tim penyelamat seharusnya lebih cepat. Penumpang sudah menggunakan jaket keselamatan, life craft juga sudah diluncurkan. Sekarang tinggal bagaimana respons tim penyelamat," ujarnya kepada SURYA.co.id pada Senin (3/8/2026).
Ia menegaskan kecepatan respons menjadi faktor penting dalam penyelamatan korban kecelakaan laut. Bambang membandingkan standar waktu tanggap di Filipina yang, menurutnya, tidak lebih dari 30 menit.
"Respons time di Filipina tidak boleh lebih dari 30 menit. Di sini juga harus begitu. Basarnas punya helikopter, tetapi belum digunakan. Ini yang harus menjadi perhatian," kata politisi Partai Gerindra ini menambahkan.
Baca juga: Proses Evakuasi KMP Mutiara Sentosa II di Sumenep, 9 Kapal Selamatkan 231 Penumpang
Menurut Bambang, penumpang yang telah melompat ke laut menggunakan jaket pelampung maupun life craft tetap menghadapi risiko besar apabila proses evakuasi terlambat dilakukan.
Mereka berpotensi hanyut, mengalami dehidrasi, kelaparan, hingga meninggal dunia apabila tidak segera ditemukan.
"Kalau mereka hanyut ke mana-mana dan tidak segera diselamatkan, mereka bisa kehausan, kelaparan, dan akhirnya meninggal. Karena itu pertolongan harus cepat, tidak boleh terlambat," tegas pria yang pernah menjadi senior investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) ini.
Sebelumnya, KMP Mutiara Sentosa II mengalami kebakaran saat berlayar dari Surabaya menuju Makassar pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 08.25 WIB. Insiden tersebut memicu operasi pencarian dan penyelamatan besar-besaran di perairan Kabupaten Sumenep.
Hingga Minggu pukul 18.00 WIB, Basarnas mencatat sebanyak 232 orang berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 227 penumpang dinyatakan selamat, dan lima orang meninggal dunia.
Baca juga: Data Daftar Evakuasi Korban Kebakaran Kapal KMP Mutiara Sentosa 2, Banyak Kapal Bantu Penyelamatan
Di samping itu, masih ada 39 orang dalam pencarian. Operasi pencarian masih terus berlangsung dengan mengerahkan KN SAR 249 Permadi, RIB Sumenep, KRI Nala 363, serta melibatkan sejumlah kapal niaga yang berada di sekitar lokasi.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan terdapat sejumlah kendala dalam operasi SAR, di antaranya sulitnya menjangkau beberapa kapal melalui sarana komunikasi serta proses pencocokan data manifest penumpang dengan korban yang telah dievakuasi.
“Kendala dalam Operasi SAR di antaranya beberapa kapal tidak terjangkau oleh sarana komunikasi, serta memastikan secara faktual jumlah penumpang yang sudah diselamatkan,” ungkap Dudy, usai peninjauan penanganan para korban.
Ia mengatakan sedikitnya tujuh kapal dikerahkan dalam proses evakuasi dan pendataan terus dilakukan agar seluruh korban dapat dipastikan keberadaannya. Pemerintah berharap seluruh kapal yang terlibat segera tiba sehingga data penumpang dapat diverifikasi dan memberikan kepastian kepada keluarga korban.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit P.H., mengatakan proses evakuasi melibatkan sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian. Kapal-kapal bergerak cepat memberikan pertolongan kepada para korban yang dievakuasi dari kapal feri yang terbakar.
"Operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung. Tim SAR gabungan tetap melakukan penyisiran di sekitar lokasi kebakaran untuk memastikan tidak ada korban lain yang masih membutuhkan pertolongan maupun belum ditemukan," tandas Nanang. (bob)