Grid.ID - Berikut ini profil Nasirun, sang maestro seni lukis legendaris. Baru-baru ini, beliau diketahui meninggal dunia.
Profil Nasirun mendadak menjadi perbincangan usai diunggah oleh Irwan Mussry. Suami Maia Estianty itu pun mengunggah potret kebersamaannya dengan almarhum.
Melalui akun Instagram pribadinya @irwanmussry, ia menggungah fotonya saat bersama mendiang. Melengkapi unggahannya, pengusaha kaya itu pun menuliskan rasa sedihnya lantaran Nasirun meninggal dunia.
"Saya sangat sedih atas meninggalnya Nasirun," tulisnya.
Meski jarang bertemu, ia mengungkap sosok Nasirun. Ia menyebut bahwa mendiang adalah orang yang sangat menginspirasi.
"Meskipun kami jarang bertemu, setiap pertemuan selalu menginspirasi," tulisnya.
"Kehangatan, kreativitas, dan semangatnya yang luar biasa meninggalkan kesan mendalam," lanjutnya.

Ayah sambung Al Ghazali ini pun juga menuliskan rasa terima kasihnya pada mendiang. Ia juga mengungkap bahwa akan sangat merindukan sosok Nasirun.
"Terima kasih atas inspirasi dan percakapannya. Anda akan sangat dirindukan," tulisnya.
Tak berhenti disitu saja, Irwan Mussry juga menuliskan bela sungkawa atas meninggalnya Nasirun. Dirinya juga menuliskan doa.
"Belasungkawa dan doa terdalam saya untuk keluarga," pungkasnya.
Lalu, bagaimana profil Nasirun sendiri ya? Dikutip dari TribunJogja pada Senin (3/8/2026), diketahui Nasirun merupakan pria kelahiran Cilacap, 1 Oktober 1965.
Dirinya berdomisili di Yogyakarta.
Nama Nasirun memang sudah mendunia. Ia dikenal sebagai sosok pelukis, seniman, kolektor seni, hingga maestro seni lukis.
Karyanya kental dengan kebudayaan Jawa. Dirinya juga terkenal di Asia Tenggara, Eropa, dan Amerika Utara.
Nasirun memang tak lahir dari keluarga seniman. Ayah dan ibunya merupakan pekerja dan petani di pesisir selatan Jawa.
Namun, ia memiliki bakat dan darah seni yang kuat. Sejak kecil ia tertarik dengan dunia seni.
Nasirun kecil sangat menyukai wayang kulit. Ia menyukai warna, bentuk, dan ornamen dari wayang kulit tersebut.
Kemudian, pada 1983, Nasirun pindah ke Yogyakarta. Hal itu dilakukannya untuk bersekolah seni di sana.
Ia mengambil pendidikan Senin Kriya Batik dan Seni Murni sekaligus. Kemudian pada 1987, ia melanjutkan pendidikan di jurusan Seni Lukis, Fakultas Seni Rupa di ISI Yogyakarta.
Berikut ini daftar pameran yang pernah digelar oleh Nasirun:
Mirota Kampus Yogyakarta dan Cafe Solo
Bank Bali di Yogyakarta (1993)
Ngono Yo Ngono, Mung Ojo Ngono,
Galeri Nasional Indonesia di Jakarta (1999),
Nadi Gallery di Jakarta (2002).